Transformasi Manajemen Dalam Rangka Menghadapi Peluang dan Tantangan

Oleh : Ernawan S Koesoemaatmadja (Guru Toge)

MajmusSunda News, Selasa (16/06/2026) – Artikel Berjudul “Transformasi Manajemen Dalam Rangka Menghadapi Peluang dan Tantangan” ini ditulis Oleh : Ernawan S Koesoemaatmadja/Pensiunan Guru Toge. Penulis merupakan Pinisepuh Pamangku Sunda/ Majelis Musyawarah Sunda, di dunia Industri (Textile,Bank, Perkebunan) pernah menjadi GM.Finance, GM.HRD, dan Direktur HRD di Rumah Sakit. Di dunia Pendidikan pernah menjadi Wakil Rektor bid.Kemahasiswaan &Alumni, Wakil Rektor bid.Sumberdaya dan Legal.

Mengamati perubahan ekonomi, Sosial, Politik, terlebih Pendidikan yang marwah kurikulumnya berubah rubah semaunya pembuat kebijakan, sehingga Lembaga dan Organisasi terkait harus tanggap bagi kelangsungan hidup yang pada duduk di kursi kekuasaan, minimal bisa Survive.

Ernawan S Koesoemaatmadja (Guru Toge) – (Sumber: Koleksi Pribadi)

Perubahan tersebut, tidak hanya menyangkut proses kerja, tetapi juga melibatkan Perubahan Organisasi dan Sistem , proses kerja , dilihat dari sifat perubahannya. Pada umumnya merupakan yang bersifat radikal, ada yang menyebut dengan istilah Transformasi, Reinventing, Strategic change atau Cultural Change.

Agar Organisasi atau Lembaga berharap mencapai hasil yang bisa diterima masyarakat pengguna, harus mengintegrasikan aspek berikut : Perubahan Attitude, Nilai nilai maupun perubahan methoda dan proses.
Kesemuanya harus didukung oleh 8 ( delapan ) langkah, diantaranya :

1.Menciptakan Sense of Urgency.
Mimpi dan praktek perubahan mustahil terjadi, jika Pembuat Kebijakan, Pengguna kebijakan dan pelaku organisasi tidak ada kemauan untuk berubah.
Pada umumnya kesadaran atau kemauan untuk berubah muncul bila ada Krisis atau Sense of Urgency.
2. Membentuk Team Koalisi. Adalah sebagai penggerak perubahan, mengarahkan dan mendorong terimplementasinya Perubahan diseluruh komponen , lapisan Lembaga/ Organisasi secara menyeluruh.

3. Menumbuh kembangkan Visi & Strategi.
Berperan penting dalam memperjelas arah dan tujuan perubahan, menyelaraskan tindakan, memotivasi masyarakat atau anggota melakukan tindakan dalam pencapaian Visi tersebut.
4.Infokom Visi Transformasi.
Perlu diinformasikan, dikomunikasikan di seluruh lapisan Organisasi atau Lembaga, supaya tidak cenderung berorientasi pada perilaku atau Culture Value lama.

5. Pemberdayaan Seluruh Level/ Lapisan.
Agar transformasi dapat berjalan secara efektif dan efisien, sangat dibutuhkan.peran aktif seluruh jajaran organisasi,serta dukungan Pembuat kebijakan
6. Menetapkan kemenangan Antara (Short Term Wins ).
Kemenangan Antara merupakan pencapaian sasaran jangka pendek proses transformasi, menunjukkan bahwa Pengorbanan ada manfaatnya , dengan mereview pencapaian kemenangan Antara, akan mampu membantu Organisasi atau Lembaga dalam Fine Tune Visi dan Strategi.

7. Konsolidasi hasil Perubahan & Mendorong Perubahan lanjutan.
Intinya adalah Perubahan yang sudah dilaksanakan , harus senantiasa ditingkatkan dan didorong.
8. Pengukuhan Perubahan Menjadi Corporate Culture.
Prises membudayakan perubahan ini mencakup Membudayakan Nilai Nilai, kepedulian kepada Masyarakat, mengutamakan Service Quality, respons yang cepat terhadap permintaan Masyarakat/ Rakyat sebagai Konsumen ( jangan harus demonstrasi dulu ) dan seluruh Pelaksana Kebijakan diajak untuk pengambilan keputusan.
Rampes.

===== 00000 =====

***

Judul: Transformasi Manajemen Dalam Rangka Menghadapi Peluang dan Tantangan
Penulis: Ernawan S Koesoemaatmadja
Editor: Raka Alvaro Triputra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *