WISATABUMI NUSANTARA Seri-7: “Menara Karst Maros, Magnet Dua Peneliti Dunia, dan Istana Bahari Pangkep”

Oleh: Oman Abdurahman

Wisatabumi Nusantara

MajmusSunda News – Bandung, Jumat (10/07/2026)WISATABUMI NUSANTARA memasuki Seri-7 dengan mengajak pembaca menjelajahi Maros-Pangkep UNESCO Global Geopark di Sulawesi Selatan. Kawasan karst tropis yang mendunia ini bukan hanya menyimpan bentang alam spektakuler, tetapi juga menjadi laboratorium alam yang mempertemukan sejarah geologi, keanekaragaman hayati, arkeologi prasejarah, serta budaya masyarakat yang terus menjaga kelestariannya hingga kini.

Teman-teman, tebing-tebing batu megah yang menjulang tegak di Maros-Pangkep UNESCO Global Geopark ternyata telah lama memikat perhatian para ilmuwan dunia. Keajaiban alam di Sulawesi Selatan ini menyuguhkan ruang kontemplasi yang mendalam tentang bagaimana bentang alam bumi mampu memengaruhi perkembangan sains, keanekaragaman hayati, hingga kebudayaan manusia. Penjelajahan ke kawasan ini bukan sekadar perjalanan menikmati eksotisme visual, melainkan sebuah refleksi filosofis yang menuntun setiap jiwa untuk tertunduk bersujud, menyadari mutlaknya kuasa dan keagungan Sang Pencipta Jagat Raya. Kehadiran formasi cagar bumi purba ini bertindak sebagai sasis pembuka gerbang literasi yang menyandingkan penemuan ilmiah bertaraf internasional dengan kemegahan tata sosial-budaya masyarakat setempat. Jalinan kosmis ini membawa pesan kuat bahwa melalui instrumen interpretasi geowisata yang mandiri, pusaka abiotik Nusantara harus sukses ditransformasikan menjadi kompas pembangunan berkelanjutan yang mampu menyejahterakan masyarakat lokal secara nyata.

Keunggulan abiotik (abiotic) objek cagar bumi di Sulawesi Selatan ini ditandai oleh bentang alam tower karst (menara karst) yang menjadi salah satu kawasan karst tropis paling luas dan spektakuler di dunia. Penelitian Profesor Herbert Lehmann dari Jerman pada dekade 1960-an memberikan kontribusi besar dalam memperkenalkan karakteristik geomorfologi tower karst Maros kepada komunitas ilmiah internasional. Kawasan ini menunjukkan morfologi bukit-bukit kapur yang menjulang tegak dan terpisah satu sama lain, membentuk lanskap yang sangat khas. Di bagian pesisir, bentang karst tersebut berlanjut ke gugusan pulau-pulau karst di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), menciptakan perpaduan unik antara ekosistem daratan dan bahari. Di bawah permukaannya berkembang sistem hidrogeologi karst yang sangat kompleks, termasuk jaringan sungai bawah tanah seperti Salukkan Kallang yang menjadi salah satu sistem sungai bawah tanah terpanjang di Indonesia serta berperan penting sebagai penyimpan air tanah bagi kawasan sekitarnya.

Wisatabumi Nusantara
Foto: Lanskap Geopark Maros Pangkep, Sulawesi Selatan. Sumber: Geopark Maros Pangkep.

Karakteristik fisik bentang karst yang unik serta ketersediaan pasokan air yang melimpah tersebut otomatis merawat pilar hayati (Biotic) kasta tertinggi di atas tanah kapur yang subur.

#MarosPangkep #MarosPangkepUNESCOGlobalGeopark #TowerKarst #KarstMaros #Pangkep #SalukkanKallang #GuaPrasejarah #Wallacea #SulawesiSelatan #WISATABUMINUSANTARA

Wisatabumi Nusantara
Oman Abdurahman (Penulis)

Judul: WISATABUMI NUSANTARA Seri-7: “Menara Karst Maros, Magnet Dua Peneliti Dunia, dan Istana Bahari Pangkep”

Penulis: Oman Abdurahman terlahir di Ciamis, 14 Desember 1961. Beliau menyelesaikan S-2 Rekayasa Pertambangan Institut Teknologi Bandung, Bidang Hidrogeologi. Segudang pengalaman pendidikan, kerja, dan organisasi telah mewarnai hidupnya. Alamat email: omanarah20@gmail.com

Editor: Asep AZM/Parkah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *