MajmusSunda News – Bandung, Minggu (04/10/2026) – DILANS Indonesia berbagi pengalaman dalam sesi Praktisi Mengajar: Manajemen Pendidikan Inklusif yang diselenggarakan oleh Program Magister PGSD, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Kepada para dosen dan 11 mahasiswa yang hadir, Farhan Helmy, Presiden DILANS Indonesia, mengajak melihat pendidikan inklusif bukan hanya persoalan di ruang kelas, tetapi sebagai bagian dari sistem yang lebih luas.
Ketika seorang siswa mengalami kesulitan belajar dan berpartisipasi, apakah persoalannya berada pada individu, lingkungan, atau sistem yang belum mengakomodasi keberagaman manusia?
Dari pertanyaan ini, diskusi berlanjut dari “memperbaiki individu” → “menghilangkan hambatan” → “mendesain ulang sistem.” Pendidikan inklusif tidak hanya tentang kesempatan yang sama, tetapi juga membutuhkan keadilan, aksesibilitas, partisipasi bermakna, dan agensi.
Sistem pendidikan inklusif merupakan rantai yang saling berkait: keluarga, transportasi, teknologi, kesehatan, kondisi ekonomi, perlindungan sosial, lingkungan, dan berbagai faktor lainnya yang berpengaruh pada mobilitas. Karena itu, pendidikan inklusif membutuhkan tata kelola, data yang inklusif, pembiayaan yang adil, kolaborasi lintas sektor, serta keterlibatan komunitas dan warga. Regulasi menjadi fondasi penting, tetapi tantangannya adalah memastikan hak benar-benar hadir dalam keseharian di sekolah, kampus, dan masyarakat.
Dua praktik baik yang melibatkan DILANS Indonesia dipaparkan sebagai pembelajaran: pengembangan Inclusive District Platform (IDP) bersama pemangku kepentingan di Bandung, Semarang, dan Yogyakarta; serta Indonesian Disability – Inclusion for Education and Accessibility (I-dea Hub), yang diinisiasi Telkom University dan Lancaster University, UK.
Keduanya memperlihatkan pentingnya menghubungkan pengalaman hidup, data dan bukti, penelitian aksi partisipatif, perancangan bersama, serta kolaborasi untuk mendorong perubahan kelembagaan dan sistem.
Pendidikan inklusif bukan tentang membuat peserta didik yang beragam menyesuaikan diri dengan sistem. Sistemlah yang harus terus belajar, berubah, dan tumbuh untuk merespons keberagaman dan kemajuan teknologi.
#ecosocrights #PendidikanInklusif #ManajemenPendidikanInklusif #NoOneLeftBehind #NothingAboutUsWithoutUs
Judul: Pendidikan Inklusif: Dari Individu Menuju Perubahan Sistemik
Sumber: DILANSIndonesia
Editor: Parkah












