MajmusSunda News, Kota Bandung, 14 Juni 2026 – PT Majmu Musti Sundaya menyelenggarakan Silaturahmi dalam rangka syukuran berdirinya portal media MajmusSunda News di Hotel Holiday Inn Jl. Dr. Djunjunan No.96 kota Bandung, Minggu (14/06/2026).

Atas undangan langsung dari Komisaris Utama PT Majmu Musti Sundaya, Laksamana TNI (Purn) Dr. Ade Supandi, S.E., M.A.P., yang juga Presidium Pinisepuh Majelis Musyawarah Sunda (MMS), acara ini dihadiri para tokoh Jawa Barat diantaranya: Prof. Dr. Ir. Ganjar Kunia, DEA (Kepala Pusat Budaya Sunda UNPAD & Presidium Pinisepuh MMS), Drs. H. Nu’man Abdul Hakim (Wakil Gubernur Jabar 2003-2008 & Presidium Pinisepuh MMS), DR. (Hc) Hj. Halimah Munawir (budayawan/penulis & Presidium Pinisepuh MMS), Rd. Ir. Roza Rahmadjasa Mintaredja, M.Ars (Budayawan & Pinisepuh MMS), Mayjen TNI (Purn) Asep Kuswani, S.H. M.Si,HAN (Ketua Dewan Pembina Paguyuban Asep Dunia (PAD), Owner AsepNews & Pinisepuh MMS), Prof. Dr. Chye Retty Isnendes, S.Pd., M.Hum., (Komisaris PT Majmu Musti Sundaya/Ketua PATREM & Dewan Pakar MMS), Andri P. Kantaprawira, SIP, MM (Direktur Eksekutif MMS), H. Asep Caherulloh, AT, MM (Koordinator Pilar MMS Kaderisasi & Kepemimpinan (OKK), H. Asep Ruslan MS, S.Hut (Direktur MMS Divisi Pengembangan Anggota & SDM), Kolonel Laut (P) Erfan Indra Darmawan, SE, MM (Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut Bandung), Farhan Helmy (Presiden Dilans Indonesia), dan Yusran Helmy (Pendiri Dilans Indonesia).

Melampaui Sekadar Berita: Mampukah MajmusSunda News Menjadi Benteng Terakhir Budaya Sunda di Era Digital?
Di tengah riuhnya lalu lintas informasi digital yang sering kali mencerabut akar identitas bangsa, pertanyaan besar muncul: di manakah tempat bagi nilai-nilai tradisi? Ketika algoritma lebih mengutamakan kecepatan daripada kedalaman, kehadiran media yang berani memancangkan jangkar pada kearifan lokal bukan sekadar pilihan, melainkan sebuah kebutuhan eksistensial.
Menjaga jati diri Sunda di tengah arus globalisasi bukan hanya soal romantisme masa lalu, melainkan strategi bertahan hidup untuk masa depan.
Momentum krusial ini mewujud dalam acara syukuran dan silaturahmi berdirinya portal media MajmusSunda News yang diinisiasi oleh PT Majmu Musti Sundaya. Perhelatan ini bukan sekadar seremoni peresmian kantor berita. Ia adalah sebuah pernyataan sikap tentang bagaimana media modern seharusnya beroperasi: memiliki visi global, namun tetap berpijak kokoh pada tanah leluhur.

Harmonisasi Identitas: Nasionalisme yang Berakar
Keunikan MajmusSunda News langsung terasa sejak genderang pembukaan ditabuh. Prosesi acara ini secara cerdas menggabungkan simbolisme kenegaraan dan keluhuran tradisi. Dengan mengalunkan lagu kebangsaan “Indonesia Raya” yang bersanding harmonis dengan “Kidung Sunda” serta “Tari Selamat Datang”, institusi ini menegaskan posisi tawarnya: mereka tidak sedang membangun eksklusivitas kedaerahan, melainkan memperkuat fondasi nasionalisme melalui kekayaan lokal.
Bagi sebuah entitas media baru, sinkretisme budaya ini adalah langkah taktis untuk membangun legitimasi. Mereka mengirimkan pesan kuat bahwa kedaulatan informasi dimulai dari pengakuan terhadap identitas diri sendiri.

Ekspansi Literasi: Dari Kedalaman Spiritual ke Jangkauan Global
Salah satu pilar kekuatan yang diluncurkan adalah bedah buku “KEAGUNGAN KOTA SUCI” karya Bunda Halimah. Hal yang membedakan karya ini dari sekadar literatur lokal adalah keberaniannya hadir dalam empat bahasa. Ini adalah bentuk diplomasi budaya yang visioner; sebuah upaya membawa pesan-pesan spiritual dan intelektual lokal ke panggung internasional tanpa kehilangan substansinya.

Jika buku karya Bunda Halimah ini merepresentasikan kedalaman literasi spiritual yang menembus batas negara, maka kelahiran majalah “TATAR SUNDA” hadir sebagai jembatan komunikasi rutin bagi komunitas lokal. Majalah ini disiapkan untuk menjadi oase di tengah gempuran konten clickbait, menawarkan kedalaman ulasan yang selama ini dirindukan oleh para pemerhati budaya.
Dalam acara tersebut, geliat baru literasi dan apresiasi budaya ini diperkuat melalui:
- Peluncuran Program Utama: Bedah Buku Empat Bahasa “KEAGUNGAN KOTA SUCI”.
- Peresmian Majalah “TATAR SUNDA” sebagai wadah pemikiran komunitas.
- Pemberian Trophy dan Piagam sebagai bentuk apresiasi bagi figur yang berkontribusi pada pengembangan media ini.
- Sesi “Refleksi Perjalanan” dan “Apa Kata Pemerhati” sebagai bentuk keterbukaan media terhadap kritik dan masukan para tokoh.

Legitimasi Kepemimpinan: Sinergi Strategis dan Ketajaman Analisis
Struktur kepemimpinan di balik MajmusSunda News memberikan gambaran tentang betapa seriusnya proyeksi media ini. Kehadiran Laksamana TNI (Purn) Dr. Ade Supandi, S.E, M.A.P. sebagai Komisaris Utama membawa paradigma “kedaulatan”. Dengan latar belakang militer tingkat tinggi, beliau memposisikan pelestarian budaya sebagai bentuk pertahanan kedaulatan non-fisik yang sangat vital di era siber.
Di sisi lain, Direktur Utama Asep Zaenal Mustofa, SKM, M.Epid., memberikan sentuhan profesionalisme yang unik. Sebagai ahli epidemiologi, beliau membawa pendekatan yang terstruktur dan berbasis data dalam mengelola organisasi. Di tangan seorang ahli kesehatan masyarakat, MajmusSunda News diharapkan mampu menciptakan “ekosistem informasi yang sehat”—sebuah lingkungan media yang bebas dari virus disinformasi dan hoaks yang merusak tatanan sosial.
Dimensi integritas ini semakin lengkap dengan kehadiran Asep Caherulloh, A.T. M.M., CHRP, CRM, CT, CHt. yang memimpin prosesi doa dan tasya akur. Kolaborasi para ahli dari berbagai disiplin ini—mulai dari strategi pertahanan hingga manajemen sumber daya manusia—memastikan bahwa media ini tidak hanya dijalankan dengan semangat, tetapi dengan presisi profesional yang tajam.

Refleksi Akhir: Menjemput Masa Depan dalam Alunan Tradisi
Acara ditutup dengan ramah tamah serta hiburan Music Electone dan tarian ini menyisakan satu perenungan mendalam. MajmusSunda News telah meletakkan batu pertama dalam pembangunan jembatan antara masa lalu yang agung dan masa depan yang digital. Ini bukan sekadar bisnis media; ini adalah ikhtiar untuk memastikan bahwa suara para Inohong dan kearifan lokal tetap menggema di telinga generasi mendatang.
Kini, bola panas ada di tangan kita sebagai masyarakat. Apakah kita akan membiarkan media yang berbasis nilai ini berjuang sendirian, atau kita akan mengambil peran untuk mendukungnya? Karena pada akhirnya, menjaga budaya adalah tugas kebudayaan kolektif. Dukungan terhadap media yang berkarakter adalah investasi terbaik agar kita tidak menjadi asing di tanah sendiri.
***
Judul: Laksamana TNI (Purn) Dr. Ade Supandi, Sambut Para Tokoh Jabar di Acara Pemberian Penghargaan MajmusSunda News
Jurnalis: Asep Zaenal Mustofa
Editor: Asep Ruslan












