MajmusSunda News – Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (14/03/2026) – Luangkan satu jam berkualitas bersama anak menjadi ajakan yang disampaikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) di tengah meningkatnya penggunaan gawai dan media sosial di kalangan anak serta remaja. Melalui kegiatan Safari Penguatan Karakter: #SatuJamBerkualitas Bersama Keluarga, pemerintah mendorong orang tua dan sekolah memperkuat kolaborasi dalam menanamkan nilai-nilai karakter melalui aktivitas sederhana seperti bercerita, berdialog, dan bermain bersama.
Dalam kesempatan tersebut, Ibu Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Masmidah Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk menanamkan kebiasaan baik kepada anak-anak Indonesia sejak dini. Menurutnya, pembentukan karakter tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif keluarga.

“Melalui Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, kita ingin membangun generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki karakter yang kuat,” ujar Mendikdasmen saat kegiatan berlangsung di Banten, Selasa (10/3).
Ia menjelaskan bahwa tujuh kebiasaan tersebut meliputi bangun pagi, beribadah, berolahraga, gemar belajar, bermasyarakat, makan sehat dan bergizi, serta tidur tepat waktu. Kebiasaan sederhana ini diyakini menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter.
Selain itu, Kemendikdasmen juga mengajak keluarga untuk menjalankan gerakan #SatuJamBerkualitas Bersama Keluarga, yaitu menyediakan waktu setiap hari untuk berinteraksi dengan anak melalui kegiatan sederhana seperti berbincang, membaca cerita, atau bermain bersama.

“Waktu sederhana bersama anak akan menjadi momen berharga untuk memperkuat kedekatan antara orang tua dan anak,” kata Mendikdasmen di hadapan peserta kegiatan yang diikuti murid dan orang tua secara serentak di tiga wilayah, yaitu Provinsi Banten, Sulawesi Tengah, dan Kepulauan Bangka Belitung.
Luangkan Satu Jam Berkualitas untuk Mengurangi Ketergantungan Gawai
Kepala Pusat Penguatan Karakter Kemendikdasmen Rusprita Putri Utami menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan respons terhadap berbagai tantangan yang dihadapi anak-anak saat ini, termasuk meningkatnya penggunaan gawai dan internet.
Ia mengungkapkan bahwa berbagai data menunjukkan tingginya tingkat ketergantungan anak terhadap perangkat digital. Sekitar 31,4 persen remaja di Jakarta mengalami kecanduan internet, 7 dari 10 remaja putri kecanduan media sosial, dan 9 dari 10 remaja putra kecanduan gim daring.

Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga dapat memengaruhi kesehatan mental serta kualitas interaksi sosial anak apabila tidak diimbangi dengan aktivitas positif di lingkungan keluarga.
“Untuk menghadapi tantangan ini, peran keluarga menjadi sangat sentral. Orang tua perlu menghadirkan aktivitas-aktivitas bermakna di rumah agar anak-anak dapat mengisi waktu dengan kegiatan yang edukatif sekaligus menyenangkan,” ujarnya.

Dalam kegiatan Safari Penguatan Karakter, anak-anak juga mengikuti berbagai aktivitas edukatif seperti pemutaran film pendek produksi Pusat Penguatan Karakter berjudul Benih Kejujuran, pagelaran dongeng bertema Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, permainan edukasi berbasis kearifan lokal, hingga kegiatan refleksi berupa penulisan esai untuk meningkatkan literasi siswa sekolah dasar.
Kegiatan tersebut turut melibatkan komunitas Kampung Dongeng Indonesia yang menghadirkan sesi mendongeng bagi anak-anak dan orang tua.

Melalui kegiatan ini, Kemendikdasmen berharap praktik penguatan karakter berbasis keluarga dapat semakin meluas di berbagai daerah. Dengan demikian, akan terbentuk ekosistem pendidikan yang saling mendukung antara sekolah, keluarga, masyarakat, dan media dalam membangun generasi Indonesia yang berkarakter.
Judul: Luangkan Satu Jam Berkualitas Bersama Anak, Kemendikdasmen Ajak Keluarga Kurangi Adiksi Gawai
Jurnalis: AGP
Editor: Parkah












