Kehidupan yang Tidak Terkontrol dengan Taqwa, Mampu Mengganggu Integrasi Kepribadian Manusia

Oleh: Ernawan S Koesoemaatmadja/Guru Toge

MajmusSunda News, Jum’at (03/07/2026) – Artikel Berjudul “Kehidupan yang Tidak Terkontrol dengan Taqwa, Mampu Mengganggu Integrasi Kepribadian Manusia” ini ditulis Oleh : Ernawan S Koesoemaatmadja/Pensiunan Guru Toge. Penulis merupakan Pinisepuh Pamangku Sunda/ Majelis Musyawarah Sunda, di dunia Industri (Textile,Bank, Perkebunan) pernah menjadi GM.Finance, GM.HRD, dan Direktur HRD di Rumah Sakit. Di dunia Pendidikan pernah menjadi Wakil Rektor bid.Kemahasiswaan &Alumni, Wakil Rektor bid.Sumberdaya dan Legal.

*Personality Integration* ini, meliputi keseluruhan kerjasama yang harmonis, antara elemen elemen dari sistem dalam diri manusia, maupun antara sistem dengan lingkungan. Dari segi Psikologis, bahwa seseorang akan mengalami suatu tingkat Integrasi kepribadian yang efektive , apabila : terdapat koordinasi antara fikiran, perasaan dan tindakan, juga bila individu tersebut bebas dari *Inner Conflict* atau conflict bathin yang mengganggu.

Juga kalau tidak terbuka, maka tidak mempunyai Integrasi personal yang baik, seperti misalnya : dilingkungan keluarga agama yang kuat, diajak ke pesta hura hura, ikut atau menolak, kalau ikut bagaimana? Takut minum minum yang dilarang agama.
Kalau tidak dapat mengatasinya, maka dari pengalaman.ini tidak dapat mentransfernya. Tetapi bila Individu tsb mampu menyesuaikan diri secara adequat terhadap lingkungannya *( well Ajusted Person )*, maka Integration Personality dianggap aman, dilihat dari kematangan dan pertumbuhan.pribadi, serta ketentuan maupun kemajuan kelompoknya.*( Group Well Being and Progress )*, selama Individu tersebut tidak mempunyai *Kelainan*, diantaranya : Kelainan yang didasari oleh sebab sebab Psychogen, kelainan kepribadian yang disebabkan oleh situasi, ataupun kelainan karena Psychoneurosa yang merupakan kelompok besar yang menekan, yang mempunyai gejala gejala yang berbeda satu sama lain. ( free floating anxiety, psychopath/ kelainan karakter, kelainan Viceral disorder dan Psycho Fisiologis yang autonom termasuk psychose fungsional ).

Kesemuanya itu, bila Individu kurang teguh dalam pendirian keyakinan atau keteguhan Agama, bisa menjadi kelainan faktor Psychogen, yaitu kelainan kepribadian yang disebabkan oleh *Situasi*, mengarah kepada Reaksi yang traumatis terhadap dinamika sosial, reaksi terhadap Catastrophe, maupun terhadap Stress situasional yang khusus, atau hypersensitive serta mobilisasi emosi yang terus menerus, akan menimbulkan kelelahan fisik dan mental pada dirinya.

===== 00000 =====

***

Judul: Kehidupan yang Tidak Terkontrol dengan Taqwa, Mampu Mengganggu Integrasi Kepribadian Manusia
Penulis: Ernawan S Koesoemaatmadja
Editor: Raka Alvaro Triputra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *