MajmusSunda News, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat, Sabtu (31/05/2025) – Bertempat di Ruang Azalea Hotel Grand Savoy Homann Jl. Asia-Afrika No. 112, Kota Bandung, Elitis Daya Media bersama Yayasan Best Daya dan Yayasan Siliwangi Mustika Nuswantara, mengadakan Nincak Wayah Ngaluncurkeun (Grand Launching) Pabaru Sunda 1962 รaka Sunda.
Menurut Ketua Pelaksana Kegiatanย Hj. Elimayanti Padmawijayaย dari Elitis Daya Media yang dipanggil Elly, menyampaikan bahwa acara ini bersamaan dengan Hari ini, 31 Mei 2025, dimana dunia memperingati empat momen penting yang menyentuh berbagai sisi kehidupan manusia.
“Dari kampanye kesehatan global, kepedulian terhadap lingkungan, apresiasi profesi digital, hingga ajakan untuk tersenyum. Hari ini adalah peringatan Hari Senyum Nasional K๐๐ค๐ฎ๐๐ญ๐๐ง ๐๐๐๐๐ซ๐ก๐๐ง๐ ๐ฒ๐๐ง๐ ๐๐๐ง๐ ๐ฎ๐๐๐ก ๐๐ฎ๐ง๐ข๐,โ kata Elly di Hotel Savoy Homan, Sabtu (31/5/2025) sore.
Menurut Elly, peringatan Hari Senyum Nasional ini diprakarsai oleh Compassionate Dentalcare pada 2018, yang mengingatkan kita bahwa senyum bukan sekadar ekspresi, tetapi simbol dari kesehatan, rasa percaya diri, dan kebahagiaan.

Peringatan ini mengajak semua orang untuk membagikan senyum terbaik mereka sebagai bentuk kebaikan kecil yang berdampak besar. Karena dalam setiap senyum, ada harapan, kedamaian, dan semangat untuk terus menjalani hari.
Pada hari ini, 31 Mei 2025 Masehi juga bertepatan dengan hari Sabtu ๐๐ข๐๐๐๐ ๐พ๐๐๐๐ค๐๐, 11 ๐พ๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐ ๐ด๐๐๐ฝ๐ผ 1961 C๐๐๐ S๐ข๐๐๐. ๐๐ข๐๐๐๐ ๐พ๐๐๐๐ค๐๐, 10 ๐พ๐ด๐๐ธ๐ 1947 ๐๐๐๐ ๐๐ข๐๐๐, ๐๐ข๐๐ข : ๐๐๐บ๐; 3 ๐๐๐ฟ๐ป๐๐๐ด๐ป 1446 ๐ป๐๐๐๐๐โ; 3 ๐๐๐ ๐ต๐ธ๐๐ด๐ 1958 ๐ด๐ ๐๐๐๐/๐ฝ๐๐ค๐
๐๐ฎ๐ฆ๐ฉ๐๐ค ๐๐๐ฅ๐ข๐ฐ๐จ๐ง adalah ๐ผ๐๐๐ข๐๐ ๐๐๐ dalam satu Siklus (120 tahun) pada Sistem Penanggaan Tradisional Kalender Sunda, dan hari ini menjadi ๐๐ฎ๐ฆ๐ฉ๐๐ค ๐๐๐ฅ๐ข๐ฐ๐จ๐ง (๐ผ๐๐๐ข๐๐ ๐๐๐) terakhir tahun 1961 ๐ถฬง๐๐๐ ๐๐ข๐๐๐ Windu Kuntara.
๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐ adalah peluncuran Rangkaian Kegiatan Pergantian Tahun (๐๐๐๐๐ง๐ช ๐๐ช๐ฃ๐๐) dalam Sistem Penanggaan Tradisional Kalender Sunda.
๐๐๐๐๐ง๐ช ๐๐ช๐ฃ๐๐ adalah istilah yang dipergunakan sejak awal penerbitan Sistem Penanggaan Tradisional Kalender Sunda.
“Peringatan pada 31 Mei ini menunjukkan bahwa, pada akhirnya dunia membutuhkan kesadaran, kepedulian, kreativitas (๐๐๐ก๐๐๐๐), dan kebahagiaan untuk terus berputar. ๐๐๐ฅ๐๐ฆ ๐๐จ๐ญ๐๐ค๐๐ซ ๐๐๐ซ๐๐๐ฌ ๐๐๐ซ๐๐ฎ๐๐๐ฒ๐,โ ujar Elly.

Acara Grand Launching Tahun Baru Sunda , Pabaru Sunda 1962 รaka Sunda, dilaksanakan secara blended. Hadir secara luring Satria dan Hj. Elimayanti Padmawijaya selaku ketua pelaksanaย kegiatan dan owner PT. Elitis Daya Media (EDM);ย Miranda H. Wihardjaย Pengelola Sistem Penanggalan Tradisional Kalender Sunda; Pendiri/Pembina Yayasan BESTDAYA (Bengekel Studi Budaya);ย Asep Ruslan Ketua IV Badan Pekerja Majelis Musyawarah Sunda (MMS); Asep Zaenal Mustofa M.Epid dari MMS/MajmusSunda News; dan Abah Endjum (Padepokan Bumi Ageung Saketi Cibiru Bandung).
Hadir secara daring Mayjen TNI (Purn.) H. Asep Kuswani, selaku Pembina Yayasan Siliwangi Mustika Nusantara (Muswantara) dan Juga Ketua Dewan Pembina Pusat Paguyuban Asep Dunia (PAD); Dr. Dra. Ir. Hj. Eni Sumarni, M.Kes. Pelestari Budaya Sunda/Pinisepuh MMS; Ratna Rahayu (Disbudpar Kota Bandung); Prof. Dr. Mudjia Rahardjo, M.Si (Akademisi), juga beberapa peserta lainnya.
Acara dimulai oleh paparan dari Miranda H. Wihardjaย Pengelola Sistem Penanggalan Tradisional Kalender Sunda, lalu dikuatkan oleh Abah Endjum (Padepokan Bumi Ageung Saketi Cibiru Bandung).

Dilanjutkan dengan dialog dan selanjutnya sebagai penutup acara dibacakan kesimpulan dari acara ini, dengan penguatan dari Dr. Ir. Supardiyono Sobirin, Dewan Pakar Pertanian Kehutanan, Kelautan, Pertambangan, Lingkungan Hidup, Kesehatan Dan Pembangunan Pedesaan Majelis Musyawarah Sunda (MMS), bahwa:
1). Pabaru Sunda: Saatnya Waspada terhadap Dinamika Alam
Peringatan Pabaru Sundaย Taun Monyet Kuntara yang jatuh pada 4 juni 2025* hari Buda Wageย , bukan hanya menandai pergantian waktu dalam sistem penanggalan tradisional Sunda, tetapi juga menjadi momen kontemplatif kolektif terhadap kondisi lingkungan kita hari ini.
Kita sedang berada dalam masa yang penuh gejolak, yakni a) Lingkungan alam makin terintervensi oleh aktivitas manusia yang terus bertambah; b) Kawasan lindung terus menyempit dan degradasinya meningkat; c) Perubahan iklim berlangsung makin cepat; dan d) musim tak lagi mudah diprediksi seperti dulu.
Ini adalah alarm ekologi yang tak bisa diabaikan. Maka, Pabaru Sunda harus dimaknai bukan sekadar perayaan angka dalam kalender , melainkan panggero (panggilan) untuk meningkatkan kewaspadaan ekologis dan solidaritas kultural .
2). Langkah Kewaspadaan dan Mitigasi yang Perlu Ditempuh
a) Revitalisasi pengetahuan lokal untuk membaca tanda-tanda alam sebagaimana leluhur kita mampu membaca waktu tanam, musim hujan, dan masa paceklik tanpa satelit;
b) Pemulihan kawasan lindung dan kritis melalui kolaborasi pentahelix (pemerintah, masyarakat, ilmuwan, bisnis, dan media);
c) Mendorong budaya hemat, selaras, dan berkelanjutan dalam setiap aspek hidup: pangan, energi, air, dan tanah;
d) Penguatan pendidikan ekologi berbasis budaya lokal , termasuk nilai-nilai dalam sistem penanggalan tradisional; dan
e) Menyusun ulang kebijakan pembangunan agar selaras dengan daya dukung dan daya tampung lingkungan.
3). Masih Relevankah Kalender Tradisional?
a) Sebagian menganggap kalender tradisional Sunda sebagai sekadar angka yang tak lagi โsesuai kenyataan alamโ;
b) Namun sesungguhnya, kalender ini adalah hasil pengamatan mendalam terhadap siklus alam dan kosmos selama ribuan tahun;
c) Justru ketika sistem modern gagal membaca pola-pola baru iklim yang makin tak menentu, kita butuh kearifan lokal untuk mengembalikan rasa โnyambungโ dengan alam โ bukan dengan menolaknya, tapi dengan memperbarui maknanya;
d) Kalender tradisional tidak harus menjadi sistem waktu tunggal, tapi bisa menjadi kompas kultural dan refleksi ekologis : Apakah hidup kita hari ini masih seimbang dengan alam?. Apakah pembangunan kita masih menghormati ruang hidup makhluk lain?
4). Pabaru Sunda adalah Ajakan untuk Bangkit Bersama Alam
a) Mari kita maknai Pabaru Sunda bukan sebagai nostalgia, tetapi sebagai gerakan motekar ekologis, agar kita tidak hanya selamat sebagai masyarakat, tapi juga sebagai bagian dari kehidupan semesta;
b) Nincak wayah ngaluncurkeun , waktuna urang ngapungkeun kasadaran, nyalametkeun alam, jeung ngajaga budaya;

Selanjutnya Elly mengatakan. Bahwa acara Grand Launcing ini sangat bermanfaat karena membahas persiapan Pabaru Sunda di Bogor.
โSelamat berjumpa di acara Pabaru Sunda, 3 Juni 2025 yang akan dipusatkan di Kota Bogor nanti,โ ujar Elly. (AZM)
***
Judul: Nincak Wayah Ngaluncurkeun (Grand Launching) Pabaru Sunda 1962 Caka Sunda
Jurnalis:ย Asep Zaenal Mustofa (AZM)
Editor:ย Asep Ruslan












