Pendidikan Gerakan Kepanduan Praja Muda Karana (Pramuka), Suatu Proses Khusus

Oleh : Ernawan S Koesoemaatmadja (Guru Toge)

MajmusSunda News, Kamis (04/06/2026) – Artikel Berjudul “Pendidikan Gerakan Kepanduan Praja Muda Karana (Pramuka), Suatu Proses Khusus” ini ditulis Oleh : Ernawan S Koesoemaatmadja/Pensiunan Guru Toge. Penulis merupakan Pinisepuh Pamangku Sunda/ Majelis Musyawarah Sunda, di dunia Industri (Textile,Bank, Perkebunan) pernah menjadi GM.Finance, GM.HRD, dan Direktur HRD di Rumah Sakit. Di dunia Pendidikan pernah menjadi Wakil Rektor bid.Kemahasiswaan &Alumni, Wakil Rektor bid.Sumberdaya dan Legal.

Pembinaan anggota Pramuka, yang merupakan *komponen Nasional yang penting*, merupakan potensi vital dan strategis, yang mempunyai ciri ciri tersendiri yang khusus, dan pembinaannya merupakan bagian *Integral* dari Pembinaan generasi muda Indonesia. Pertumbuhan dan perkembangan Kepramukaan pada umumnya, menyangkut masa depan Bangsa dan Negara, terutama dalam aspek Pembentukan *Manusia Pancasila*, warganegara yang baik, yang lebih bertanggung jawab dan mampu mengisi serta *membina Kemerdekaan Bangsa*, sehat jasmani dan rokhani, memiliki kreativitas dan tanggung jawab dst.

Ernawan S Koesoemaatmadja/ Pensiunan Guru Toge (atas kanan) – (Sumber: Koleksi Pribadi)

Pola pengembangannya harus bersifat kontinyu, mempertimbangkan pengalaman yang lalu, memperhatikan masa kini, dan berorientasikan masa depan.

Namun harus juga diingat, bahwa *Student Body* adalah suatu masa yang mengalir, anggota baru-Masuk, menjadi mantap dan terlatih, keluar diganti yang baru lagi ( dalam setiap Tatanan berlaku demikian, sejak SIAGA, PENGGALANG, PENEGAK, PANDEGA ).

Jadi dalam hal ini proses pembinaannya yang utama harus ditekankan dari kegiatan kegiatan adalah *Partisipasinya – Persepsi – dan Apresiasi*, sedangkan prestasi tentunya merupakan hasil yang dapat menambah kegairahan. Dengan demikian, mendidik dan membina Pramuka selaku peserta didik, itu ibarat tanaman yang berbuahnya sangat lama. Oleh karena itu kita selaku Pembina, Pengurus Kwarran, Kwarcab, Kwarda serta Kwarnas, bahwa buah yang kita pupuk sangat lama itu, adalah benar benar menghasilkan.buah yang manis, harum dan bermanfaat bagi masyarakat. *( Ghanda Prada Parama)*.

Agar mendapat buah yang demikian, kita selaku Pembina dan Pengurus, haruslah sangat hati hati dan penuh pertimbangan sejak memilih ” Tanah untuk ditanami, memberi pupuk, menyiram sampai pada menjaganya, jangan sampai mati atau rusak sebelum berbuah”. Jika *Manusia Muda* yang kita bina ingin berkembang menjadi Pribadi yang sempurna, maka ia harus mengalami gemblengan pula, dan perkembangan dallam ketiga lingkungan Pendidikan.lain, yaitu :

*1.Anggota keluarga di Rumah*, yang menanamkan cinta kasih, tatakrama dan Budi Pekerti.
*2. Di Sekolah dan Kampus* yang mengembangkan Rasio dan Intelektual.
*3. Mengambil manfaat dari School Of Life*, untuk memperdalam rasa dan tanggung jawab Sosial.

Disamping ketiga hal penunjang itu, berhasilnya usaha pembinaan ditentukan.pula oleh ada dan tumbuhnya Motivasi anggota, yaitu kesadaran akan apa dan untuk apa sesuatu dipelajari atau dikerjakan. Pengembangan daya Inisiatif, kreativitas dan gairah untuk berprestasi lebih baik, harus dirangsang dengan prinsip pembinaan secara *Tur Wuri Handayani*. Pembinaannya mengarahkan kedalam titik pusat Pendidikan pembinaan sikap mental yang kritis, obyektif serta kreatif dilakukan dengan melalui hubungan sikap sehari hari. Senantiasa berdasarkan pertimbangan pertimbangan yang bukan menunjukkan *The Force Of Violence*, akan tetapi haruslah selalu menunjukkan *The Force Of Reason*.

Dampak penunjang yang lain, adalah kegiatan dan latihan akan merupakan kesempatan yang sebaiknya bagi setiap anggota, untuk belajar dari pengalaman sendiri haruslah menjadi kesadaran anggota Pramuka. Prestasi hanya dapat dicapai dengan pengerahan tenaga dan perhatian secara ulet dan Disiplin. Meskipun diperlukan daya ( *Puraga*) dan dana untuk meraih serts menjangkau prestasi, namun bagi para anggota yang harus ditekankan adalah komponen daya/ usaha nomor satu, dana adalah nomer dua.

Dengan demikian porsi Pendidikan dan Pembinaan tersebut, dapat mengarah kepada *Proses Personality dan Sosialisasi*, melatih Personality dapat dikembangkan rasa bangga *( reueus)* atas kemampuan kreativitasnya, atas jiwa Pembaharu dan kepercayaan diri pribadi, serta atas kemampuan kerja sendiri.
Hal ini hanya dapat diterima ataupun ditumbuhkan pada setiap Latihan , yang memerlukan nilai nilai kedisiplinan yang utuh, untuk masa depannya nanti :

a.Disiplin terhadap WAKTU.
b. Disiplin terhadap TARGET.
c. Disiplin terhadap PRIORITAS.
d. Disiplin terhadap PROSEDUR.
e. Disiplin terhadap MUTU KERJA.

Kedua, dapat pula merupakan suatu nilai Sosialisasi *( The Socialization Process )* ini merupakan kompromi antara nilai Kemampuan bakat dan minat individu atau anggota, dengan tntutan tuntutan orang lain ini, secara kolektif diwakili oleh organisasi, dan pola kegiatan serta kedisiplinan. Disadari benar, betapa banyaknya faktor penghambat dan prasyarat yang harus dipenuhi dalam mencapai sasaran yang ingin dituju, dari hakikat atau marwah Kependidikan & Pembinaan Gerakan Pendidikan Kepanduan – Praja Muda Karana. Sebagai lingkungan Pendidikan disamping lingkungan Pendidikan lainnya, *Pramuka* seyogyanya mengembangkan aspek aspek tertentu dari kelengkapan sifat sifat pribadi yang utuh.*( Commonicerende Vaten)*.

Salam Pramuka.

***

Judul: Pendidikan Gerakan Kepanduan Praja Muda Karana (Pramuka), Suatu Proses Khusus
Penulis: Ernawan S Koesoemaatmadja
Editor: Raka Alvaro Triputra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *