Membangun Pramuka Penegak & Pandega, Sumberdaya Insani Unggu – dalam Rangka Menghadapi Tantangan dan Peluang Masa Depan

Oleh : Ernawan S Koesoemaatmadja (Guru Toge)

MajmusSunda News, Kamis (02/07/2026) – Artikel Berjudul “Membangun Pramuka Penegak & Pandega, Sumberdaya Insani Unggu – dalam Rangka Menghadapi Tantangan dan Peluang Masa Depan” ini ditulis Oleh : Ernawan S Koesoemaatmadja/Pensiunan Guru Toge. Penulis merupakan Pinisepuh Pamangku Sunda/ Majelis Musyawarah Sunda, di dunia Industri (Textile,Bank, Perkebunan) pernah menjadi GM.Finance, GM.HRD, dan Direktur HRD di Rumah Sakit. Di dunia Pendidikan pernah menjadi Wakil Rektor bid.Kemahasiswaan &Alumni, Wakil Rektor bid.Sumberdaya dan Legal.

Era globalisasi yang semrawut, menuntut pula dinamika kegiatan GERAKAN PENDIDIKAN KEPANDUAN – PRAJA MUDA KARANA ( PRAMUKA ), untuk merubah Sumberdaya Manusia ( SDM ) Pramuka menjadi Sumberdaya Insani (SDI ) yang memiliki KOMPETENSI Kelas Dunia, hal ini sangat dimungkinkan oleh Peranan Majelis Pembimbing ( MABI ), dan Pembina yang diharuskan mempunyai gaya kepemimpinan ( Leadership ) Multy Skills, yang kompeten dengan paradigma baru, juga secara berkesinambungan harus mampu membawa organisasi ke era baru, ke Abad baru, serta terus menerus meningkatkan pola kepemimpinan dan teknis, serta kualitas laysnan sesuai tuntutan jaman, antara lain :

a. Pro aktif dan dinamis, mempunyai perilaku *Bisa/ Can Do*.
b. Mempunyai Visi ( Having a vision ).
c. Penuh kreativitas ( Creativity ).
d. Memahami dan menguasai Teknologi. ( Mastering Technology ).
e. Mempunyai keterampilan berkomunikasi. ( Communications Skills ).
f. Mampu membangun kerjasama. ( Team Work sebagai suatu kekuatan kolaborasi ).
g. Selalu berkeinginan mengetahui hal baru. ( Willing to learn ).
h. Cerdik – kreatif. ( Street Smart ).
i. Mempunyai kestabilan mental. ( Having a Balance of IQ.SQ.EQ.).
j. Memiliki kemampuan menjaga Ethika. ( Etique Code ).
k. Selalu mengutamakan Kwalitas. ( Focus on Quality ).
Hal itu akan sangat membantu / mendukung peran Pembinaan , harap difahami karena Periode umur tersebut ( umur 17 – 25 Tahun ), adalah masa masa yang penuh gejolak , baik dari sisi faktor Negatif, maupun faktor Positif, serta dinamika melawan makna hidup, berperang melawan godaan dan kesulitan.

FAKTOR NEGATIF ( WEAKNESS) YANG PERLU DIWASPADAI :.
________________________
. Mudah meniru yang belum tentu baik.
. Perlu penegakkan nilai Disiplin.
. Perlu diterapkan tanggung jawab yang besar.
. Mudah dihasut disertai agresivitas yang tinggi.
. Relatif kurang kreatif – inovatif.
. Relatif cepat putus asa.

FAKTOR POSITIF (STRENGTHS) YANG PERLU DITINGKATKAN.:
_________________________
. Kemampuan memberi umpan balik. ( koreksi ).
. Daya juang untuk memperbaiki kondisi yang ada.
. Kemauan yang besar, untuk belajar hal hal baru .( Culture / Learning Organization ).
. Kepedulian dan kepekaan terhadap situasi yang ada.
. Keberanian untuk berkorban, demi kepentingan madyarakat. ( Idealisme ).
. Adanya kesadaran banyak fihak, untuk mengemvangkan dan membina Generasi Muda.

*Oleh karena itu*, peningkatan dan membangun anggota PRAMUKA PENEGAK dan PANDEGA, sebagai *Sumberdaya Insani UNGGUL*, dalam rangka menghadapi tantangan dan peluang masa depan sebagai *Pandu Bangsa dan Pandu Negara*, bertumpu pada Strategi Pemberdayaan Anggota, harus berfokus pada 2 ( dua ) hal penting yaitu : BUDAYA ( Culture ) serta STRUKTUR ( Structure ) disitulah sejumlah kebijakan bisa diturunkan, baik berupa Program maupun Sosialisasi.

*Pertumbuhan* Pendidikan, Sosial, Budaya, Keterampilan dll, harus menjanjikan *Keberdayaan* kepada semua anggota, jika perhatian organisasi LUPUT terhadap hal itu, maka Strategi dan Kebijakan yang terlahir bukanlah *Memberdayakan* anggota, melainkan *Memperdayakan* anggota secara terpadu dan menyeluruh. Setiap kebijakan organisasi melalui Pengurus dan Pembina, dalam aspek apapun, mestinya diarahkan kepada tumbuhnya daya saing, sebab daya saing adalah ciri utama *Keberdayaan*.

Daya saing tidak harus diartikan dalam konteks Bisnis dan Ekonomi saja, melainkan dapat menumbuhkan kemampuan dan semangat untuk mandiri *( Survive / Entrepreneurship )*, dalam menghadapi tahun Emas Indonesia 2045, dan seterusnya *mungkin* berupa ledakan perobahan Teknologi, tekanan yang mengikat pada *Informasi*, Ilmu Pengetahuan ( Knowledge ), Pendidikan dan jasa. Dimana perubahan yang terputus atau perubahan yang mendadak, kepercayaan yang lebih rendah di banyak Gugus Depan ( GUDEP ) , tingkat kompleksitas dan Ambiguitas yang lebih tinggi.

Beberapa kelemahan Pengurus (MABI), Pembina di tiap tingkatan ( level ), pada umumnya adalah kurang memahami peranan diatas tadi, sehingga banyak pelbagai langkah yang sering terlupakan. ( pemahaman utuh TRI SATYA, DASA DHARMA, Implementasi Syarat Syarat Kecakapan Umum/SKU, maupun SKK/ Kecakapan Khusus ), sehingga *Performance Management* Organisasi Gerakan Pramuka secara terpadu kurang optimal, sehingga kadangkala harus kalah penggemar oleh Organisasi lain, yang sama sama meraih Generasi Pelajar- Mahasiswa, Generasi Muda maupun masyarakat muda/ remaja. Namun kunci keberhasilan Gerak Operasional secara menyeluruh, dengan kompetensi yang seimbang dan setara di seluruh Negeri, sangat tergantung kepada pemahaman TOP MANAGEMENT , yang harus memiliki pengetahuan luas dan terbuka, serta keyakinan bahwa pengelolaan dan pengembangan Organisasi PRAMUKA adalah INVESTASI yang amat dibutuhkan.

Oleh karena itu Organisasi Pramuka melalui Pangkalan/ Gugus Depan serta *Racana*, yang membina dan mengolah Penegak dan Pandega, harus dibangun dengan Visi dan Misi yang bisa dijalankan secara Arif, serta dinamika dan mekanisme tinggi dalam menghadapi tantangan, dengan tetap berlandaskan kepada makna falsafah GERAKAN PENDIDIKAN KEPANDUAN PRAJA MUDA KARANA, yakni *Memandu* Sumberdaya Insani yang memiliki sikap yang baik. *( Sign of a great Attitude )*, disamping memandu yang muda dan berkarya, serta budaya yang terbaik yaitu : SILIH ASAH – SILIH ASIH – SILIH ASUH, yang mengarah kepada point utama :
*1.Pengembangan* organisasi dan kegiatan Pramuka, secara menyeluruh sampai tingkat *Pedesaan*.( termasuk *Pemuda/ Generasi Muda yang Putus Sekolah*), maupun pembentukan Gugus Depan Gugus Depan di dalam *Lembaga Pemasyarakatan*, termasuk ( kalau perlu ) di Kantor Kantor Pemerintahan/ Lembaga.
*2.Renstra Organisasi* harus melibatkan dan mengajak serta, seluruh unsur masyarakat dan disosialisasikan terus menerus bagi unsur BIROKRASI, INDUSTRI, DUNIA USAHA, SWASTA dll. ( jangan hanya mampu tumbuh di Sekolah Sekolah saja ).
*3. Meraih kerjasama Sinergis* dan Strategis dengan Industri, Swasta, Dunia Usaha dll, dalam memfasilitasi *Praktek Lapangan kompetensi Syarat Kecakapan Umum & Khusus*, seperti pelaksanaan pemahaman Kewirausahaan *( Entrepreneurship)*, pengujian dalam pengembangan kemandirian, sehingga dapat terjalin dinamika Synergis dalam meningkatkan WAWASAN KEBANGSAAN , masyarakat, Generasi Muda, Swasta dalam Pemahaman BELA NEGARA.

*Pendekatan Psikologik dalam Pembinaan & Pengembangan Penegak – Pandega.*
===================
a. Pembentukan nilai nilai pribadi, melalui pendidikan Keluarga yang bersumber kepada nilai nilai Agama dan Peradaban.
b. Peningkatan *Quality Competence* ( Quality Product, Process, People, Decision, Environment, Information ) yang murah dan terjangkau *( Apprentice Training dll )* sehingga mampu meningkatkan nilai tambah *( Added Value )* setiap Individu Anggota.
*3. Pemberdayaan ( Empowering )*, Gugus Depan, Sangga Sangga dan Racana secara terpadu.

*d.Pengembangan Pemahaman *Entrepreneurial* *dan *Intrapreneurial*.
*e .Peningkatan Human Skills* dan.*Mental Power*. ( Attitude Change ) dalam muatan lokal Pendidikan Dasar sampai Perguruan Tinggi, termasuk sentuhan *Pendidikan Luar Sekolah*.
*f.Meningkatkan mental Anggota*, tidak mengikuti arus jahiliyah ilmiah. ( Orang yang berilmu, Orang yang mempunyai peradaban, semakin tinggi dan luas ilmunya semakin Tawadlu. Pada PenciptaNYA.).
*g. Keteladanan* orang tua, Pemimpin, Majelis Pembimbing ( MABI ), Pembina untuk lebih memahami ciri ciri khas dan karakter Generasi Muda, terutama remaja ( Penegak – Pandega ) yang merupakan *Masa Transisi*. ( Storm – Changes – and Stress ).
*h. Peningkatan Peran Pemerintah*, dalam Implementasi NATION CHARACTERS BUILDING, melalui program kerja KWARNAS dan Menteri Pemuda & Olahraga.

MATURITY ( KEMATANGAN ) ANGGOTA.
===================
Kesuksesan seorang Pembina Penegak – Pandega, dalam menjalankan rolenya, sangat tergantung kepada *Kematangan* anggota Binanya, antara lain :
*1.Motivasi Untuk Berprestasi* ( Achievement Motivation ).
Sejauh mana peserta didij mampu menerapkan target yang utama namun realistik.
*2. Tanggung jawab.( Responsibility)*.
Sejauh mana peserta didik punya kemauan ( Willingness) dan Kemampuan ( Ability ) memikul suatu tanggung jawab
*3. Pendidikan & Pengalaman ( Education & Experience )*.
Sejauh mana peserta didik, memiliki pendidikan serta pengalaman yang sesuai untuk melaksanakan tugas.

SIKAP & KARAKTERISTIK YANG DIHARAPKAN DARI PENEGAK – PANDEGA.
====================
1.Memiliki sikap terbuka, terhadap perubahan. ( Inward looking menjadi Outward looking ).
2.Mempunyai opini terhadap masalah aktual.
3.Orientasi kemasa sekarang serta masa depan yang akan dijalani.
4.Perencanaan dan Organisasi, merupakan cara menjalankan kehidupan.
5.Memiliki keyakinan untuk mempengaruhi orang lain.
6. Mempunyai kepercayaan diri.
7.Menghargai diri sendiri dan orang lain.
8.Yakin akan manfaat IPTEK.
9.Percaya bahwa keberhasilan , sebagai akibat dari Jasa dan Usaha.

*Keberhasilan* dalam suatu kegiatan, ditentukan pertama, oleh EMOTIONAL QUOTIENT ( EQ ) atau disebut EMOTIONAL INTELLIGENCE (EI), sedangkan yang Kedua oleh INTELLIGENCE QUOTIENT.( IQ ), sedangkan kecerdasan emosional tersebut , terdiri dari :
*1.Intrapersonal Skills ( kecakapan Pribadi )*.
1.1.mengenal emosi diri ( kesadaran diri ).
1.2.mengelola emosi. ( pengaturan diri ).
1.3. Memotivasi diri.

*2.Intrapersonal Skills.( kecakapan Sosial )*.
2.1. Mengenal emosi orang lain. ( Empathy ).
2.2. Membina hubungan dengan orang lain.( ketrampilan Sosial ).

*Disamping itu*, bahwa untuk mencapai sasaran dan kesuksesab dimasa depan, diperlukan *Kualitas Keberdayaan ( Empowerment )*, para Penegak – Pandega, harus memiliki MEGA SKILLS :
a. Percaya diri ( Confidence ).
b. Motivasi ( Motivation ).
c. Daya juang ( effort ).
d. Tanggung jawab ( Responsibility ).
e. Inisiatif ( Inisiative ).
f. Keuletan ( Perseverence ).
g. Kepedulian.( Caring ).
h. Kerja team ( team work ).
I. Berfikir sehat atau Logis. ( Common Sense ).
j. Pemecahan masalah. ( Problem Solving ).

=======0000000======

***

Judul: Membangun Pramuka Penegak & Pandega, Sumberdaya Insani Unggu – dalam Rangka Menghadapi Tantangan dan Peluang Masa Depan
Penulis: Ernawan S Koesoemaatmadja
Editor: Raka Alvaro Triputra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *