MajmusSunda News – Bandung, Sabtu (18/07/2026) – Bertempat di The St. Regis Singapore pada hari Rabu, 15 Juli 2026, tokoh Indonesia sebagai putra bangsa Nusantara, yaitu Pangeran Mohamad Soleh Ridwan atau Datuk Setya Amanah Mangku Bumi dari Kesultanan Batara Soar Darussalam Riau Legacy, sekaligus sebagai perwakilan Global Indigenous Monarcical Alliance Royal Pajajaran Legacy Indonesia, mendapatkan kesempatan baik dan dipercaya menjadi Honorary Guest Speaker (narasumber) dalam kegiatan berkelas internasional Extraordinary Supranational Convention 2026 di negara Singapura.
Penyelenggara Konvensi Internasional adalah “Creating The Future Today” yang bekerja sama dengan “World Philosophical Forum (WPF)”. Konvensi dilaksanakan dengan tujuan mempertemukan para tokoh dan pemimpin dunia, akademisi, tokoh kemanusiaan, serta pemikir global untuk membahas masa depan kehidupan manusia dan peradaban menuju kebaikan kehidupan di dunia di tengah berbagai tantangan kehidupan internasional.

Konvensi Internasional tersebut dihadiri sejumlah tokoh internasional, antara lain Larisa Zelentsova (RF Expert in The United Nations, International Alliance of BRICS Strategic Projects), Igor Kondrashin (President and CEO World Philosophical Forum/WPF), Zyomara Briseida Delgado Reynoso (Vice President International GUSI Peace Prize Laureate), Dr. Salem Humaid Saif Al Mazini (Founder and President BRICS International Football Alliance/BIFA), Bat Uul Baldandorj (Board Chairman of Unity Asset Management), serta Grand Master Jason Tan dari Federation of World Cultural and Art Society Singapore.

Pangeran Mohamad Soleh Ridwan diberikan kepercayaan sebagai tokoh dari Indonesia. Hal tersebut merupakan kehormatan dan pengakuan terhadap Indonesia dalam forum bertingkat internasional. Perjuangan Pangeran Mohamad Soleh Ridwan untuk membawa marwah budaya Nusantara di kancah internasional telah berlangsung cukup lama, baik dalam memperkenalkan budaya maupun menginformasikannya kepada dunia. Dalam pidatonya yang bertajuk “Bhinneka Tunggal Ika”, Pangeran Mohamad Soleh Ridwan menjelaskan bahwa Bhinneka Tunggal Ika bukan sekadar semboyan nasional bagi bangsa Indonesia, tetapi merupakan nilai filosofi penting bagi tanah air Nusantara yang telah lebih dahulu dijadikan falsafah hidup, yaitu berbeda-beda tetapi tetap satu.
Bhinneka Tunggal Ika yang memiliki arti walau berbeda bangsa, bahasa, suku, dan warna kulit, tetap menjunjung persatuan. Kita berbeda negara. Setiap negara memiliki semboyan dan falsafah masing-masing. Namun, jika falsafah Bhinneka Tunggal Ika dipahami dan diterapkan oleh negara lain selain Indonesia serta menjadi falsafah yang dianut oleh semua negara, sudah pasti akan tercipta persatuan dunia dan kehidupan manusia di dunia akan berada dalam perdamaian. “Tanpa Bhinneka, kita pecah, tanpa Ika, kita tidak punya arah,” imbuh Pangeran Mohamad Soleh Ridwan.

Judul: Bhinneka Tunggal Ika Menjadi Materi Penting dalam Konvensi Internasional “Extraordinary Convention Supranational Singapore 2026”
Penulis: Ambu Rita Laraswati (Ketua Yayasan Sunda13 Buhun, Budayawati, Seniman, Spiritualis, Redaktur Majalah Jakarta, Dewan Redaksi MajmusSunda, Dewan Redaksi Mahkota News)
Editor: Parkah












