Mata Pencaharian Rakyat Kerajaan Galuh dan Kerajaan Sunda, Kebanyakan Jadi Petani

Kerajaan Galuh di Kawali mata pencahariannya rakyatna kebanyakan bertani. Kendati begitu kerajaannya mencapai kejayaan dan kesejahteraan, puncaknya saat Prabu Wastu Kancana (kakeknya Sri Baduga) menjadi raja Galuh.

Ilustrasi rakyat Pajajaran kebanyakan petanai (pexels.com)

MajmusSunda News, Kabupaten Ciamis, Kamis, (8/10/2026)-Kerajaan Galuh di Kawali mata pencahariannya rakyatna kebanyakan bertani. Kendati begitu kerajaannya mencapai kejayaan dan kesejahteraan, puncaknya saat Prabu Wastu Kancana (kakeknya Sri Baduga) menjadi raja Galuh.

Kerajaan Galuh yang dipimpinnya dalam kondisi sejahtera dan tentram rakyatnya, baik itu kehidupan dunianya begitu pula dengan kehidupan akhiratnya (agama) karena rajanya sudah mencapai tingkatan satmata (lebih mengutamakan urusan rohani, tetapi tidak meninggalkan urusan dunia).

Kendati kebanyakan rakyat hidup dari hasil pertanian, tapi urusan niaga juga dilakukan, hanya tidak menjadi mata pencaharian utama.

Di Zaman pemerintahan Sri Baduga Maharaja saat bertahta di Pakuan (1482 M-1475 M), tidak berbeda dengan di Kawali keadaan rakyat di Pakuan dalam kondisi sejahtera, tentram dan sentosa.

Hanya saja di Pakuan mata pencaharian rakyatnya lebih fokus ke perniagaan, seluruh kebutuhan rakyatnya tercukupi dan hubungan luar dengan manacanagara terjalin baik dan lancar.

Hasil padi (beras) di Pakuan cukup untuk memenuhi kebutuhan rakyatnya. Selain itu perkebunan lada sangat luas sekali. Hasilnya ada yang diekspor ke Arab dan Eropa.

Banyak juga penghasilan lainnya dari Pakuan (Kerajaan Sunda) seperti Gula Kawung, asem, sayuran, emas, kayu (bahan untuk membuat kapal/perahu), terasi (dari Cirebon), dan macam-macam bahan makanan yang lainnya.

Sedangkan dari negara sahabat (mancanagara) mendatangkan bahan pakaian dari sutra, perhiasan, garam, perabot dari keramik dan banyak yang lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *