MajmusSunda News, Kota BANDUNG, Jawa Barat, Selasa (11/08/2026) – Upaya merawat dan menghidupkan kembali seni budaya Sunda kembali hadir di lingkungan Universitas Padjadjaran (Unpad). Melalui Pagelaran Balé Rumawat ka-110, masyarakat dan pencinta seni Sunda akan diajak menikmati sajian bertajuk “Talawungan – Ngaderes (Deui) Tembang Sunda”, Jumat, 14 Agustus 2026.
Pagelaran tersebut akan berlangsung mulai pukul 14.00 WIB di Aula Unpad, Jalan Dipati Ukur No. 35, Bandung. Acara ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya. Masyarakat diimbau hadir tepat waktu untuk bersama-sama menikmati sekaligus mengapresiasi kekayaan seni suara tradisional Sunda.
Kehadiran pagelaran ini menjadi menarik karena tembang Sunda bukan sekadar bentuk hiburan, tetapi juga bagian dari warisan budaya yang menyimpan nilai estetika, bahasa, sejarah, dan pandangan hidup masyarakat Sunda. Melalui tembang, berbagai ungkapan perasaan, pengalaman kehidupan, hingga nilai-nilai budaya dapat diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Unpad sendiri memiliki rekam jejak panjang dalam menjadikan Balé Rumawat sebagai salah satu ruang untuk memperkenalkan dan mengembangkan kesenian Sunda. Dalam berbagai kegiatan sebelumnya, Balé Rumawat pernah menjadi tempat pertunjukan tembang, kawih, celempungan, sastra Sunda, hingga berbagai bentuk seni pertunjukan lainnya.
Balé Rumawat sebagai salah satu ruang pertunjukan yang dikembangkan untuk mendukung upaya ngamumule dan mengembangkan budaya Sunda. Berbagai pertunjukan yang digelar secara berkala di ruang tersebut menjadi bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam memperkenalkan budaya kepada masyarakat, termasuk generasi muda.
Upaya tersebut juga memiliki arti penting di tengah tantangan keberlanjutan seni tradisional. Dalam salah satu kegiatan tembang Sunda yang pernah digelar di Balé Rumawat, Unpad menampilkan para juru tembang muda, termasuk pelajar. Kegiatan semacam itu menunjukkan bahwa regenerasi menjadi salah satu kunci agar tembang Sunda tidak berhenti sebagai warisan masa lalu, tetapi tetap hidup dan dikenal oleh generasi berikutnya.
Balé Rumawat juga telah menjadi ruang apresiasi bagi sejumlah seniman dan budayawan Sunda. Salah satunya melalui pertunjukan yang menampilkan Euis Komariah dalam sajian tembang, kawih, dan celempungan sebagai bagian dari upaya melestarikan sekaligus mengenalkan kembali kesenian Sunda kepada generasi muda.
Kini, semangat tersebut kembali dilanjutkan melalui Pagelaran Balé Rumawat ka-110. “Talawungan – Ngaderes (Deui) Tembang Sunda” diharapkan menjadi ruang perjumpaan antara seniman, budayawan, mahasiswa, masyarakat, dan generasi muda untuk kembali mendengarkan suara tradisi. Merawat budaya tidak cukup hanya dengan mengingat masa lalu. Budaya harus terus dihidupkan, diperdengarkan, dipelajari, dan diwariskan.
Ayo masyarakat Bandung dan sekitarnya berkenan hadir pada Jumat, 14 Agustus 2026, pukul 14.00 WIB, di Aula Unpad, Jalan Dipati Ukur No. 35 Bandung.
Gratis. Datang tepat waktu, dan mari bersama-sama ngaderes deui tembang Sunda.
***
Judul: Balé Rumawat ka-110: Talawungan, Ngaderes Deui Tembang Sunda di Unpad
Sumber: Pusat Budaya Sunda Unpad
Editor: Jumari Haryadi












