MajmusSunda News – Bandung, Sabtu (06/06/2026) – Kisah Sampah ke GRAMMOR (WtA) Bagian 22 membahas riset skala kecil untuk menentukan mutu baseline dan formulasi spesifik GRAMMOR.

Sembari menanti proses konstruksi fisik 10 pabrik satelit selesai dipancang di seantero Bandung Raya, langkah strategis yang wajib berjalan simultan di laboratorium adalah riset skala kecil untuk merancang standar mutu baseline (pupuk dasar) GRAMMOR. Riset bioteknologi ini difokuskan untuk mengurai kandungan nutrisi murni hasil keluaran reaktor TTT Enzyme Composting (disingkat: TEC atau TEZ).
Secara ilmiah, pupuk kompos murni yang berasal dari sampah domestik pasar dan rumah tangga kota rata-rata hanya memiliki kandungan NPK alami berkisar antara 1% hingga 3% saja. Padahal, untuk mencapai standar pupuk organo-mineral komersial yang hebat, kita membidik angka formula ideal total NPK @15%.
Oleh karena itu, riset ini bertugas memetakan bahan organik lokal apa saja yang akan dijadikan campuran pengaya. Demikian juga, riset tersebut meneliti mineral alam apa yang disuntikkan di ruang mixer guna mengejar angka ideal tersebut secara konsisten.
Fokus riset utama dan yang paling pertama digarap adalah mematangkan GRAMMOR Formula Tanaman Pangan (Padi dan Jagung). Secara fisiologis, padi dan jagung berada dalam rumpun yang sama (Gramineae) sehingga memiliki karakteristik kebutuhan hara yang identik, yaitu sangat rakus terhadap unsur silika untuk memperkuat dinding sel batang agar tegak kokoh menantang angin serta tahan terhadap serangan hama penggerek.
Kekurangan kadar hara dari kompos sampah ditutup melalui fortifikasi. Misalnya, ditambah abu sekam padi lokal yang kaya akan bio-silika murni. Contoh lain, ditambah tepung darah atau tepung ikan untuk mendongkrak Nitrogen (N), batuan fosfat alam (rock phosphate) untuk unsur Fosfat (P), serta abu janjang sawit atau zeolit alam terdekat demi mengunci Kalium (K).
Mahakarya formula pangan ini disempurnakan melalui injeksi unsur mikro esensial (Fe, Zn, dan Mn) dari sumber alami. Tak lupa, bauran dengan cairan Zat Perangsang Tumbuh (ZPT) Hydrasil orisinal Pak Idrus yang secara radikal memicu ledakan pertumbuhan vegetatif dan perakaran tanaman sejak minggu pertama.
Evolusi riset berikutnya diarahkan untuk melahirkan varian kedua, yaitu GRAMMOR Formula Hortikultura yang dikhususkan bagi tanaman sayuran dan buah-buahan (seperti cabai, tomat, dan kentang) yang tumbuh subur di dataran tinggi Bandung Barat dan Kabupaten Bandung. Karakteristik tanaman hortikultura sangat sensitif terhadap keasaman tanah dan membutuhkan asupan hara makro sekunder seperti Kalsium (Ca) dan Magnesium (Mg) yang tinggi untuk mencegah kerontokan bunga serta meningkatkan kemanisan buah.
Untuk mengejar angka baseline NPK @15% pada varian ini, campuran bahan organik hulu diperkaya dengan tepung cangkang telur dan tepung tulang, misalnya, sebagai agen pengikat hara alami. Hasil riset merekomendasikan pupuk dasar hortikultura ini diaplikasikan dengan cara dibenamkan di dalam bedengan tanam, lalu secara berkala dikombinasikan dengan siraman cairan sisa dehidrasi sampah basah (Pupuk Organik Cair/POC) yang kaya akan asam amino esensial.
Varian ketiga yang tidak kalah strategis adalah GRAMMOR Formula Tanaman Tahunan (Perkebunan), yang dirancang khusus untuk memenuhi dahaga nutrisi tanaman keras berumur panjang seperti kopi di perbukitan lumbung Bandung, kelapa sawit, hingga tanaman karet nasional. Tanaman tahunan membutuhkan pasokan nutrisi yang dilepaskan secara super-lambat (ultra slow-release) karena struktur akarnya yang dalam dan luas.
Oleh karena itu, riset merancang agar butiran pelet GRAMMOR untuk varian tanaman tahunan dicetak dengan diameter yang lebih besar dan padat di ruang extruder. Juga, misalnya, pengayaan organiknya dicampur dengan ampas kopi industri dan bungkil jarak yang mengandung senyawa antimikroba alami, sehingga butiran pupuk dasar ini tidak mudah hancur dan mampu melepaskan unsur Nitrogen serta Kalium secara bertahap di dalam tanah hingga kurun waktu enam bulan penuh.
Agar inovasi WtA ini membumi dan mudah dipraktikkan, setiap karung premium GRAMMOR yang keluar dari ruang pengemasan otomatis akan dilengkapi dengan lembar infografis Petunjuk Penggunaan Berbasis Riset. Berdasarkan varian tanamannya, petani akan dipandu secara gamblang mengenai dosis penaburan pupuk dasar (baseline) serta metode aplikasi spesifik di lapangan.
Sebagai contoh, jika pada komoditas padi GRAMMOR disebar merata di atas lahan basah saat pembajakan, maka pada komoditas jagung, petunjuk penggunaan akan mengarahkan petani mengaplikasikannya dengan metode tugal (dimasukkan langsung ke dalam lubang tanah di samping benih). Panduan riset ini juga menyarankan kombinasi taburan kompos maggot BSF lokal buatan masyarakat pada hari ke-30 untuk menyuplai ekstra hormon pertumbuhan alami secara instan.
Melalui rangkaian riset skala kecil yang terukur dan aplikatif ini, draf akademis GRAMMOR naik kelas menjadi dokumen panduan industri agrikultur yang sangat ilmiah dan bernilai komersial tinggi. Kita tidak hanya menjual pupuk hasil olahan sampah kota, melainkan menjual sebuah sistem kesuburan tanah transformatif yang menghormati karakteristik unik setiap komoditas tanaman pangan.
Di bawah kawalan ketat para bioteknolog dan laboran andal Indonesia, standardisasi baseline mutu GRAMMOR siap dideklarasikan dari laboratorium Bandung. Ini ibarat senjata pamungkas yang tidak hanya menghentikan pencemaran lindi urban, tetapi juga menggaransi lompatan panen raya yang berkesinambungan di atas tanah Ibu Pertiwi.
Riset juga meliputi lokasi sumber bahan alami yang paling dekat dengan masing-masing lokasi pabrik GRAMMOR. Riset juga meliputi bagaimana kalau harus budidaya tanaman tersebut untuk bahan GRAMMOR baseline (silika, N, P, K, dan unsur-unsur mikro) untuk masing-masing lokasi. –> ke Bagian 23, Skema Badan Hukum Kemitraan Perusahaan.
Judul: Kisah Sampah ke GRAMMOR (WtA) Bagian 22: Studi Kasus Bandung Raya Ke-5, Riset Skala Kecil Menentukan Mutu Baseline dan Formulasi Spesifik GRAMMOR
Penulis: Oman Abdurahman terlahir di Ciamis, 14 Desember 1961. Beliau menyelesaikan S-2 Rekayasa Pertambangan Institut Teknologi Bandung, Bidang Hidrogeologi. Segudang pengalaman pendidikan, kerja, dan organisasi telah mewarnai hidupnya. Alamat email: omanarah20@gmail.com
Editor: Asep AZM/Parkah












