Performance Management, Kaitan dengan Masalah Daya Saing & Produktivitas Dunia Usaha

Oleh : Ernawan S Koesoemaatmadja (Guru Toge)

MajmusSunda News, Rabu (24/06/2026) – Artikel Berjudul “Performance Management, Kaitan dengan Masalah Daya Saing & Produktivitas Dunia Usaha” ini ditulis Oleh : Ernawan S Koesoemaatmadja/Pensiunan Guru Toge. Penulis merupakan Pinisepuh Pamangku Sunda/ Majelis Musyawarah Sunda, di dunia Industri (Textile,Bank, Perkebunan) pernah menjadi GM.Finance, GM.HRD, dan Direktur HRD di Rumah Sakit. Di dunia Pendidikan pernah menjadi Wakil Rektor bid.Kemahasiswaan &Alumni, Wakil Rektor bid.Sumberdaya dan Legal.

Gurita bisnis di era globalisasi *pabaliutnya* seperti sekarang, terlebih aturan aturan yang dibebankan pada Negara Negara miskin dan penghutang, mau tidak mau menuntut Korporasi, Instansi, Perusahaan untuk merubah Performance Management, yang memiliki revitalisasi kesisteman dengan paradigma baru.

Juga secara berkesinambungan harus membawa ke era baru, ke abad baru yang aneh, serta terus menerus meningkatkan *Mutu Service* sesuai tuntutan pelanggan *( Customer )*, diantaranya : Kepemimpinan memiliki visi, Keunggulan digerakkan Pelanggan, Pembelajaran Perusahaan & Personal, Penghargaan pada Karyawan &Mitra kerja, Kegesitan, Fokus masa depan, Kelola Inovasi, Manajemen.berdasarkan fakta, Perhatian pada Masyarakat, Fokus pada hasil dan Nilai, Persfectif Kesisteman.

Tetapi ironisnya,Kebijakan kebijakan Negara cenderung lebih mengeksploitasi Sumber Sumberdaya yang ada, Pembangunan Ekonomi yang berbasis pada paradigma pertumbuhan, tidak memberi ruang yang cukup bagi rakyat atau masyarakat untuk berkreasi dan berkompetisi meningkatkan daya saing.

Kalaupun sekarang perekonomian dianggap tumbuh, semata mata karena Pemerintah lebih mengutamakan pinjaman dana dan *Modal Asing*, daripada membangun Infrastruktur dan meningkatkan kompetensi *Sumberdaya Insani* Bangsa Indonesia. Dengan kata lain , Pemerintah lebih banyak memanfaatkan Sumberdaya yang melimpah serta *Murah* , daripada memberdayakan kemampuan daya saing Sumberdaya Insani Indonesia, begitu juga dengan Undang Undang Perpajakan dll, yang kesemuanya masih banyak kendala untuk memacu perkembangan Negara ataupun memakmurkan Rakyat.

Sistem seperti ini akan menyebabkan pendapatan Negara, selalu dirongrong oleh Pembayaran hutang dan bunganya. Bahkan untuk meminta keringanan hutang juga agak diabaikan, agar kesempatan berhutang senantiasa terbuka lebar. Tetapi pola pendekatan ini tidak ditunjang oleh energi yang sepadan, dalam merumuskan dan melaksanakan *Ekonomi Makro*, Investasi seret masuk , pemasukan APBN kelimpungan, Pemerintah kembali bersikap Konservatif, dengan cara mengoptimalkan pemasukan *Pajak*, mengurangi Subsidi, serta perhitungan untuk pelayanan publik.

Untuk meningkatkan Kompetensi Sumberdaya Insani Bangsa, tidak *Paheuyeuk heuyeuk leungeun* dengan Kurikullum Pendidikan yang setiap saat berubah rubah, pengembangan Pendidikan tidak diorientasikan untuk membangun *Kesadaran & Watak* yang memandang rasionalitas dan moralitas secara seimbang, malah semakin menguatnya dan menjamurnya *Arus Privatisasi Pendidikan*, terlebih pendidikan Menengah dan Tinggi, memaksakan Dunia Pendidikan sebagai *Industri*, maka akhirnya Produk Pendidikan hanyalah Insan Insan yang mengabdikan diri pada kepentingan Majikan alias *Ibos/Boss* ( bermental Jongos ).

Untuk menguatkan kembali Nilai Nilai *Idealisme, Professionalisme, dan Patriotisme*, Performance Management Korporasi, Lembaga, Industri maupun Perusahaan, harus diawali dengan :
1.Culture Value. 2.Work Design. 3.Review. 4.Reward & Recognition. 5.Training and Development Employee. 6.Information Technology. 7. Team Building. 8.Leadership.
*Culture Values* harus *dideudeul* oleh Work Design yang Tohaga, antara lain : a. Product. b. Process. c. People. d.Decision. e.Information. f. Environment.

Kesemuanya akan melebur dalam resultante *Continuous Performance Improvement* ( Company objectives, Competences, Development, Reward & Motivation, Personal Objectives, ) kesemuanya ditata dalam Performance Review, sebagai upaya pembinaan, penyempurnaan, penertiban, pengawasan, pengendalian Manajemen secara berencana, Sistemik, bertahap, komprehensif dan berkelanjutan. ( bagi Korporasi, Atasan dan bawahan ).
Titik utama dan peran terpenting, dari *Performance Management* dari Kutub Internal , adalah :
1.Aturan main yang terukur.
2.Moral dan Level Of Thinking yang Tinggi.
3.Memupuk Loyalitas.
Dari Kutub *Eksternal*:
1.Citra kemapanan.
2.Menarik SDM/ SDI yang terbaik.
3.Mendukung perkembangan Bisnis masa depan.
*Apabila hal tersebut diatas* dapat diberdayakan pada BUMN BUMN, kondisinya tidak akan separah seperti sekarang.
Juga seperti BUMD BUMD di Provinsi Jawa Barat, secara umum pads tiarap dan Senen – kemis, hanya satu atau dua BUMD yang masih mampu beroperasi secara wajar dan terpadu.

=====00000=====

***

Judul: Performance Management, Kaitan dengan Masalah Daya Saing & Produktivitas Dunia Usaha
Penulis: Ernawan S Koesoemaatmadja
Editor: Raka Alvaro Triputra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *