Darurat Perokok Anak Indonesia, 34 Organisasi Pemuda Surati PBB

Darurat Perokok Anak Indonesia

MajmusSunda News – Minggu (12/04/2026) – Darurat Perokok Anak Indonesia mendorong aliansi 34 organisasi kepemudaan untuk mengambil langkah diplomasi internasional dengan mengirimkan surat terbuka kepada Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) António Guterres dan Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus. Langkah ini dilakukan bertepatan dengan peringatan Hari Kesehatan Dunia yang mengusung tema global “Together for health. Stand with science”.

Aliansi yang dipimpin Indonesian Youth Council for Tactical Changes (IYCTC) ini menyatakan bahwa kondisi kebijakan kesehatan di Indonesia saat ini menghadapi gangguan serius akibat intervensi industri tembakau. Berdasarkan hasil investigasi mereka, sepanjang akhir tahun 2025 tercatat sedikitnya 266 peristiwa gangguan industri tembakau yang melibatkan lebih dari 150 pejabat publik. Kondisi ini dinilai telah melemahkan komitmen pemerintah dalam melindungi generasi muda dari paparan zat adiktif.

Darurat Perokok Anak Indonesia

Ketua Umum IYCTC, Manik Marganamahendra, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap masa depan generasi muda Indonesia. Ia menyebutkan bahwa Indonesia tidak akan mampu mencapai visi Indonesia Emas 2045 apabila kualitas sumber daya manusianya terus menurun akibat masalah kesehatan yang sebenarnya dapat dicegah. Saat ini, skor Human Capital Index Indonesia masih berada di angka 0,54, yang menunjukkan bahwa generasi muda hanya mampu mencapai sekitar setengah dari potensi produktivitasnya.

Selain itu, ia juga menyoroti ketimpangan antara penerimaan negara dari cukai rokok dengan kerugian ekonomi yang ditimbulkan. Menurutnya, meskipun negara memperoleh sekitar Rp 216 triliun dari cukai rokok, kerugian akibat hilangnya produktivitas akibat penyakit terkait rokok mencapai Rp 2.755,5 triliun. Ia menilai kondisi ini menunjukkan adanya kesalahan perspektif dalam memandang industri tembakau yang masih dianggap sebagai aset ekonomi.


Darurat Perokok Anak Indonesia dan Ancaman Produk Nikotin Baru

Permasalahan ini semakin kompleks dengan hadirnya produk nikotin baru seperti rokok elektronik atau vape yang menyasar anak-anak dan remaja melalui klaim keamanan yang menyesatkan. Advocacy Lead IYCTC, Daniel Beltsazar Jacob, menyampaikan bahwa penggunaan vape di kalangan remaja meningkat signifikan, bahkan hingga sepuluh kali lipat dalam beberapa tahun terakhir.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa temuan Badan Narkotika Nasional (BNN) menunjukkan adanya penyalahgunaan liquid vape yang mengandung zat berbahaya seperti THC dan amfetamin. Kondisi ini menjadikan rokok elektronik bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi juga telah masuk ke dalam isu keamanan karena berpotensi menjadi pintu masuk penyalahgunaan narkotika di kalangan remaja.

Darurat Perokok Anak Indonesia

Di sisi lain, dampak konsumsi rokok juga berdampak langsung pada kondisi ekonomi rumah tangga. Khoirunnajib Berliansyah dari BEM Universitas Sebelas Maret mengungkapkan bahwa rumah tangga perokok mengalokasikan sekitar 10,7 persen pengeluaran bulanan untuk rokok, angka yang lebih tinggi dibandingkan pengeluaran untuk kebutuhan gizi maupun pendidikan anak. Hal ini berdampak pada rendahnya kualitas nutrisi keluarga dan menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap tingginya angka stunting di Indonesia yang masih berada di kisaran 19,8 persen.

Ketua ASEAN Youth Organization, Sarah Rauzana, turut menyoroti lemahnya regulasi di Indonesia dibandingkan negara lain di kawasan Asia Tenggara. Ia menyebut Indonesia sebagai satu-satunya negara ASEAN yang belum meratifikasi Framework Convention on Tobacco Control (FCTC), sehingga perlindungan terhadap anak dari paparan iklan, promosi, dan sponsor produk tembakau, terutama di ruang digital, menjadi sangat lemah.


Tuntutan Pemuda kepada PBB dan WHO

Sebagai bagian dari aksi tersebut, perwakilan 34 organisasi pemuda mengirimkan surat secara langsung ke kantor Sekretaris Jenderal PBB di New York serta Direktur Jenderal WHO di Jenewa. Langkah ini dilakukan untuk memastikan suara pemuda Indonesia hadir dalam momentum penting di panggung kesehatan global.

Melalui surat tersebut, aliansi menyampaikan sejumlah tuntutan strategis, di antaranya mendesak transparansi interaksi antara industri rokok dan pejabat publik, pembentukan mekanisme hukum internasional untuk meminta pertanggungjawaban korporasi atas kerugian ekonomi dan lingkungan, serta pelarangan total iklan, promosi, dan sponsor produk tembakau dan nikotin di seluruh jaringan internet.

Selain itu, mereka juga menuntut adanya pembatasan akses terhadap produk tembakau dan nikotin sebagai langkah untuk menekan konsumsi dan produksi, sekaligus mengurangi dampak limbah berbahaya terhadap lingkungan. Tidak hanya itu, pengendalian tembakau juga diusulkan menjadi bagian dari indikator dalam Human Capital Index guna memastikan pembangunan sumber daya manusia berjalan seiring dengan upaya perlindungan kesehatan masyarakat.

Aksi ini menjadi bentuk nyata kepedulian generasi muda terhadap masa depan bangsa. Melalui langkah diplomasi internasional ini, Darurat Perokok Anak Indonesia diharapkan tidak lagi menjadi isu domestik semata, tetapi mendapat perhatian global sebagai bagian dari upaya perlindungan generasi masa depan.


Tentang IYCTC:

Indonesian Youth Council for Tactical Changes (IYCTC) merupakan koalisi organisasi kepemudaan di Indonesia yang berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pengendalian zat adiktif, khususnya produk tembakau, dengan pendekatan yang inklusif dan berbasis advokasi.

Judul: Darurat Perokok Anak Indonesia, 34 Organisasi Pemuda Surati PBB
Jurnalis: AGP
Editor: Parkah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *