MajmusSunda News – Jatinangor, Kamis (25/12/2025) – Studi HARVEST UNPAD berhasil menyelesaikan uji klinik multisenter dan multinasional terkait tuberkulosis otak yang melibatkan para peneliti dari Universitas Padjadjaran (Unpad), Universitas Indonesia (UI), dan Oxford University Clinical Research Unit (OUCRU). Penelitian ini diumumkan di Jatinangor, 22 Desember 2025, dan menjadi salah satu studi terbesar yang pernah dilakukan untuk penyakit meningitis tuberkulosis.
Meningitis tuberkulosis merupakan bentuk paling berat dari penyakit TB karena menyerang selaput dan jaringan otak. Penyakit ini umumnya menyerang anak-anak dan dewasa muda, dengan tingkat kematian serta kecacatan yang tinggi. Hingga kini, pengobatan meningitis TB masih menghadapi tantangan besar karena obat antituberkulosis sulit menembus sawar darah otak secara optimal.
Studi HARVEST (High Dose Oral Rifampicin to Improve Survival from Adult Tuberculous Meningitis) melibatkan institusi riset dari Indonesia, Uganda, Afrika Selatan, Belanda, dan Amerika Serikat. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas pemberian rifampisin dosis tinggi dibandingkan dosis standar dalam meningkatkan keselamatan pasien meningitis TB.
Sejak tahun 2010, tim peneliti dari Unpad bersama Radboudumc Belanda telah mengembangkan berbagai penelitian terkait penggunaan rifampisin dosis tinggi. Uji klinik tahap awal menunjukkan potensi manfaat terapi tersebut, sehingga dilanjutkan ke tahap uji klinik fase ketiga melalui Studi HARVEST.
Sebanyak 499 pasien dewasa dengan meningitis TB direkrut dari sembilan rumah sakit di Indonesia, Uganda, dan Afrika Selatan. Di Indonesia, penelitian dilaksanakan di RS Hasan Sadikin, RS Cibabat, RS Immanuel Bandung, RS Cipto Mangunkusumo, dan RS Polri Jakarta. Sebanyak 193 peserta berasal dari Indonesia.
Seluruh peserta menerima pengobatan standar TB, dengan sebagian mendapatkan rifampisin dosis tinggi dan sebagian lainnya dosis standar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan rifampisin dosis tinggi tidak memberikan perbedaan signifikan terhadap angka kematian dibandingkan dosis standar. Meski demikian, temuan ini memberikan dasar ilmiah yang kuat dalam penyusunan pedoman terapi TB secara global.
“Ada tiga pilar utama dalam memperbaiki luaran penyakit ini, yaitu diagnosis yang tepat, penanganan komplikasi, serta pemberian terapi yang sesuai dosis,” ujar dr. Ahmad Rizal Ganiem, SpS(K), PhD, Peneliti Utama dari RS Hasan Sadikin dan Departemen Neurologi FK Unpad.
Sementara itu, Prof. dr. Rovina Ruslami, SpPD, PhD, dari Departemen Ilmu Kedokteran Dasar FK Unpad menegaskan bahwa hasil penelitian ini penting untuk memperkuat bukti ilmiah dalam penatalaksanaan meningitis TB di tingkat global.
Tentang Studi HARVEST
Studi HARVEST merupakan uji klinik fase tiga berskala internasional, acak, tersamar ganda, dan menggunakan kontrol plasebo. Penelitian ini dilaksanakan di sembilan rumah sakit di Indonesia (Bandung dan Jakarta), Afrika Selatan, dan Uganda. Studi ini melibatkan kolaborasi internasional antara Universitas Padjadjaran, Universitas Indonesia, Radboudumc Belanda, University of Minnesota, serta berbagai institusi kesehatan lainnya.
Studi HARVEST dipimpin oleh Prof. Rovina Ruslami dari Universitas Padjadjaran dan Prof. David Meya dari Infectious Diseases Institute, Makerere University, Uganda. Penelitian ini didanai oleh UK Medical Research Council melalui program Joint Global Health Trials.
Judul: Studi HARVEST UNPAD Ungkap Hasil Uji Klinik Multinasional Tuberkulosis Otak
Jurnalis: Asep GP
Editor: Parkah












