Ada Ribuan WA dari Petani Untuk Wamentan!

oleh: Ir. Entang Sastraatmadja

MajmusSunda News, Kolom OPINI, Jawa Barat, Jum’at (15/08/2025) – Artikel dalam Kolom OPINI berjudul “Ada Ribuan WA dari Petani Untuk Wamentan!” ini ditulis oleh: Ir. Entang Sastraatmadja, Ketua Dewan Pakar DPD HKTI Jawa Barat dan Anggota Forum Dewan Pakar Pertanian dan Pembangunan Pedesaan, Majelis Musyawarah Sunda (MMS).

Ada “pengakuan” dari Wakil Mentwri Pertanian Sudaryono yang cukup menarik kita cermati. Wamentan atau akrab dipanggil Mas Dar ini menceritakan, setelah kurang lebih satu tahun diberi amanah untul menjabat posisi Wakil Menteri Pertanian, ribuan WA dari para petani menyerbu HP pribadinya. Mereka umumnya mengeluh soal pupuk, benih, bantuan Alsintan dan lain sebagainya.

Antusiasnya para petani mengirim WA kepada Mas Dar, sebetulnya bukan hal aneh jika dikaitkan dengan banyak jabatan yang dipegangnya. Mas Dar, bukan hanya dipercaya menjadi Wakil Menteri Pertanian, dirinya pun pernah ditugaskan sebagai Ketua Dewan Pengawas Perum Bulog. Bahkan saat ini pun Mas Dar ditunjuk sebagai Komisaris Utama PT Pupuk Indonesia.

Bagi petani, keberadaan dan kehadiran Perum Bulog dan PT Pupuk Indonesia dalam kehidupan kesehariannya, benar-benar sangat menentukan nasib dan masa depannya. Kedua Badan Usaha Milik Negara (BULOG dan PUPUK INDONESIA) inilah yang jadi penentu sqmpai sejauh mana tingkat kesejahteraan petani dapat ditingkatkan secara signifikan.

Akibatnya menjadi sangat masuk akal, jika para petani akan membanjiri HP Mas Dar, untuk menyampaikan kata hatinya kepada orang yang diprediksi bakal mampu mewujudkan aspirasi kaum tani di Tanah Nerdeka ini. Sebagai warga bangsa, petani ingin menjadi penikmat kemerdekaan dan tidak hanya tampil sebagai korban pembangunan semata.

Pengakuan Mas Dar sendiri, ribuan petani mengirim WA ke Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) umumnya terkait beberapa masalah yang dihadapi dalam dengan kegiatan pertanian, yang membutuhkan penanganan dengan segera. Petani ingin agar Pemerintah tidak terjebak pada hal-hal yang sifatnya wacana, namun petani butuh jalan kekyar terbaiknya.

Berbagai pertanyaan yang dikirimkan petani via WA ini diantaranya, pertama soal harga pupuk mahalm Petani mengeluh tentang harga pupuk yang mahal, bahkan di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Contohnya, di Kabupaten Lombok Tengah, harga pupuk mencapai Rp 300.000 per kwintal atau Rp 150.000 per sak.

Kedua, masalah distribusi pupuk. Petani juga mengeluh tentang distribusi pupuk yang tidak lancar dan tidak sesuai dengan kebutuhan. Wamentan Sudaryono telah meminta PT Pupuk Indonesia untuk menelusuri masalah ini dan memastikan petani tidak membeli pupuk di atas HET. Ketiga soal benih. Masalah ketersediaan dan kualitas benih juga mungkin menjadi salah satu alasan petani mengirim WA ke Wamentan.

Keempat, bantuan alsintan. Petani mungkin juga meminta bantuan alat dan mesin pertanian (Alsintan) untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian. Menyikapi aspirasi demikian, Wamentan Sudaryono telah menyerahkan bantuan Alsintan kepada petani di beberapa daerah.

Atas adanya aspirasi petani sebagaimana digambarkan diatas, Mas Dar telah merespons keluhan petani dengan meminta PT Pupuk Indonesia untuk memperbaiki distribusi pupuk dan memastikan harga pupuk tidak melebihi HET. Pemerintah juga telah menetapkan alokasi pupuk subsidi untuk tahun 2025 sebesar 9,5 juta ton dan memperbaiki sistem distribusi pupuk untuk membuatnya lebih efisien.

Namun begitu penting dipahami, mengirim WA (WhatsApp) kepada Wamentan mungkin belum cukup efektif untuk menyelesaikan masalah para petani secara langsung. Dibawah ini akan disampaikan beberapa alasan utamanya :

– Keterbatasan waktu dan respons. Wamentan memiliki waktu dan kapasitas yang terbatas untuk merespons setiap pesan WA dari petani.
– Kurangnya informasi. WA mungkin tidak cukup untuk menyampaikan informasi yang lengkap dan detail tentang masalah yang dihadapi petani.

– Tidak ada tindak lanjut. Tanpa mekanisme tindak lanjut yang jelas, petani mungkin tidak tahu apakah masalah mereka telah ditangani atau tidak. Hanya akan lebih keren, jika WA para petani 8n8 dapat diolah sedemikian rupa, sehingga Kementeriab Pertanian memiliki informasi terkait dengan apa yang diaspirasikan petani.

Walau demikian, kegiatan mengirim WA dapat menjadi langkah awal yang efektif jika betul-betul dapat nenjangkau petani. WA dapat menjangkau petani di daerah-daerah terpencil yang mungkin tidak memiliki akses ke saluran komunikasi lainnya. Kemudian, dapat meningkatkan kesadaran. WA dapat meningkatkan kesadaran Wamentan dan pemerintah tentang masalah yang dihadapi petani.

Untuk meningkatkan efektivitas, sebetulnya petani dapat menggunakan saluran komunikasi yang lebih formal. Petani dapat menggunakan saluran komunikasi yang lebih formal, seperti surat atau pertemuan dengan pejabat pemerintah. Bisa juga dengan mengorganisir diri. Petani dapat mengorganisir diri dan bekerja sama untuk meningkatkan suara mereka dan menuntut perhatian pemerintah.

Atau dengan menggunakan teknologi. Petani dapat menggunakan teknologi, seperti aplikasi atau platform online, untuk memantau harga, cuaca, dan informasi lainnya yang relevan dengan pertanian. Edukasi teknologi kepada petani, sepatutnya dijadikan materi tambahan program Penyuluhsn Pertanian.

Dengan demikian, mengirim WA dapat menjadi salah satu cara untuk memulai komunikasi, tetapi perlu diikuti dengan langkah-langkah lain yang lebih efektif untuk menyelesaikan masalah petani.

***

Judul: Ada Ribuan WA dari Petani Untuk Wamentan!
Penulis: Ir. Entang Sastraatmadja
Editor: Jumari Haryadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *