WISATABUMI NUSANTARA #Seri-23: “Mahakarya Salvador Dali dan Hiu Paus di Bumi Gorontalo”

Oleh: Oman Abdurahman

Wisatabumi Nusantara

MajmusSunda News – Bandung, Sabtu (18/07/2026)WISATABUMI NUSANTARA memasuki Seri ke-23 dengan mengajak pembaca menjelajahi Aspiring Geopark Gorontalo di Provinsi Gorontalo. Meski masih berproses menuju pengakuan sebagai Geopark Nasional, kawasan ini telah dikenal memiliki kekayaan geologi, oseanografi, dan biodiversitas laut bertaraf dunia. Bentang alam Gorontalo memadukan sejarah tektonik Pulau Sulawesi, keajaiban ekosistem Teluk Tomini, serta warisan budaya masyarakat pesisir sebagai fondasi pengembangan pendidikan, konservasi, dan geowisata yang berkelanjutan.

Teman-teman, mari kita terbang ke Lengan Utara Pulau Sulawesi: Aspiring Geopark Gorontalo! Walau saat ini statusnya sedang berjuang menuju Geopark Nasional resmi, rahasia bawah lautnya sudah diakui sebagai salah satu yang paling langka di dunia, melintasi batasan wilayah maritim internasional. Penjelajahan ke rahim Gorontalo menuntun setiap jiwa untuk tertunduk bersujud menyadari mutlaknya Kuasa dan Keagungan Sang Pencipta Jagat Raya yang memahat struktur tektonik lengan utara menjadi cekungan perlindungan kehidupan yang mahaindah. Kehadiran formasi cagar bumi purba ini bertindak sebagai sasis pembuka gerbang literasi kebumian yang menyandingkan penemuan ilmiah oseanografi dengan kemegahan tata sosial kultural masyarakat lokal di tatar Bumi Hulontalo. Jalinan kosmis ini membawa pesan kuat bahwa melalui instrumen interpretasi geowisata yang mandiri, pusaka abiotik Nusantara yang menyimpan rekam jejak bentang alam terangkat harus sukses ditransformasikan menjadi kompas ketahanan nasional yang menyejahterakan ekonomi masyarakat pesisir secara nyata di atas kaki sendiri.

Keunggulan abiotik (Abiotic) objek cagar bumi di Bumi Gorontalo ini dikunci rapat oleh arsitektur tektonik Lengan Utara Jazirah Sulawesi yang dibentuk oleh sejarah pergerakan lempeng yang sangat kompleks. Robekan patahan menyisakan jajaran perbukitan granit purba di daratan serta singkapan intrusi Diorit Bone Bolango sebagai penyusun utama kerangka geologinya. Struktur unik tersebut melahirkan pesona amblesan tektonik Danau Limboto sekaligus memicu manifestasi panas bumi (geothermal) aktif di kawasan Lombongo dan Pentadio. Keagungan bentang alam ini semakin dramatis di bawah laut, ketika dasar Teluk Tomini mengalami amblasan ekstrem yang membentuk tebing vertikal raksasa, topografi karst bawah laut berupa Gua Jin sebagai titik pertemuan arus, serta kemegahan Taman Laut Olele dengan dinding tebing bawah laut yang sangat curam.

Spons laut Petrosia lignosa atau “Salvador Dali Sponge” di Taman Laut Olele, Gorontalo. Sumber: Dokumentasi penyelaman Taman Laut Olele.

Karakteristik fisik serta palung laut dalam yang menjadi penampung arus kaya nutrisi tersebut secara alami merawat pilar hayati (Biotic) kelas dunia dengan ekosistem laut yang sangat jernih. Taman Laut Olele menjadi satu-satunya habitat di dunia bagi spons laut purba bermotif ukiran surealis Salvador Dali Sponge (Petrosia lignosa), yang hidup berdampingan dengan koloni koral endemik kipas laut raksasa (Gorgonian). Hanya beberapa meter dari bibir Pantai Botubarani, laut dalam menjadi habitat aman bagi Hiu Paus (Rhincodon typus) yang hidup bersimbiosis secara damai bersama aktivitas nelayan tradisional. Sementara itu, di kawasan daratan, hutan penyangga menjaga kelestarian Burung Maleo (Macrocephalon maleo) yang secara alami memanfaatkan panas bumi untuk menetaskan telurnya. Kekayaan tersebut berpadu dengan ekosistem mangrove di pesisir Torosiaje serta melimpahnya komoditas hayati seperti kelapa, sagu, dan lada.

Pada panggung sejarah sosiokultural (Cultural), respons peradaban manusia menyublimasikan karakteristik geologi dan keanekaragaman hayati Bumi Hulontalo menjadi identitas masyarakat yang luhur. Hubungan erat dengan bentang alam terekam pada Benteng Otanaha yang dibangun pada abad ke-16 di atas bukit batu gamping menggunakan teknologi lokal berupa putih telur Burung Maleo sebagai perekat batu. Adaptasi terhadap kehidupan laut melahirkan permukiman terapung Suku Bajo di Kampung Torosiaje, yang hidup berdampingan dengan laut secara turun-temurun. Di kawasan Botubarani, pengelolaan wisata Hiu Paus juga menerapkan kode etik ekowisata internasional yang melarang wisatawan menyentuh satwa demi menjaga keselamatan dan kelestarian habitatnya. Kekayaan budaya Gorontalo semakin lengkap melalui warisan Sulam Karawo yang memerlukan ketelitian tinggi, serta kuliner khas seperti Binthe Biluhuta, Kuah Bugis, dan Ilabulo yang menjadi bagian penting identitas budaya daerah.

Oleh karena itu, orkestrasi hulu-hilir antara rekayasa struktur tektonik, keunikan ekosistem bawah laut Teluk Tomini, dan kekayaan hayati Gorontalo wajib diposisikan sebagai fondasi utama pembangunan berkelanjutan (Environmentally Sound and Sustainable Development). Langkah pengungkapan warisan geologi berupa perbukitan granit, manifestasi panas bumi, dan bentang pesisir ini tidak hanya ditujukan untuk pengembangan pariwisata, tetapi juga harus mampu memenuhi prinsip keberlanjutan melalui keseimbangan ekonomi, pelestarian budaya, dan perlindungan lingkungan. Peran Badan Pengelola Aspiring Geopark Gorontalo dalam mempercepat status Geopark Nasional menjadi langkah strategis untuk mendorong lahirnya industri geowisata yang mandiri dan berdaya saing global. Pada akhirnya, sains mempertemukan kekuatan geologi masa lalu dengan keluhuran budaya masyarakat Nusantara dalam membangun masa depan yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan seutuhnya.

#Gorontalo #AspiringGeoparkGorontalo #TamanLautOlele #SalvadorDaliSponge #HiuPausBotubarani #BurungMaleo #BentengOtanaha #SukuBajoTorosiaje #BintheBiluhuta #WawasanKebangsaan

Wisatabumi Nusantara
Oman Abdurahman (Penulis)

Judul: WISATABUMI NUSANTARA #Seri-23: “Mahakarya Salvador Dali dan Hiu Paus di Bumi Gorontalo”

Penulis: Oman Abdurahman terlahir di Ciamis, 14 Desember 1961. Beliau menyelesaikan S-2 Rekayasa Pertambangan Institut Teknologi Bandung, Bidang Hidrogeologi. Segudang pengalaman pendidikan, kerja, dan organisasi telah mewarnai hidupnya. Alamat email: omanarah20@gmail.com

Editor: Asep AZM/Parkah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *