MajmusSunda News, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (4/08/2025) – Tren masyarakat terhadap barang klasik semakin meningkat. Termasuk otomotif. Bukan hanya mobil, tapi juga sepeda motor. Pecinta otomotif menilai, motor semakin klasik adalah makin asik, dan menjadikan motor tua sebagai koleksi yang bernilai ekonomi tinggi, hingga jadi tunggangan harian.
Motor yang tergolong antik itu berumur lebih dari 20 tahun, kira-kira mulai 1990 ke atas. Motor tua semakin diminati setiap tahunnya. Salah satunya Honda C70, adalah salah satu pionir motor bebek di Indonesia sejak 70-an. Motor ini sangat fenomenal dan berpengaruh besar bagi masyarakat.

Sebelum lahirnya motor ini, Honda sempat mengeluarkan C100 yang diproduksi pada 1958. Saat itu, Honda C100 hanya memiliki mesin 50 cc. Namun ternyata motor tipe ini mendapatkan antusiasme yang tinggi dari masyarakat, sehingga Honda kemudian mengembangkan varian lainnya seperti Honda C110 dan C102 dengan spesifikasi yang lebih menarik.
Kemudian pada 1966, Honda C70 lahir dengan kapasitas mesin 70 cc. Di Indonesia, Honda C70 mulai diproduksi pada 1971. Saat itu, Honda ini diberi julukan “Honda Si Pitung” yang berasal dari bahasa Jawa, “pitung puluh” atau “tujuh puluh”.

Honda C70 memiliki desain unik, sehingga lebih dikenal dibandingkan motor lainnya. Merah merupakan warna yang populer dan biasa ditemui pada Honda C70 yang terkenal dengan sebutan BMW (Bebek Merah Warnanya).
Honda C70 memiliki mesin berkapasitas 71,8 cc serta mampu menghasilkan tenaga 6 hp pada 9.000 rpm. Motor ini juga memiliki torsi 0,53 kg dengan putaran mesin pada 7.000 rpm.
Spesifikasi selengkapnya adalah berikut ini :
Mesin
- Model Honda C70
- Tahun Produksi 1980-1986
- Engine OHC, 4 Tak
- Kapasitas Engine 71,8 cc
- Bore x Stroke 47 x 41,4 mm
- Rasio Kompresi 8,8 : 1
- Sistem Pendingin Udara
- Maximum Power 4,5 kW (6 bhp) @ 9000 rpm
- Maximum Torque 0,53 kg.m @ 7000 rpm
- Sistem Pengapian 1980-1981 : Flywheel magneto / Platina
- 1982-1986 : CDI
- Baterry / Accu 1980-1981 : 6 V, 11 Ah
- 1982-1986 : 12 V
- Busi NGK C7HS / ND U22FS
- Transmisi 3-Speed ( N-1-2-3)
- Kopling Wet, Multiplate, Semi-auto centrifugal type
- Starter Electric & Kick
Dimensi
- Panjang 1805 mm
- Lebar 685 mm
- Tinggi 995 mm
- Jarak Sumbu Roda 1180 mm
- Tinggi Jok 760 mm
- Jarak ke Tanah 130 mm
- Kapasitas Oli Engine 0,8 liter
- Kapasitas Tangki BBM 4 liter
- Berat kosong 83,5 kg
Suspensi
- Depan Leading link, travel 2,2 inch (55 mm)
- Belakang Swing arm, Double Shockbreaker
Ban
- Depan 2,25 – 17 – 4PR
- Belakang 2,50 – 17 – 6PR
Rem
- Depan Tromol
- Belakang Tromol
Motor ini berhenti produksi pada 1986. Namun, hingga saat ini suku cadangnya masih terbilang cukup banyak ditemui, sehingga kamu tidak perlu khawatir jika ingin meminang motor klasik ini.

Honda C70 menjadi kesukaan semua orang, baik laki-laki maupun perempuan. Dahulu, motor ini terkenal karena kenyamanan dan ketangguhannya. Honda juga gencar memasarkan produk ini di Indonesia, karena melihat pangsa pasarnya yang semakin meluas.
Saat ini, Honda C70 menjadi motor yang diburu setiap kalangan. Banyak yang ingin merestorasi motor ini, sehingga menjadi motor seperti baru saat awal perilisannya beberapa dekade silam. Tujuannya adalah untuk dikoleksi ataupun dijual, mengingat harga jual pasca-restorasi akan melambun
Selain direstorasi, banyak orang yang mengincar motor ini untuk dimodifikasi menjadi motor street cub atau choppy cub. Harga Honda C70 tahun ini berkisar antara Rp6 juta sampai Rp15 juta, tergantung kondisi motor beserta surat-suratnya.

Honda sepertinya melihat peluang pasar yang cukup besar dari peningkatan minat pembelian motor C70. Karena itu, belum lama ini Honda merilis kembali motor Honda Super Cub series, yang terdiri dari C110 dan C125.
Kedua motor ini sudah dilengkapi teknologi dan fitur modern, seperti penggunaan lampu LED dan fitur keyless untuk menyalakan motornya. Selain itu, keduanya juga sudah dibekali sistem bahan bakar injeksi.
***
Judul: Legenda Honda C70 Motor Klasik Pionir Motor Bebek di Indonesia
Jurnalis: Asep Ruslan
Editor: Asep Ruslan












