Kades Cikawungading: Jembatan Gantung Cibuniayu Minta Dibangun Permanen Diajukan Jadi Jalan Kabupaten Tasikmalaya

Sekitar tahun 2011-2019 akses dari Sukasari menuju Neglasari (Buniayu) masih menggunakan jasa rakit yang melakukannya seorang wanita

Seorang perempuan warga Buniayu mengendarai spedamotor jalur Neglasari-Sukari jadi jalan hidup dan alternatif menuju perkotaan (Agung Ilham Setiadi/majmussunda)

MajmusSunda News. Kabupaten Tasikmalaya, Rabu, (25/9/2026)-Jalur tranportasi Sukasari  menuju Neglasari (Buniayu), Desa Cikawungading menjadi lalu-lintas penting untuk peningkatan ekonomi dan akses pendidikan.

Kendala yang ada bisa masuk roda empat dari Sukasari-Neglasari kini terhambat ada jembatan gantung Cibuniayu yang dibangun saat Kepala Desa Cikawungading Mustarom (2020)

Sekitar tahun 2011-2019 akses dari Sukasari menuju Neglasari (Buniayu) masih menggunakan jasa rakit yang melakukannya seorang wanita (Ibu Yeye warga setempat/alm).

Permasalahan yang ada untuk jalur jalan dari Sukasari menuju jembatan gantung akses jalan sudah bisa dilalui roda empat, kendati masih belum mulus, sedangkan dari jembatan gantung menuju Neglasari sama sekali tidak bisa dilalui roda empat. Hanya bisa menggunakan spedamotor itupun dengan kondisi jalan yang sempit dan rusak (jalan kip)

“Kendala yang ada sekarang agar kendaran roda bisa sampai dari Sukasari ke Neglasari karena terganjal jembatan gantung Cibuniayu,” kata Mustarom saat dihubungi lewat telepon genggam, Minggu, (23/8/2026).

Kendati begitu kata Muhtarom Pemerintah Desa terus berupaya melalui Dana Desa, salah satu membangun jembatan gantung dan membuat jalan bisa dilalui roda empat dari Sukasari.

Diakui Kades Cikawungading untuk membuka isolasi warga Buniayu agar bisa masuk kendaraan roda empat yang harus dibangun jalan dan jembatan permanen, tidak hanya jembatan gantung.

“Awalnya jalur jalan Sukasari-Neglasari (Buniayu) merupakan jalan setapak dan menggunakan jasa rakit untuk menybarang.. Namun seiring perkembangan jaman sekarang malah menjadi jalur hidup, dan menjadi jalur tercepat menuju Neglasari juga membuka isolasi Buniayu bahkan menyambungkannya dengan desa yang lain,” kata Mustarom.

Kades Ciakwungading berharap ke depan jalur Buniayu (Neglasasri)-Sukasari bisa berubah satusnya menjadi jalan milik Pemkab Kabupaten Tasikmalaya, seperti halnya di Cisangar, Desa Ciheras, karena Buniayu lokasinya mirip Cisangat dan menjadi jalur alternatip penting lalu-lintas di Tasela.

“Berharap ke depan jalan Sukasari bisa statusnya berubah menjadi milik Pemkab Tasikmalaya, karena bisa membuka isolasi tidak hanya Buniayu tapi secara keseluruhan antar desa di Kecamatan Cipatujah,” harapnya

Ia menambahkan rencana membangun jembatan permanen menggantikan jembatan gantung jangka panjang sudah ada dalam APB-Des dri DD. Namun kini dana desanya (2026) mengalami penurunan jadi tangguhkan.

“Sekarang yang penting buat dulu akses jalan dari jembatan gantung menuju Buniayu (Neglasari) agar bisa masuk roda empat, jika sudah selesai rampung diaspal bisa dibangun jembatan permanen,” pungkas Mustarom

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *