Majmussunda.id – Batam, Kamis (12/03/2026), Pimpinan Wilayah Asal Garut (PW Asgar) menggelar buka puasa bersama (bukber) bertempat di AGlow Hotel Harbour Bay, Kecamatan Batu Ampar Kota Batam Kepulauan Riau.
Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura yang juga pembina Asgar turut menghadiri kegiatan buka puasa bersama tersebut,

Kegiatan ini mengusung tema “Bersama Dalam Berbagi – Ngahiji Dina Silaturahmi: Ngaraksa Silaturahmi di Bulan Shiyam, Ngariung Mawa Kabagjaan”
Turut hadir juga Paguyuban-paguyuban, komunitas Kasundaan Jabar-Banten di acara tersebut, ada sesepuh Asal Sukabumi (Asmi) Kang Yusron Roni, Sesepuh Paguyuban Pasundan Kepri Kang Dede Suparman, Kadis Min Pers Kodaeral IV Letkol Laut (KH) Udung Nurrohman S.Ag.,M.Han.
Sesepuh Baraya Sunda Sei Beduk (BSSB) Batam, Ustadz Abah Hilman Syahrudin, Ustadz Sulaiman dan jajaran pengurus harian kang Asep Fahrudin.
Turut hadir juga, Ketua BKOW Kepri Nenny Dwiyana Nyanyang, Ketua Asgar Kota Batam Kang Tria Lenggana beserta unsur pengurus dan anggota Asgar, Tim Percepatan Pembangunan Provinsi Kepri, Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kepri.

Tampak suasana hangat dan penuh kekeluargaan terasa saat warga masyarakat Sunda Perantauan berkumpul untuk mempererat silahturahmi di bulan Ramadan.
Wagub Nyanyang menyampaikan rasa syukurnya dapat kembali bertemu dan bersilahturahmi dengan keluarga besar masyarakat Sunda di Batam. Ia menilai keberadaan paguyuban daerah memiliki peran penting dalam memperkuat persatuan di tengah keberagaman masyarakat Kepulauan Riau.
Menurutnya, Batam dikenal sebagai miniatur Indonesia karena dihuni berbagai etnis dari seluruh nusantara. Beragam paguyuban daerah seperti Jawa, Sunda, Minang, Bugis, Batak hingga Karimun hidup berdampingan dan menjadi bagian dari kekuatan sosial di daerah tersebut.
“Keberadaan paguyuban tidak hanya menjaga budaya dan tradisi, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial seperti santunan anak yatim, bantuan bencana, hingga kegiatan keagamaan,” kata Nyanyang.
Ia menambahkan, kontribusi paguyuban sangat besar dalam menjaga harmoni sosial di Batam. Selain menjadi wadah silaturahmi masyarakat perantauan, paguyuban juga berperan sebagai jembatan komunikasi antara masyarakat dengan pemerintah.
“Paguyuban memperkuat kohesi sosial dan bahkan ikut mendorong pengembangan ekonomi masyarakat melalui koperasi dan UMKM,” tambahnya.
Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, lanjut Nyanyang, memandang paguyuban sebagai modal sosial yang sangat berharga dalam pembangunan daerah. Karena itu, pemerintah terus mendorong kolaborasi lintas paguyuban serta mendukung kegiatan kebersamaan, termasuk kegiatan Ramadan yang mempererat persaudaraan.
“Dengan cara ini, keberagaman yang ada di Kepri, khususnya di Batam, bukan menjadi perbedaan yang memisahkan, melainkan kekuatan yang menyatukan,” tegasnya.
Ia juga menegaskan bahwa Kepulauan Riau merupakan wilayah yang kaya dengan budaya Melayu dan nilai religius. Selain itu, provinsi ini memiliki posisi strategis sebagai gerbang utara Indonesia yang berbatasan langsung dengan sejumlah negara tetangga.
“Karena itu Kepri sering disebut sebagai miniatur Indonesia, karena berbagai suku, ras, dan agama dapat hidup berdampingan secara aman, nyaman, dan tenteram,” tutup Kang Harris Nyanyang Pratamura.
Di akhir acara kegiatan buka puasa bersama di tutup dengan doa oleh Ustadz Abah Hilman Syahrudin dan di lanjutkan dengan ramah tamah.
Jurnalis: Andri Yan












