MajmusSunda News– Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu, (19/9/2026)- Prabu Darmasiksa bertahta menjadi Raja Galunggung. Hanya saja Prabu Darmasiksa mengendalikan pemerintahannya tidak di Galunggung seperti Batari Hyang Janapati.
Puncak kejayaan dan keemasan Kerajaan Galunggung berlangsung dalam masa Prabu Darmasiksa. Dalam kurun waktu dan jaman yang cukup panjang lebih dari seabad.
Namun dalam mengendalikan kerajaan Galunggung, Prabu Darmasiksa tidak berkedudukan di Galunggung. Tapi berpusat dan dikendalikan dari Pakuan Bogor, setelah sebelumnya bertahta di Saung Galah Kuningan.
Dikutip dari buku Yuganing Raja Kawasa Yoseph Iskandar (YRK) dari naskah Pangeran Wangsakerta, Prabu Darmasiksa mengendalikan pemerintahan Kerajaan Sunda (termasuk Galuh dan Galunggung) asalnya di Kuningan (Saung Galah) kemudian pemerintahannya pindah ke Pakuan Bogor, tinggal di keraton Pakuan (Bogor).
Batari Hyang Janapati Leluhur Prabu Darmasiksa
Jika dilihat keturunan ke atas, Prabu Danghyang Darmasiksa masih bersambung kepada Batari Hiyang Janapati dan masih ada kekerabatan dengan Prabu Langlangbumi. Ia lahir pada pada tahun 1038 M, wafat 1155 M.
Dari pernikahannya dengan Dewi Puspawati (kakaknya Dewi Citrawati), Prabu Langlangbumi punya putra beberapa orang dua diantaranya, Rakeyan Jayagiri atau Prabu Menakluhur dan Sang Cakranagara yang menjadi mangkubumi.
Pengganti Linggabumi setelah wafat jatuh kepada putranya Rakeyan Jayagiri (Prabu Menakluhur).
Sebelum menggantikan ayahnya ia pernah memegang jabatan, yuwara (putra mahkota), selama 18 tahun, panglima angkatan laut (senapati sarwajala) selama 20 tahun, mangkubumi 15 tahun yang wafat, Mangkubumi Darmanagara.
Prabu Menakluhur memperistri Ratna Satya dan dijadikan permaisuri dari perkawinan itu Prabu Menakluhur memperoleh seorang putri Ratna Wisesa. Prabu Darmakusumah cucu Batari Hiyang Janapati mempunyai istri Ratna Wisesa.
Karena Prabu Menakluhur dan Mangkubumi Cakranagara wafat pada tahun yang sama. Maka kedudukan Raja Sunda dipercayakan kepada Prabu Darmakusuma. Ia bergelar Maharaja, karena berkuasa atas tiga kerajaan; Galunggung, Galuh, dan Sunda.
Prabu Darmakusumah memerintah selama 18 tahun, Mangkubumi yang mendampingi pemerintahannya adiknya Mangkubumi Adimurti.
Karena ia berkedudukan di Galunggung sebagai daerah di wilayah kerajaan Sunda, dipercayakan kepada Prabu Arya Santika, putra Mangkubumi Cakranagara yang juga terhitung adik misan Prabu Menakluhur.
Prabu Darmakusuma dari pernikahan dengan Ratna Wisesa berputra beberapa orang diantaranya Darmasiksa. Ia menggantikan kedudukan ayahnya dengan nama nobat Prabu Guru Darmasiksa Paramarta Sang Mahapurusa atau Sang Prabu Sanghyang Wisnu (1175 M).












