MajmusSunda News-Jakarta, Selasa, (29/2026).Ada yang berbeda dan spesial dibanding dengan tahun sebelumnya dalam menyambut Hari Santri 2026. Direktorat Jenderal Pesantren Kementerian Agama (Kemenag) mengadakan perlombaan atau sayembara “Surat Santri untuk Presiden”. Sayembara bisa diikuti oleh santri di seluruh Indonesia.
Sayembara ini bisa dibilang baru pertama itu merupakan rangkaian dari peringatan Hari Santri 2026. Seluruh santri di Indonesia diajak untuk menyampaikan harapan, gagasan, dan pesan kepada Presiden Prabowo Subianto.
Direktur Jenderal Pesantren, Basnang Said, menjelaskan lewat surat ini, kemenag ingin memberikan ruang kepada santri untuk menyampaikan suara, harapan, dan gagasannya secara langsung kepada Presiden,”
Basnang menyebut lomba ini menjadi wadah bagi santri untuk menyampaikan pandangannya dan solusi atas berbagai permasalahan bangsa dan masa depan Indonesia.
“Santri tidak hanya menjadi bagian dari sejarah bangsa, tetapi juga memiliki gagasan tentang Indonesia ke depan,” kata Basnang dikutip dari laman Kemenag, Selasa (29/9/2026).
Tema dan Ketentuan “Surat Santri untuk Presiden”
Kasubdit Pendidikan Salafiyah dan Kajian Kitab Kuning, Yusi Damayanti menjabarkan ada beberapa tema yang bisa dipilih santri dalam menuliskan isi suratnya yakni:
1) Aspirasi tentang Pendidikan
(2) Kepedulian terhadap Lingkungan
(3) Harapan untuk Kesejahteraan Rakyat
Adapun ketentuan penulisan “Surat Santri untuk Presiden” yang harus dipenuhi antara lain:
– Surat berisikan maksimal 700 kata
– Maksimal dalam 2 halaman kertas A4
– Surat ditulis tangan menggunakan pulpen warna hitam atau biru
– Surat dipindai dan dikirim dalam format PDF
– Karya harus berupa karya asli peserta bukan hasil plagiasi
– Karya yang diunggah tidak pernah dilombakan dan juara pada kompetisi lain.
Cara Pengumpulan “Surat Santri untuk Presiden”
Pengumpulan karya dilakukan secara daring lewat email harisantri2026@kemenag.go.id paling lambat 2 Oktober 2026 dengan format email berisikan:
– Data diri
– Identitas pesantren
– Nomor WhatsApp peserta atau guru/pembina santri
– Pilihan tema
– Naskah surat dalam format PDF
– Pernyataan keaslian karya.
Surat Pemenang Akan Dibaca Langsung Presiden
Basnang berharap sayembara ini tidak hanya dipandang sebagai perlombaan semata. Ia mendorong supaya santri bisa lebih berani mengutarakan ide dan gagasannya.
“Kami ingin melihat bagaimana santri membaca zaman, melihat persoalan bangsa, sekaligus menawarkan harapan dan gagasan dari perspektif mereka,” katanya.
Juara dalam sayembara ini nantinya mendapat kesempatan untuk hadir dalam acara puncak Hari Santri 2026 yakni “Malam Bhakti Santri untuk Negeri”.
Pada acara tersebut akan hadir Presiden Prabowo Subianto. Sehingga karya para juara berpotensi akan dibaca langsung oleh Presiden di depan ribuan santri dan tokoh penting yang hadir.












