MajmusSunda News, Tasikmalaya, Jawa Barat, Jum’at (7/1/2025) Artikel dalam Rubrik “KHASANAH”, berjudul “ 4 Cara Puasa Rasulullah SAW di Bulan Syaban, Salah Satunya Puasa Sebulan Penuh, ditulis oleh Agung Ilham Setiadi
Bulan Syaban (Rewah. Rayagung; Sunda, Red) adalah salah satu bulan yang dimuliakan oleh Allah dan penuh dengan kebaikan, keberkahan dan keutamaan.
Dalam tarikh (sejarah Islam) telah mencatat bahwa terjadi beberapa kejadian penting pada bulan Syaban. Dikutip dari buku Menggapai Berkah di Bulan-bulan Hijriyah oleh Siti Zumratus Sa’adah, bulan Syaban adalah bulan Rasulullah SAW.
Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda,
“Rajab adalah bulan Allah, Sya’ban adalah bulanku, dan Ramadhan adalah bulan umatku.”
Banyak terjadi kejadian yang mulia dan agung di bulan Syaban. Peristiwa atau kejadian itu menjadikan bulan Syaban adalah bulan yang mulia dan istimewa. Simak berikut di bawah ini beberapa kejadian di bulan Syaban yang dapat dipelajari oleh umat Islam.
Apa saja kejadian penting yang terjadi bulan Syaban
Dikutip dari buku Mengenal Nama Bulan dalam Kalender Hijriyah oleh Ida Fitri Shohibah, dan buku Dalam Naungan Bulan Penuh Kemuliaan; Fikih Ramadhan 4 Mazhab oleh Gus Arifin, simk berikut di bawah ini beberapa peristiwa di bulan Syaban:
1. Berpindahnya Kiblat Kaum Muslimin
Pada bulan Syaban, kiblat kaum muslimin berpindah. Awalnya, kiblat kaum muslimin menghadap ke Baitul Maqdis dan membelakangi Ka’bah selama 16 bulan, kemudian kiblat berpindah ke arah Makkah.
Perpindahan kiblat tersebut selalu dinantikan oleh Rasulullah SAW.
Rasulullah SAW selalu menunggu turunnya wahyu dari Allah SWT agar Allah SWT mewujudkan dan mengabulkan permintaannya.
Tidak lama kemudian, keinginan Rasulullah SAW dikabulkan dengan menurunkan wahyu dalam firman-Nya yang termaktub dalam surah Al Baqarah ayat 144,
قَدْ نَرٰى تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِى السَّمَاۤءِۚ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضٰىهَا ۖ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ۗ وَحَيْثُ مَا كُنْتُمْ فَوَلُّوْا وُجُوْهَكُمْ شَطْرَهٗ ۗ وَاِنَّ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ لَيَعْلَمُوْنَ اَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَّبِّهِمْ ۗ وَمَا اللّٰهُ بِغَافِلٍ عَمَّا يَعْمَلُوْنَ ١٤٤
Artinya: “Sungguh, Kami melihat wajahmu (Nabi Muhammad) sering menengadah ke langit. Maka, pasti akan Kami palingkan engkau ke kiblat yang engkau sukai. Lalu, hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram. Di mana pun kamu sekalian berada, hadapkanlah wajahmu ke arah itu. Sesungguhnya orang-orang yang diberi kitab benar-benar mengetahui bahwa (pemindahan kiblat ke Masjidilharam) itu adalah kebenaran dari Tuhan mereka. Allah tidak lengah terhadap apa yang mereka kerjakan.”
2. Ditetapkannya Puasa Ramadhan sebagai Puasa Wajib (fardhu)
Puasa Ramadhan ditetapkan sebagai puasa wajib (fardhu) pada tanggal 10 Syaban tahun 2 Hijriyah. Tepatnya satu setengah tahun setelah hijrahnya Rasulullah SAW.
3. Peperangan Bani Mustaliq
Bani Mustaliq adalah salah satu pihak dari kaum Yahudi. Mereka memiliki rencana untuk membunuh Rasulullah SAW. Salah satu sahabat dari pihak Badwi menyampaikan berita tersebut kepada Rasulullah SAW.
Peristiwa ini terjadi pada bulan Syaban, 5 Hijriyah. Di peperangan ini, pasukan muslimin berhasil melumpuhkan pasukan Bani Mustaliq.
4. Terdapat Malam yang Penuh Berkah
Bulan Syaban memiliki malam yang penuh berkah, mulia, dan agung. Di malam itu juga turun pengampunan dari Allah SWT. Disebutkan dalam sebuah riwayat,
“Allah Tabaraka wa Ta’ala melihat kepada semua hambanya di malam Nisfu Sya’ban, kemudian memberikan pengampunan kepada mereka semuanya kecuali kepada musyrik dan orang yang selalu mengajak kepada perselisihan.”
5. Turunnya Ayat Perintah Bershalawat
Pada bulan Syaban, Allah menurunkan ayat perintah untuk bershalawat kepada Rasulullah SAW.
“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.” (QS. Al-Ahzab: 56)
6. Diperlihatkannya Semua Perbuatan Manusia kepada Allah SWT
Semua perbuatan manusia diperlihatkan kepada Allah SWT pada bulan Syaban. Diangkatnya amal manusia adalah salah satu bentuk kekuasaan dan keagungan Allah SWT serta bukti akan ditampakkannya perbuatan-perbuatan manusia di alam arwah di depan malaikat.
Dari Usamah bin Zaid RA, “Wahai Rasulullah! Aku tidak pernah melihat engkau berpuasa di satu bulan, seperti engkau telah berpuasa di bulan Syaban? Beliau bersabda, ‘Bulan itu adalah bulan yang telah dilupakan oleh banyak orang, yaitu antara Rajab dan Ramadan, ia adalah bulan, amal perbuatan di dalamnya diangkat kepada Tuhan seluruh alam dan aku senang amalku diangkat sedang aku dalam keadaan berpuasa.”
7. Bulan Ditentukannya Umur Manusia
Umur manusia ditentukan pada bulan Syaban. Dari Aisyah RA bahwa Rasulullah SAW berpuasa penuh di bulan Syaban.
Aisyah RA berkata, “Aku berkata kepada Rasulullah SAW, ‘Wahai Rasulullah! Apakah puasa yang paling disukai oleh Allah adalah puasa di bulan Syaban?’ Beliau bersabda, ‘Sesungguhnya Allah di bulan ini telah menulis seorang sebagai mayat di tahun itu, maka aku senang ajalku datang kepadaku sedang aku dalam keadaan berpuasa’.”
Judul:7 Kejadian Penting di Bulan Syaban, Ditetapkannya Puasa Ramadhan Menjadi Puasa Wajib dan Pindahnya Kiblat
Penulis: Agung Ilham Setiadi
Editor: AIS












