MajmusSunda News, Kolom OPINI, Jawa Barat, Sabtu (11/04/2026) – Artikel dalam Kolom OPINI berjudul “”Motekar”” ini ditulis oleh: Ir. Entang Sastraatmadja, Ketua Dewan Pakar DPD HKTI Jawa Barat dan Anggota Forum Dewan Pakar Pertanian dan Pembangunan Pedesaan, Majelis Musyawarah Sunda (MMS).
Motekar, secara bahasa berasal dari bahasa Sunda yang berarti kreatif, inovatif, atau memiliki banyak akal/inisiatif. Istilah ini menggambarkan karakter yang mandiri dan mampu menghasilkan karya atau solusi, seringkali dengan memanfaatkan barang bekas. Selain itu, Motekar juga merupakan singkatan dari Motivator Ketahanan Keluarga, program dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Nilai filosofis dari “motekar” adalah semangat kreativitas, inovasi, dan ketangguhan dalam menghadapi tantangan hidup. Konsep ini mencerminkan nilai-nilai luhur seperti gotong royong, kebersamaan, dan kepedulian terhadap sesama. Motekar juga berarti memiliki kemampuan untuk beradaptasi dan inovatif, serta tidak mudah menyerah dalam menghadapi kesulitan.

Kaitannya dengan budaya Sunda, motekar merupakan identitas yang kuat dan inspiratif, mendorong individu untuk mengembangkan potensi diri dan masyarakatnya. Semangat motekar ini juga tercermin dalam karya seni dan sastra Sunda, seperti cerita rakyat dan wayang golek, yang mengajarkan nilai-nilai kreativitas dan ketangguhan
Dalam perspektif psikologi, motekar juga terkait dengan kebahagiaan dan kebermaknaan hidup. Pribadi yang memiliki semangat motekar cenderung memiliki tujuan hidup yang jelas, semangat kehidupan yang tinggi, dan kemampuan untuk bersosialisasi dengan baik.
Kebalikan dari motekar adalah kuuleun. Dalam bahasa Sunda, kuuleun merujuk pada sikap diam, tidak berupaya, pasif, atau malas (mager) sehingga tertinggal keadaan, mirip dengan istilah “kurang update” atau kudet. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan orang yang tidak memiliki semangat untuk berubah, hanya menerima keadaan, atau “cicingeun”.
Seseorang menjadi kuuleun (sikap pasif, diam, atau tertinggal) umumnya disebabkan oleh kombinasi faktor psikologis dan kebiasaan lingkungan. Berikut adalah beberapa faktor utama penyebab seseorang memiliki sifat kuuleun pertama kurangnya Motivasi: Penurunan tingkat motivasi atau ketiadaan minat terhadap hal-hal baru sering kali membuat seseorang enggan bergerak dan lebih memilih diam di zona nyaman.
Kedua, rasa takut gagal. Kekhawatiran berlebih akan hasil yang tidak maksimal membuat seseorang memilih untuk tidak mencoba sama sekali, sehingga terlihat pasif atau tertinggal. Ketiga, inferiority complex. Perasaan rendah diri atau merasa tidak mampu dibandingkan orang lain dapat memicu sikap menarik diri dari pergaulan atau perkembangan zaman. Keempat, sikap pesimis, memiliki pandangan negatif terhadap perubahan atau masa depan sehingga tidak merasa perlu untuk berusaha lebih keras.
Selain faktor psikologis diatas, kuuleun juga bisa disebabkan oleh faktor lingkungan & budaya, seperti zona nyaman yang berlebihan: Terlalu menikmati keadaan yang ada tanpa adanya tantangan dari lingkungan sekitar bisa memicu sifat malas (mager).
Kemudian, kurangnya stimulasi. Lingkungan yang tidak memberikan informasi baru atau tidak menuntut kreativitas dapat membuat seseorang menjadi “ketinggaleun jaman” atau kurang update. Lalu, pola asuh dan kebiasaan. Sifat cicingeun (pendiam) yang tidak diarahkan untuk berani berinisiatif sejak dini sering kali berkembang menjadi sifat kuuleun saat dewasa.
Selanjutnya faktor sosial seperti terlalu banyak menunda (Prokrastinasi). Kebiasaan menunda-nunda pekerjaan atau keputusan akhirnya membuat seseorang kehilangan momentum dan tertinggal oleh keadaan sekitar. Lalu, sikap “Sok Weh Abdi Ngiringan”. Dalam budaya Sunda, sikap yang terlalu mengalah atau hanya ikut-ikutan tanpa inisiatif pribadi terkadang menjadi cikal bakal perilaku kuuleun jika tidak diimbangi dengan sikap “sat set” atau cekatan.
Ada istilah Sunda, “ulah kuuleun bisi beakeun,” yang merupakan peringatan agar kita tidak diam saja atau telat bertindak, karena kesempatan atau rezeki bisa habis diambil oleh orang lain yang lebih gesit.
Seterusnya bagaimana dengan motekar ? Apa penyebab seseorang bisa motekar ? Penyebab utama seseorang bisa motekar adalah pertama, kemampuan beradaptasi. Seseorang yang dapat beradaptasi dengan lingkungan dan situasi baru cenderung memiliki semangat motekar yang kuat. Kedua, kreativitas dan inovasi. Kemampuan untuk berpikir kreatif dan inovatif dapat membantu seseorang menemukan solusi untuk menghadapi tantangan hidup.
Ketiga, ketangguhan. Seseorang yang memiliki ketangguhan dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi kesulitan cenderung memiliki semangat motekar yang kuat. Keempat, motivasi dan tujuan hidup. Seseorang yang memiliki tujuan hidup yang jelas dan motivasi yang kuat cenderung memiliki semangat motekar yang kuat.
Kelima, dukungaan sosial. Dukungaan dari keluarga, teman, dan masyarakat dapat membantu seseorang mengembangkan semangat motekar. Keenam, pengalaman hidup. Pengalaman hidup yang beragam dan menantang dapat membantu seseorang mengembangkan semangat motekar.
Ketujuh, kemampuan belajar. Seseorang yang dapat belajar dari kesalahan dan pengalaman cenderung memiliki semangat motekar yang kuat. Dengan demikian, semangat motekar dapat dikembangkan melalui pengalaman hidup, pembelajaran, dan dukungan sosial.
Dalam melakoni kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat, seorang pejabat publik harus motekar karena beberapa alasan:
1. Melayani Masyarakat. Sebagai pejabat publik, tugas utama adalah melayani masyarakat dan memenuhi kebutuhan mereka. Semangat motekar membantu mereka untuk lebih kreatif dan inovatif dalam mencari solusi untuk masalah masyarakat.
2. Menghadapi Tantangan. Pejabat publik sering menghadapi tantangan dan kesulitan dalam menjalankan tugasnya. Semangat motekar membantu mereka untuk tidak mudah menyerah dan mencari solusi untuk mengatasi kesulitan.
3. Meningkatkan Kualitas Pelayanan. Semangat motekar membantu pejabat publik untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, sehingga masyarakat merasa puas dan percaya pada pemerintah.
4. Menginspirasi Orang Lain. Sebagai pejabat publik, mereka menjadi contoh bagi orang lain. Semangat motekar mereka dapat menginspirasi orang lain untuk menjadi lebih kreatif dan inovatif.
5. Mencapai Tujuan. Semangat motekar membantu pejabat publik untuk mencapai tujuan dan visi mereka, sehingga dapat membuat perbedaan positif bagi masyarakat.
6. Mengatasi Perubahan. Dunia terus berubah, dan pejabat publik harus dapat beradaptasi dengan perubahan tersebut. Semangat motekar membantu mereka untuk menjadi lebih fleksibel dan inovatif dalam menghadapi perubahan.
7. Membangun Kepercayaan. Semangat motekar dapat membantu pejabat publik membangun kepercayaan masyarakat, karena mereka menunjukkan kemampuan untuk mencari solusi dan mengatasi kesulitan.
Dengan demikian, semangat motekar sangat penting bagi pejabat publik untuk dapat menjalankan tugasnya dengan efektif dan membuat perbedaan positif bagi masyarakat. (PENULIS, ANGGOTA DEWAN PAKAR DPN HKTI).
***
Judul: “Motekar”
Penulis: Ir. Entang Sastraatmadja
Editor: Raka Alvaro Triputra












