MajmusSunda News, Senin (08/06/2026) – Artikel Berjudul “Test Untuk Ukur Prestasi Kerja, Kompetensi dan Dinamika Champion” ini ditulis Oleh : Ernawan S Koesoemaatmadja/Pensiunan Guru Toge. Penulis merupakan Pinisepuh Pamangku Sunda/ Majelis Musyawarah Sunda, di dunia Industri (Textile,Bank, Perkebunan) pernah menjadi GM.Finance, GM.HRD, dan Direktur HRD di Rumah Sakit. Di dunia Pendidikan pernah menjadi Wakil Rektor bid.Kemahasiswaan &Alumni, Wakil Rektor bid.Sumberdaya dan Legal.
Dalam rangka pelaksanaan pembangunan NKRI , untuk mencapai dan membentuk masyarakat Adil dan Makmur, secara material dan Spiritual yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, menjadi faktor utama serta menentukan sebagai pelaksana Pembangunan adalah Faktor SUMBERDAYA INSANI.

Bidang Industri, merupakan salah satu bidang pembangunan diantara bidang bidang lainnya , dan salah satu bentuk dari Organisasi Industri adalah Perusahaan atau Korporasi. Perusahaan merupakan salah satu Organisasi Industri yang bergerak atau memproduksi pelbagai macam barang, dan jasa untuk memenuhi kebutuhan Manusia.
Dalam pelaksanaan Proses Industri inilah faktor manusia sebagai salah satu Dari 6 ( enam ) Sumberdaya yang diperlukan, memegang peranan penting sebagai Perencana – Pemikir – Pengambil Keputusan dan Pelaksana kegiatan Produksi tersebut.
Dengan kata lain, dapat diartikan pula bahwa Sumberdaya Insani ( SDI ) menjadi Asset penting pada Perusahaan atau Organisasi Industri lainnya. Melihat betapa Pentingnya Sumberdaya Insani, dalam pelaksanaan serta proses Produksi, maka Perusahaan akan memiliki Sumberdaya Insani yang mempunyai Kompetensi, selaras dengan tuntutan Perusahaan , untuk mencapai tujuan tertentu. Proses pemilihan kandidat karyawan yang dilakukan oleh perusahaan , dikenal dengan istilah Seleksi atau Assesment.
Sebelum hal itu dilakukan , terlebih dahulu Perusahaan menentukan Job Analysis – Job Description – Job Specification, dari lowongan pekerjaan yang akan diisi. ( kadangkala ada Perusahaan yang menggelikan, Job Description nya dibuat, tapi Job Analysis dan Job Specnya tidak ada.).
Dari 3 ( Tiga ) Job itulah, kemudian akan diperoleh syarat dan ketentuan oleh Perusahaan, yang menjadi Pegangan bagi komponen HRD atau HRM, baik persyaratan fisik, maupun persyaratan PSIKOLOGIS yang harus dipenuhi oleh Kandidat.
Salah satu Methoda yang digunakan dalam memilih Kandidat, adalah dengan Pemeriksaan Psikologi atau Psiko Test. Disamping methode lainnya, seperti ; Test Pengetahuan Akademik, Interview, Kesehatan. Pemeriksaan Psikologi, merupakan Test yang mengukur aspek aspek yang ada pada diri Individu. Khususnya komponen komponen Psikologis, seperti kemampuan umum yang terkait : Intelligensi, Stabilitas Emosi, dan Minat terutama yang menyangkut minat terhadap Pekerjaan.
Secara sederhana dapat dikatakan , bahwa pemeriksaan Psikologi Mengukur Potensi yang ada dalam diri Individu, pada dasarnya mengukur 3 ( tiga ) hal yang cukup dominan , adalah : Taraf Kecerdasan, atau Intelligence, Kinerja atau Sikap Kerja, Personality maupun Stabilitas Emosi.
Hasil pemeriksaan Psikologi ini, dapat dijadikan salah satu pertimbangan, apakah Calon/ Kandidat Karyawan tersebut Diterima untuk mengisi kekosongan pekerjaan yang tersedia, dapat diartikan bahwa Individu/ Sumberdaya Insani tersebut, diharapkan dapat memiliki Prestasi Kerja, yang lebih unggul, daripada mereka yang tidak diterima, untuk mencapai tujuan tujuan dari Perusahaan. ( Identitas, Kapasitas dan Kualitas ).
Prestasi Kerja yang ditampilkan oleh Sumberdaya Insani, dipengaruhi oleh Faktor Eksternal dan Faktor Internal, faktor Eksternal merupakan faktor yang berasal dari Lingkungan , seperti Salary, Situasi Kerja , Performance Management dll. ( Akuisisi, Pendaya gunaan, Pengembangan, Pemeliharaan, Pelepasan ).
Sedangkan Faktor Internal, merupakan faktor yang berasal dari dalam diri Sumberdaya Insani tsb, seperti Motivasi, keinginan, Kebutuhan, Harapan. Dll.
Dengan adanya faktor Eksternal dan Internal, maka prestasi kerja yang baik, atau yang efektif dan efisien, dapat saja terganggu apabila ada gangguan pada faktor faktor yang terdapat tadi.
Apabila hal itu terjadi, maka bukan tidak mungkjn Prestasi kerja, menjadi kurang optimal, sehinggs dapat mengganggu kekancaran produktivitas kerja, Perusahaan dapat kehilangan berbagai faktor, akibat adanya prestasi Sumberdaya Insani, yang kurang efektif dan efisien, khususnya terkait : *Kebijakan Mutu, Sasaran Mutu, Realisasi produk, Pengukuran, Analisis dan Perbaikan.*
Tetapi *Kecerdasan* saja tidaklah cukup untuk mencapai suatu Prestasi yang diharapkan, untuk mencapai suatu prestasi yang tinggi, harus juga memiliki *Bakat, Kemauan Besar, Ulet, tekun* dsb.
Untuk itu Korporasi merancang Penyediaan Sumberdaya, seperti : Kebutuhan Sumberdaya ditetapkan, disediakan untuk menerapkan dan memperbaiki *Sistem Manajemen Mutu*, untuk meningkatkan Kepuasan Konsumen. *( Immediate Customer, Intermediate Customer dan Ultimate Customer )*.
Salah satu alat Test, yang umumnya digunakan dalam Pemeriksaan Psikologi, adalah *TEST PAULI*. alat test ini mampu mengukur hal hal yang telah diuraikan diatas, terutama melihat *Seberapa besar kemauan akan menimbulkan daya juang pada Sumberdaya Insani* yang bersangkutan, sehingga dia mampu *Mengarahkan Energynya* untuk mencapai Prestasi Unggulan.
Secara keseluruhan alat Test ini mampu mengukur segi Kepribadian ( Personality ) , antara lain : *Daya tahan, Ketekunan, Penyesuaian diri*, selain itu dapat pula dilihat *Kecermatan, Ketelitian, Stabilitas, dan Labilitas*. Faktor ini mampu untuk untuk mempengaruhi, menghambat maupun mendorong untuk mempertinggi prestasi seseorang.
===== 00000 =====
Catatan : Penulis pernah berkiprah di Perusahaan terpadu ( Korporasi ) *Textile, Bank, Perkebunan*, dengan menjadi *General Manager HRD, General Manager Accounting & Keuangan, serta Direktur HRD/SDM*.
***
Judul: Test Untuk Ukur Prestasi Kerja, Kompetensi dan Dinamika Champion
Penulis: Ernawan S Koesoemaatmadja
Editor: Raka Alvaro Triputra












