MajmusSunda News, Garut, Jawa Barat – Dalam upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi erupsi Gunung Guntur, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat menggelar kegiatan Simulasi Gladi Lapang Penanganan Bencana Erupsi Gunung Guntur yang dilaksanakan di sekitar Lapang Sekolah Al-Farisi, Desa Mekarjaya, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Kamis (10/7/2025).

Kegiatan ini melibatkan kurang lebih 260 peserta dari berbagai unsur, antara lain TNI, Polri, PVMBG, BMKG, Basarnas, perangkat daerah Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten/Kota, akademisi, dunia usaha, relawan, media, dan masyarakat. Simulasi ini menjadi puncak dari rangkaian kegiatan peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2025.
Dalam amanatnya, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jawa Barat menegaskan pentingnya pelatihan berbasis potensi kebencanaan lokal. “Latihan simulasi seperti ini sangat penting untuk membentuk budaya sadar bencana. Masyarakat harus memiliki pengetahuan, pemahaman, keterampilan, dan kepedulian terhadap risiko bencana,” ujarnya.

Lebih lanjut Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jawa Barat mengatakan bahwa masyarakat harus mampu bersikap adaptif dalam menghadapi potensi bencana dan menjadikan latihan simulasi ini membentuk budaya sadar bencana yang harus menjadi bagian gaya hidup sehari-hari masyarakat.
Simulasi ini dirancang dalam empat move utama yang merepresentasikan alur penanganan darurat bencana secara menyeluruh, yaitu:
Move 1 – Peringatan Dini dan Peningkatan Aktivitas Vulkanik
Simulasi dimulai dengan skenario adanya peningkatan signifikan aktivitas vulkanik Gunung Guntur yang memicu kepanikan masyarakat. Informasi dari PVMBG memicu respons cepat dan koordinasi lintas sektor dalam mengantisipasi kemungkinan erupsi.

Move 2 – Penetapan Status Tanggap Darurat
Tim Reaksi Cepat melakukan kaji cepat terhadap dampak yang terjadi, mulai dari pengungsian warga dan ternak hingga kerusakan infrastruktur. Hasil kajian disampaikan kepada Gubernur Jawa Barat dan Sekretaris Daerah untuk penetapan status tanggap darurat.

Move 3 – Penyelamatan dan Evakuasi
Dilakukan evakuasi intensif oleh tim SAR gabungan, termasuk evakuasi ternak, warga rentan, vertical rescue, urban SAR, dan evakuasi menggunakan live cube. Tim bekerja di berbagai titik rawan dengan waktu tanggap yang terbatas.

Move 4 – Pengakhiran Status Tanggap Darurat
Skenario berlanjut hingga hari ketujuh pasca-erupsi. Seluruh korban telah dievakuasi ke lokasi pengungsian akhir. Aktivitas Gunung Guntur mengalami penurunan sesuai laporan terkini dari PVMBG, dan status tanggap darurat resmi diakhiri.
Kegiatan ini bertujuan untuk memelihara dan meningkatkan keterampilan personel, koordinasi teknis, serta komando taktis antarinstansi dalam penanganan bencana. Selain itu, simulasi ini juga menjadi media edukasi publik untuk meningkatkan kesadaran risiko bencana dan mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam upaya mitigasi.

Dengan adanya gladi lapang ini, diharapkan seluruh unsur, baik dari pemerintah maupun masyarakat, semakin siap dan sigap dalam menghadapi potensi erupsi Gunung Guntur maupun bencana lainnya yang mungkin terjadi di Jawa Barat.
***
Judul: Simulasi Gladi Lapang Penanganan Bencana Erupsi Gunung Guntur: Wujud Kesiapsiagaan Jabar Hadapi Ancaman Bencana
Sumber: Tim Humas BPBD Provinsi Jawa Barat
Editor: Asep Ruslan












