MajmusSunda News, Senin (29/06/2026) – Artikel Berjudul “Psikologi Organisasi dalam Resultante Dinamika Gerakan Pancasila” ini ditulis Oleh : Ernawan S Koesoemaatmadja/Pensiunan Guru Toge. Penulis merupakan Pinisepuh Pamangku Sunda/ Majelis Musyawarah Sunda, di dunia Industri (Textile,Bank, Perkebunan) pernah menjadi GM.Finance, GM.HRD, dan Direktur HRD di Rumah Sakit. Di dunia Pendidikan pernah menjadi Wakil Rektor bid.Kemahasiswaan &Alumni, Wakil Rektor bid.Sumberdaya dan Legal.
Kinerja suatu organisasi, termasuk Gerakan Pendidikan Kepanduan Praja Muda Karana *( PRAMUKA )*, mulai dari Pangkalan / Gugus Depan sampai dengan Kwartir Nasional ( Kwarnas ), merupakan gabungan Sinergistik dari Kinerja para anggotanya, baik secara perorangan atau Personal maupun Kelompok ( klasikal ). Dalam mewujudkan keadaan tersebut, para Pimpinan mempunyai peranan yang sangat penting, yaitu memastikan para Pengurus , Pembina , anggota dll, untuk dapat berprestasi dan mengembangkan Potensi secara maksimal.

Salah satu teknik yang diperlukan para Pimpinan, Pengurus atau Pembina, untuk menjalankan.peranan tersebut adalah Teknik *PSIKOLOGI ORGANISASI*, teknik ini merupakan alat bagi pimpinan untuk mengarahkan dan membantu komponennya mengatasi masalah masalah , sehingga mereka dapat bekerja secara mandiri dan penuh rasa tanggung jawab.
Dalam menggerakkan Organisasi, kita tentu merasakan pentingnya faktor dukungan orang lain, rekan kerja maupun Pimpinan, agar bisa bergerak bersama sama mencapai tujuan Organisasi, dimasa lalu proses mempengaruhi orang lain untuk mendapatkan dukungan ini relatif lebih mudah, *berbekal jabatan Formal* beserta wewenang yang dipunyai, apalagi ditambah *Koneksi* , biasanya ampuh untuk mendapatkan komitmen dari orang lain. Namun kondisi seperti itu, sekarang sudah jauh berubah, Pengurus Organisasi saat ini harus lebih banyak mengandalkan pendekatan Proses, atau yang dikenal *Pola Matrix*, sehingga kewenangann Struktural menjadi kurang berperan.
*Membentuk Team Building.*
————————————–
*1.Menghargai Team Work.( kerjasama )*.
1.1.*Komunikasi* ( dengan cara difahami masing masing ).
a. Proses penyampaian Informasi, dari seseorang kepada orang lain, sehingga bersama sama dimengerti
b. Suatu seni penyampaian informasi , idea idea dan sikap dari seseorang kepada orang lain.
c. Proses dimana seseorang ( Komunikator ) menyampaikan rangsangan rangsangan ( biasanya Lambang Lambang dalam bentuk kata kata ), untuk mempengaruhi atau merubah tingkah laku orang lain .( keberhasilan komunikasi disebabkan *Team Work* yang berdasarkan unsur Kepercayaan *( trust )* dan Persahabatan *( Friendship )*.
d. Terbuka dan fleksibel serta bersifat personal.
e. Menekankan Cohesiveness.
*1.2. Motivasi*.( tujuan serta sasaran yang sama dan jelas. ).
Karena Motivasi merupakan unsur *Drive Energy* dorongan ( kekuatan ) didalam diri seseorang, yang memberi *Daya Puraga* serta *Arah* maupun *Memelihara* tingkah laku.
Ada 4 ( Empat ) unsur dasar dalam Motivasi, antara lain :
. Kebutuhan, keinginan dan harapan.
. Tingkah laku atau Aktivitas yang diarahkan pada tujuan.
. Tujuan itu sendiri.
. Umpan balik ( feedback ).
*1.3.* Kerjasama yang baik .( rasa tanggung jawab yang besar ).
*1.4.* Inisiatif dari Pimpinan. ( Leader).
*1.5*. Rasa perhatian dari Pimpinan.
*1.6.* Menyadari posisi masing masing.
*2.Meningkatkan Ethos Kerja.*
———————————–
Kalau kita ingin berhasil dalam mengembangkan Organisasi dan diminati masyarakat, salah satunya adalah dengan memperhatikan dan memahsmi *Ethos Kerja*, terlebih yang didasari oleh *7 Habbits ( Seven Habbits )* yang ditulis oleh *Steven R Covey*.
Kehebatan Ethos kerja yang didasari oleh 7 Habbits, terletak pada *The Inside Out Approach*, yaitu suatu *Ethika Kerja* dengan pendekatan yang berangkat dari pengembangan seluruh organisasi melalui penciptaan Sinergy, yang terurai seperti halnya : *Seni dan Ilmu dari formulasi etika kerja, implementasi dan evaluasi keputusan lintas fungsional, yang memungkinkan suatu kesatuan kerja untuk mencapai tujuannya.*
Artinya Manajemen Ethos Kerja berfokus untuk mengintegrasikan pelbagai hal :
a.Manajemen. ( proses / tahapan kerja ).
b. Etika kerja. ( tata cara, norma norma, ketentuan dll ).
c. Produk atau jasa. ( Internal – Eksternal ).
d. Pengendalian.
e. Sistem Informasi.
*Akselerasi & Implementasi Ethos Kerja.*:
_______________________
*Kemenangan Pribadi & Mandiri.*
Yaitu 3 ( tiga ) kebiasaan pertama saling terkàit, membentuk Sumberdaya Insani yang mempunyai :
. Kontrol terhadap dirinya sendiri ( jadilah pro aktif ), kebiasaan memiliki visi pribadi, berani mengambil tanggung jawab atas sikap dan tindakan kita, disini timbul *Stimulus* yang melahirkan *Respons* dan *Reaktif*.
. Bertindak sesuai dengan tujuan yang diinginkan. ( mulailah dengan tujuan akhir dalam fikiran ), merupakan kebiasaan untuk memimpin diri sendiri, disini kita menentukan arah dan tujuan yang jelas, orang yang efektif menyadari sebelum dituangkan secara fisik, terlebih dahulu difikirkan.
. Bisa menentukan Prioritas dengan benar.( Dahulukan yang utama ). Merupakan kebiasaan pengaturan diri, yang melibatkan pengaturan dan penjadwalan waktu disekitar prioritas Pribadi, jadi dalam hal ini kita dituntut mempunyai Manajemen Waktu yang baik.
*Kemenangan Publik /Kesalingtergantungan*.
————————————–
. Membuat Sumberdaya Insani ( Anggota ) dapat bekerjasama ( berfikir menang – menang ).
Kebiasaan *Leadership Interpersonal* dalam mengelola Organisasi, efektivitas akan tercapai berkat kerjasama antara 2 ( dua ) orang atau lebih, sehingga kerjasama atau Kemitraan adalah suatu kondisi yang bersifat saling tergantung.
Kenyataannya dalam sehari hari ditempat bertugas, adalah *Paradigma Menang – Kalah*, dalam hubungan antar bawahan, menang kalah akan menghancurkan fikiran kita sendiri, dan menimbulkan ketidak percayaan orang lain.
. Tercapainya Kematangan yang lebih tinggi. ( berusahalah mengerti dulu, baru dimengerti ). Komunikasi merupakan hal penting dalam hidup, karena akan mempengaruhi hubungan dengan lingkungan sekitar, peran ini menentukan keberhasilan dalam membina *Relationship*, sehingga mempengaruhi Kinerja Organisasi, disini kita dituntut lebih sabar, mau mendengarkan orang lain, bukan memaksakan kehendak.
. Makhluk Sosial yang hidup dalam Kelompok.( Wujudkan Sinergi ). Merupakan kebiasaan untuk bekerjasama secara kreatif, pelbagai perbedaan yang ada diharapkan aksn menghasilkan Sinergi, yang akan lebih besar dibandingkan dengan *bagian – perbagian* ( sebagai Orkestra )
. Character Building / Leadership ( *Asah Gergaji )*. Merupakan peningkatan Kualitas/ Mutu Individu, bila dilakukan dengan teratur, berani, mempunyai program yang Sistematis dan berimbang, untuk memperbaharui dalam beberapa *Bidang Kehidupan*, yaitu Dimensi Fisik, Mental, Emodional atau Sosial serta Spiritual. Semuanya kebiasaan baik yang sudah kita miliki , perlu dilatih atau diasah terus menerus, agar tidak menjadi tumpul dan luntur, karena pengaruh lingkungan yang selalu berubah. *Psikologi Organisasi* yang diterapkan pada pengembangan Gerakan Pramuka, mencakup proses pemahaman sasaran dan target Organisasi oleh setiap anggota ( termasuk Pengurus ), proses *menyepakati* rencana kerja Individual, hingga pada Proses *Penilaian*, *Umpan balik*, serta penyusunan program program pengembangan Individual.
*Development Cycle Of Organizational Psychology*.
_________________________
Tingginya tuntutan masyarakat masa kini, mengharuskan didalam Organisasi untuk dapat *berlaku fair* serta mendapatkan Personel yang *Qualified* untuk menempati suatu Tugas, merupakan tantangan bagi para *Inohong* Organisasi, terutama para penentu Kebijakan. Methoda Assessment seperti apa yang dapat mengakomodir kebutuhan tersebut ?, Methodology Assessment Center yang dapat kita jadikan suatu alternatif pilihan yang bisa kita ikuti.
Dalam Kepramukaan , mengembangkan anggota calon pemimpin masa mendatang *( Penggalang, Penegak, Pandega )* dapat menggunakan konsep *Development Cycle*, konsep yang dilandasi *Strategis Psikologi Organisasi*, Visi, Missi yang merupakan rangkaian tahapan proses yang dimulai dengan :
1.Identifikasi profil seperti apa yang dibutuhkan ( Competency Based Profile ) 10 tahun yang akan datang. ( Success Profile ).
2. Meng-asses apakah anggota tersebut memiliki Success Profile yang dibutuhkan. ( Asses & Diagnosse).
3. Anggota diberi feedback , mengenai Drive energy dan hal yang perlu ditingkatkan. ( Discuss Strength- Development Areas).
4. Menetapkan program Training kompetensi yang harus dicapai, selaras dengan *Strength point* dan *Weakness pointnya*.
5.Mengukur effectivitas hasil Training & Development. ( Measure and Monitor Success ).
Untuk nilai nilai dasar sudah dipersiapkan dalam SKU ( Syarat Kecakapan Umum ) dan SKK ( Syarat Kecakapan Khusus ).
===== 00000 =====
***
Judul: Psikologi Organisasi dalam Resultante Dinamika Gerakan Pancasila
Penulis: Ernawan S Koesoemaatmadja
Editor: Raka Alvaro Triputra












