MajmusSunda News, Minggu (03/05/2026) – Dulu kita dikenal sebagai Bangsa Pejuang ( A Fighting Nation ), dan kini kita terpuruk menjadi A Beggar Nation, atau Bangsa yang mengemis, ini karena kita telah melupakan Sejarah Pendidikan Bangsa Sendiri. Dimana aplikasi di lapangan Guru / Pendidik – Pengajar ( umum, Agama dll ), adalah kelompok Intelektual , yang mempunyai peran sangat strategis, dalam menentukan masa depan Anak Bangsa, Bangsa dan Negara.
Oleh karenanya, dari kalangan Guru – Pendidik – Pengajar lah, diharapkan lahir generasi generasi baru Bangsa yang potensial, yang mampu memahami segala tuntutan dan kebutuhan Pembangunan, termasuk memelihara serta menjaganya dari Pelbagai tantangan, hambatan dan gangguan , asalkan tidak setiap periode berganti Kurikullum yang membuat Resultante Pendidikan terseok seok, apalagi daya dukung Sumberdaya tidak optimum. ( Sumberdaya Manusia, Keuangan, Material, Sarana – Prasarana, Waktu dan Infokom ).
Orang hebat, bisa melahirkan beberapa karya bermutu, tapi Guru – Pendidik – Pengajar bermutu mampu melahirkan jutaan orang yang hebat melalui interaksi , diantaranya :
1.menghasilkan ilmu ilmu baru ( Knowhow & Knowledge ).
2.Menghasilkan dasar dasar Insani baru dan unggul.
3.Menanamkan Disiplin & Academic Value.
4.Menanamkan Standard Moral, Karakter , Kepribadian Mulia Bangsa.
5.Menggandeng tangan, membuka fikiran, menyentuh hati, membentuk masa depan .
(Seorang Guru – Pendidik – Pengajar yang menjadi Model, akan berpengaruh selamanya, dan merupakan suatu kehormatan yang luhur.). Guru – Pendidik – Pengajar yang dibekali Wawasan Kebangsaan, adalah salah satu bentuk pemeliharaan kesinambungan Pembangunan yang ada didalamnya, termasuk menangkal berbagai hambatan, tantangan dan gangguan, baik yang berasal dari luar ataupun dari dalam.
Mereka diharapkan tetap menjadi pelopor, bukan saja dalam bidang Pembangunan, akan tetapi juga di bidang Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara, yang akan menjadi Dimensi Identitas Nasional, diantaranya :
a. Pola Perilaku, yang terwujud dalam kehidupan sehari hari.
Misalnya : adat istiadat, budaya, kebiasaan ramah tamah, hormat pada orang tua, Guru, serta gotong royong merupakan salah satu Identitas Nasional, bersumber adat istiadat dan budaya asli.
b. Lambang Lambang, menggambarkan Tujuan dan fungsi Negara, biasanya dinyatakan dalam Undang Undang, misalnya : Bendera, Bahasa, Lagu Kebangsaan.
c. Perangkat Perlengkapan, berupa Bangunan, Peralatan ataupun Teknologi, seperti : Candi, Mesjid, Gereja, Pakaian adat, Pertanian, Teknologi Pesawat, Laut dsb.
d.Target yang ingin dicapai, Dinamis, budaya unggul, prestasi bidang bidang tertentu.
Seperti tertuang dalam Pembukaan UUD.1945, yakni Kecerdasan dan Kesejahteraan Bersama Bangsa Indonesia. Juga termaktub dalam kemajemukan perpaduan, unsur unsur yang menjadi inti Identitas, yakni : Sejarah BANGSA, Kebudayaan, Suku Bangsa, Agama dan Bahasa.
***
Judul : Peran Guru & Pendidik Daya Dongkrak Marwah Pendidikan, Menjadi Bangsa Pejuang Bermartabat
Penulis : Ernawan S Koesoemaatmadja
Editor : Raka Alvaro Triputra












