Image Building (Citra) Sekolah, Membawa Mobilisasi Energi Cadangan

Oleh : Ernawan S Koesoemaatmadja (Guru Toge)

MajmusSunda News, Selasa (09/06/2026) – Artikel Berjudul “Image Building (Citra) Sekolah, Membawa Mobilisasi Energi Cadangan” ini ditulis Oleh : Ernawan S Koesoemaatmadja/Pensiunan Guru Toge. Penulis merupakan Pinisepuh Pamangku Sunda/ Majelis Musyawarah Sunda, di dunia Industri (Textile,Bank, Perkebunan) pernah menjadi GM.Finance, GM.HRD, dan Direktur HRD di Rumah Sakit. Di dunia Pendidikan pernah menjadi Wakil Rektor bid.Kemahasiswaan &Alumni, Wakil Rektor bid.Sumberdaya dan Legal.

Beberapa waktu ini, di media terpampang kesibukan para orang tua, mendaftarkan anak anaknya ke Sekolah Sekolah yang dicitrakan unggulan, serta dianggap punya *Kelas dan Rangking* terpuji. ( lucunya jaman sekarang yang super sibuk itu orang tua, budakna mah lalajo wae ).

Ilustrasi – (Sumber: Koleksi Pribadi)

Sesudah kurikullum yang hampir selalu berubah, sekarang Eksistensi Sekolah mulai lagi dikotak kotak, tapi ya sudah, mungkin itu harapan yang punya kebijakan, agar produk produk pendidikan dalam Negeri, bisa setara dengan Produk di Luar Negeri, biarpun tidak bisa disebut effek Minderwardig Bangsa Negara berkembang.

Sebutan apapun terhadap Integritas Sekolah, mungkin juga bisa memacu pola fikir para Pembuat Kebijakan, maupun Pelaksana Kebijakan Pendidikan & Pengajaran , untuk menemukan jalan yang *Seimbang dan Berkeadilan* terhadap perhatian Sekolah di Perkotaan dan Sekolah Sekolah di Peloksok, dalam menentukan *Langkah langkah Strategi Positioning*, adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan harapan, yakni dimana posisi dari Produk *Sekolah Kota & Sekolah pinggiran*, dalam fikiran prospek, juga merupakan apa yang akan ditawarkan oleh Sekolah, sehingga dapat menempati tempat yang berbeda, dan sangat bernilai dalam target yang difikirkan masyarakat, Orang tua dsn para siswa.

Faktor faktor manfaat Strategi Positioning, diantaranya : Faktor manfaat kompetensi lulusan, faktor kesesuaian, faktor nilai dan harga, faktor *Psikologis*, yang berujung pada faktor kompetitor Sekolah, terutama faktor Sekolah.
Termasuk *Karakteristik Sekolah dan Para Guru yang efektif*, yang juga terurai seperti : Penting ( Important ), Berbeda ( distinctive ), Hebat /*Bukan Unggul* ( Superior ), Communicable, Bertahan lama ( preemptive ), Mudah dicapai ( affordable ), menguntungkan ( profitable ).

Hal itu harus juga dideudeul dengan 8 ( delapan ) Dimensi dari Kualitas para Guru dan Pengajar, diantaranya : Penampilan, Atribut, Kehandalan, Pemenuhan kebutuhan, Kekuatan, Service Ability ( BP-BK yang Kompeten ), Estetika, Tingkat Disiplin dan mutu kerja.

*Juga perencanaan umum Agregat Guru*, selain dalam mengajar berdasarkan Kurikullum yangbditetapkan, juga harus selaras dengan : Pengawasan efektif terhadap siswa, gunakan hasil materi yang jempolan, pelihara fleksibilitas dalam menghadapi perubahan perilaku siswa karena dampak kebijakan Sekolah, rencsna2 kapasitas Sekolah, Pelihara *Disiplin Murid juga Disiplin Guru*, evaluasi diri secara teratur.

Disamping itu, agar Produk *Lulusan Sekolah Kota dan Sekolah Pinggiran* hasilnya tidak terlalu *Ganjor*, ( tidak jomplang ), Pemberi dan Pembuat Kebijakan Marwah Pendidikan, bersama sama memikirkan kembali *Definisi Resiko Pendidikan/Sekolah*, terkait dengan : a.Resiko. b. Dampak resiko. c. Risk Appetite. d. Inherent Risk. e. Residual Risk. f. Resiko kepatuhan. g. Resiko Operasional. h. Resiko Strategik.

Penunjang hal diatas disebut juga *Manajemen Resiko*, Lembaga Pendidikan atau Sekolah memberlakukan atau bertindak terhadap suatu Resiko *( Risk Treatment )*, dengan cara :
*1.Risk Avoidance.*
*2. Risk Reduction*.
*3. Risk Transfer*.
*4. Risk Acceptance*.

***

Judul: Image Building (Citra) Sekolah, Membawa Mobilisasi Energi Cadangan
Penulis: Ernawan S Koesoemaatmadja
Editor: Raka Alvaro Triputra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *