MajmusSunda News, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (31/08/2026) – Ciwedus bukan sekadar tempat. Di tanah inilah lahir Syaikhona Mama Ciwedus yang memiliki nama asli KH. Ahmad Syaubari, seorang ulama besar, ulama karismatik, dan waliyullah asal Jawa Barat. Beliau merupakan pengasuh Pondok Pesantren Ciwedus yang terletak di Kampung Ciwedus, Desa Timbang, Kecamatan Cigandamekar, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat.
“Syaikhona Mama Ciwedus menanamkan tradisi keilmuan Islam melalui sanad keilmuan Fathul Mu’in, yaitu disiplin ilmu fikih (hukum Islam) klasik yang berpedoman pada Mazhab Imam Syafi’I, yang diwariskan dari guru kepada murid, dari generasi ke generasi,” ungkap Rd. H. Holil Aksan Umarzen atau Kang Holil, salah satu Tokoh Inohong Sunda saat berbincang bersama Tim Redaksi MajmusSunda News di kediamannya Graha Panyileukan Asri Jalan Soekarno Hatta Kota Bandung, Senin (31/8/2026).

Menurut Kang Holil, Fathul Mu’in bukan hanya kitab yang dipelajari, tetapi warisan ilmu, adab, dan fikih yang hidup dalam tradisi pesantren dan menjadi pedoman dalam mengamalkan ajaran Islam.
“Karena itu, Ciwedus layak menjadi Kampung Fathul Mu’in sebagai ikhtiar menjaga sanad, menghidupkan kembali tradisi keilmuan, dan menjadikan Ciwedus sebagai salah satu pusat kajian Fathul Mu’in yang berakar pada warisan para ulama,” kata Kang Holil.
“Jangan pandang Ciwedus sebagai tempat biasa. Ulah dimumurah. Di dieu aya sanad, aya warisan, aya cahaya ilmu. Ciwedus adalah Kampung Fathul Mu’in. Ngajaga sanad, ngahirupkeun élmu, ngamumulé warisan ulama,” tutur Tokoh Inohong Sunda, Owner dari Travel Haji Khusus dan Umror Noor Abika.
Profil Singkat & Nasab Mama Ciwedus (KH. Ahmad Syaubari)
Syaikhona Mama Ciwedus memiliki nama asli KH. Ahmad Syaubari adalah seorang ulama besar, ulama karismatik, dan waliyullah asal Jawa Barat. Beliau merupakan pengasuh Pondok Pesantren Ciwedus yang terletak di Desa Timbang, Kecamatan Cigandamekar, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.
Lahir dari pasangan KH. Adzro’i dan Ibu Hj. Asyiqoh di Kampung Ciwedus, Desa Timbang pada 1831 Masehi atau 1246 Hijriah. Kendati demikian tak ada sumber yang menjelaskan tanggal lahirnya. Beliau tumbuh dalam lingkungan agama yang sangat kental di mana ayahnya sendiri merupakan seorang kiai terpandang dengan banyak pengikut.
Sejak usia 11 tahun, berkat bimbingan langsung dari ayahnya yakni Kiai Adroi, Kiai Shobari sudah mampu menghafal berbagai macam kitab seperti Fathul Muin, Alfiah Ibnu Malik dan lain sebagainya. Meski demikian hal itu tak membuat Kiai Shobari puas diri. Ia lantas mengembara untuk menimba ilmu dari beberapa pesantren di Cirebon dan Jawa Tengah. Hingga kiai Shobari dititipkan ayahnya untuk menimba ilmu langsung dari Syaikhona Kholil di Bangkalan Madura.
Di pesantren ini ia bertemu dengan banyak santri yang kemudian menjadi ulama besar, di antaranya Hasyim Asy’ari, pendiri pesantren Tebuireng Jombang. Ia mendalami ilmu agama secara komprehensif hingga usianya mencapai 40 tahun. Pada 1881 ia pulang ke Ciwedus dan mulai meneruskan pesantren yang telah dirintis oleh kakek buyutnya.
Garis Keturunan: Beliau adalah cicit dari Sultan Tubagus Kalamudin, seorang ulama bergaris keturunan Kesultanan Banten yang berdakwah di wilayah Kuningan sejak era 1700-an.
Sanad Keilmuan: Mama Ciwedus mengembara menuntut ilmu ke berbagai wilayah, salah satunya menjadi santri dari ulama legendaris Syaikhona Kholil Bangkalan di Madura.
Keahlian: Beliau sangat masyhur dalam penguasaan dan pengajaran kitab Fathul Mu’in (kitab fikih klasik), yang sanad pemahamannya didapatkan langsung dari ijazah Syaikhona Kholil.
Peran dan Pengaruh
Di bawah kepemimpinan Syaikhona Mama Ciwedus atau KH. Ahmad Syaubari, Pesantren Ciwedus menjadi salah satu pusat pendidikan Islam tersohor di Jawa Barat pada masanya. Beliau melahirkan banyak murid yang kemudian menjadi ulama-ulama besar dan tokoh pergerakan Islam di Jawa Barat, seperti KH. Abdul Halim (Majalengka), Mama Keresek (Garut), Mama Gudang (Tasikmalaya), Mama Banjar, Mama Sempur, Mama Gentur, dll. Hampir seluruh ulama besar di jamannya di Jawa Barat, sanadnya ke Mama Ciwedus.
Syaikhona Mama Ciwedus wafat pada Rabu 16 Agustus 1916 atau 17 Syawal 1334 H dan dimakamkan di lingkungan Pesantren Ciwedus.
***
Judul: Ciwedus Kampung Kitab Fathul Mu’in, Tempat Lahirnya Ulama Karismatik KH. Ahmad Syaubari (Syaikhona Mama Ciwedus)
Jurnalis: Asep Ruslan
Editor: Asep Ruslan













Respon (1)