MajmusSunda News, Jum’at (26/06/2026) – Artikel Berjudul “Membangun Integritas Rangkaian Zamrud Khatulistiwa – Perlu Pemahaman Wawasan Kebangsaan” ini ditulis Oleh : Ernawan S Koesoemaatmadja/Pensiunan Guru Toge. Penulis merupakan Pinisepuh Pamangku Sunda/ Majelis Musyawarah Sunda, di dunia Industri (Textile,Bank, Perkebunan) pernah menjadi GM.Finance, GM.HRD, dan Direktur HRD di Rumah Sakit. Di dunia Pendidikan pernah menjadi Wakil Rektor bid.Kemahasiswaan &Alumni, Wakil Rektor bid.Sumberdaya dan Legal.

Disisi lain, kita fahami bersama, masih banyak masalah pengambilan kebijakan Publik yang kurang sejalan dengan aspirasi dan harapan masyarakat, yang kesemuanya masih jadi kendala untuk memacu perkembangan negara ini. Dimana saat sekarang ini, transisi demokrasi bergulir pada zona abu abu, walaupun berbagai kelembagaan maupun Instrumen Demokrasi telah tersedia, proses demokrasi masih *bersifat Artifisial dan Ritual*, disamping tidak substantif dan progresif untuk memperjuangkan nasib dan hak rakyat.
Kita juga menghadapi kelemahan Kepemimpinan secara klasikal, serta kemerosotan Kenegarawanan , karena dijejali Visi yang penuh *Retorika* , didukung kelemahan Implementasi maupun inisiatif untuk membuat terobosan pelbagai langkah berani dan Sistematis, untuk melakukan resultante dari krisis ekonomi dan melanjutkan *Demokratisasi*. ( demokrasi jangan dibajak oleh *Oligarki* Politik dan Ekonomi ).
Padahal secara geografis Indonesia diberkati Sumberdaya alam yang melimpah ruah, maupun para Pemikir yang mumpuni dan cerdas, tetapi kenapa kita semua saat ini jalan di tempat. (Stagnan ), karena mentalitas dan perilaku para Pejabat yang berdampak pada masyarakat. tidak kunjung berubah.
Bangsa ini harus segera dapat merubah pola berfikir , saling menghancurkan, kemaruk, tidak pernah merasa puas menimbun harta kekayaan dunia, nihil kekayaan Surgawi.Karena kalau Bangsa ini tidak berbuat, Globalisasi Ekonomi dan Politik yang dimotori oleh Negar a Negara maju, telah membuahkan *Global Social Injustice*, menghadapi ini kita semua bisa mengalami *Lack of Regional Cooperation*, sehingga membuat posisi tawar ( bargaining position ) makin lemah dalam penetapan Strategi Politik, perdagangan antar Negara, harga diri Bangsa dengan Bangsa lain.
Sekaranglah saatnya Pemerintah *Presiden Prabowo Subianto* mempelopori kembali *Rasa cinta Tanah Air*, dengan menumbuh kembangkan kembali Pemahaman Pendidikan *Wawasan Kebangsaan*, yang seyogyanya di motori oleh para Birokrat, Pejabat Negara, Pengusaha, DPR, DPRD, Lembaga Hukum dan komponennya, akan diikuti oleh para Pendidik, Mahasiswa, Pelajar dan Masyarakat.
Karenanya, Wawasan Kebangsaan, paling tidak dapat diartikan sebagai *Cara pandang Bangsa Indonesia*, mencakup pola fikir, Personality dan Attitude Bangsa, berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 mengenai diri dan Ideologinya, yang mengutamakan *Persatuan dan Kesatuan Bangsa*, mencerdaskan kehidupan Bangsa dan meningkatkan kesejahteraan rakyat serta berperan aktif dalam Pergaulan Dunia.
Pemahaman Wawasan Kebangsaan ini, diharapkan mampu kembali mempersiapkan *Bangsa Indonesia* menantang era globalisasi sebagai anasir Kapitalisme baru, terlebih lagi untuk mengeratkan kembali nilai hakiki sebagai suatu Bangsa yang besar dan Agung, berbudaya luhur yaitu *Rasa* sebagai Bangsa Indonesia.
Wawasan Kebangsaan dalam kekayaan Budaya Nasional, mengandung nilai nilai luhur Bangsa, yang tidak hanya merupakan kekayaan *Energy Peradaban*, melainkan juga modal dasar bagi terbentuknya *Sikap Bela Negara*. Hal ini terlihat dalam budaya masyarakat SUNDA seperti falsafah *Sabanda Sariksa, Sabobot Sapihanean, Sareundeuk Saigel*, yang demikian menggambarkan bagaimana masyarakat masing masing berperan serta, untuk memelihara keamanan dan kenyamanan lingkungan hidupnya, sambil terus mengembangkan rasa Cinta Tanah Air, agar Negara ini tidak terjerumus bin *tikusruk*.
Bila para Birokrasi, Legislatif maupun Eksekutif melaksanakan dinamika aspek tersebut, banyak harapan kepada mereka , bisa menjadi Pemimpin yang *Sujana*, berilmu tinggi, *Tinggi Iman* serta tinggi pengabdian, memiliki watak dan personality yang tinggi, untuk senantiasa meletakkan kepentingan Bangsa dan Negara *Republik Indonesia* diatas berbagai kepentingan lainnya.
===== 00000 =====
***
Judul: Membangun Integritas Rangkaian Zamrud Khatulistiwa – Perlu Pemahaman Wawasan Kebangsaan
Penulis: Ernawan S Koesoemaatmadja
Editor: Raka Alvaro Triputra












