MajmusSunda News – Bandung, Minggu (27/09/2026) – Sekitar 75 Sahabat DILANS dari beragam disabilitas, bersama lansia, pendamping, dan relawan, mengikuti TOUR for DILANS di Museum Geologi Bandung. Selama kurang lebih tiga jam, para peserta menjelajahi museum dan mengenal lebih dekat sejarah bumi, berbagai jenis batuan dan fosil, serta kekayaan geologi Indonesia.
Bagi DILANS Indonesia, tour ini bukan sekadar kegiatan berkunjung ke museum. Program ini menjadi ruang belajar, bersilaturahmi, dan berinteraksi secara inklusif, sekaligus membuka kesempatan yang lebih luas bagi penyandang disabilitas dan lansia untuk mengakses pengetahuan, ruang publik, serta pengalaman edukasi yang sering kali belum sepenuhnya dirancang dengan mempertimbangkan keragaman kebutuhan pengunjung.
Sepanjang kegiatan, peserta belajar dengan berbagai cara: melihat koleksi, mendengarkan penjelasan, bertanya, berdiskusi, serta saling membantu. Keragaman peserta juga membuat kunjungan ini menjadi pengalaman belajar bagi semua pihak. Akses terhadap pengetahuan tidak hanya berkaitan dengan memasuki sebuah gedung, tetapi juga dengan bagaimana setiap orang dapat memahami, mengalami, berinteraksi, dan berpartisipasi di dalamnya.

DILANS Indonesia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Museum Geologi Bandung beserta seluruh jajaran dan tim yang telah menerima dan mendampingi Sahabat DILANS selama kegiatan berlangsung. Keterbukaan dan dukungan institusi publik seperti museum sangat penting untuk terus memperluas akses terhadap pengetahuan dan membangun ruang belajar yang dapat dinikmati oleh masyarakat dengan beragam kemampuan dan kebutuhan.
Terima kasih juga kepada seluruh peserta, keluarga dan pendamping, relawan, komunitas, serta Sahabat DILANS yang ikut memastikan kegiatan berlangsung dengan lancar, aman, intim, dan menyenangkan. Pertemuan seperti ini memperlihatkan bahwa inklusi dapat tumbuh dari pengalaman yang sederhana tetapi nyata: belajar bersama, berbagi ruang yang sama, saling mengenal, dan memastikan tidak seorang pun tertinggal.
TOUR for DILANS akan terus dikembangkan sebagai ruang perjumpaan antara penyandang disabilitas, lansia, komunitas, serta pengelola berbagai ruang publik. Setiap perjalanan bukan hanya kesempatan untuk mengenal tempat baru, tetapi juga kesempatan untuk belajar bersama tentang aksesibilitas, partisipasi, dan bagaimana ruang publik dapat semakin inklusif untuk semua.
Sampai bertemu di TOUR for DILANS berikutnya.
Sehat. Kuat. Semangat. Berdaya.
DILANS Indonesia
#Tour4DILANS #NoOneLeftBehind #NothingAboutUsWithoutUs #DILANSIndonesia #MuseumGeologiBandung

Judul: Ketika Museum Menjadi Ruang Belajar Semua
Penulis: Farhan Helmy adalah pendiri dan CEO Advanced Systems Computing Design and Innovation (ASCODI) Lab, Kepala Sekolah Thamrin School of Climate Change and Sustainability, serta salah seorang penggagas Inclusive District Platform (IDP). Selama lebih dari tiga dekade ia bekerja pada persinggungan teknologi geospasial, penginderaan jauh, pemodelan sistem, perubahan iklim, pembangunan berkelanjutan, dan inklusi sosial. Karyanya saat ini berfokus pada integrasi GeoAI, pemikiran sistem, pengetahuan komunitas, dan pengalaman hidup untuk memperkuat daya bertindak warga serta mendorong pembangunan yang lebih inklusif, tangguh, dan berkelanjutan.
Editor: Parkah












