Majmussunda News, Kota Bandung, Jumat (5/06/2026) – Kejaksaan Agung (Kejagung) Rabu (3/6/2026) menahan mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, dan dua mantan wakil kepala BGN, Irjen Pol (Purn) Sony Sanjaya dan Mayjen TNI (Purn) Lodewyk Pusung. Ketiganya dibawa ke Rutan Salemba setelah ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi tata kelola MBG tahun 2025-2026.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Kamis (4/6/2026) juga menahan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Wamen Imipas) Silmy Karim dan tujuh pejabat Direktorat Jenderal Imigrasi usai ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus dugaan pemerasan dan gratifikasi pengurusan dokumen keimigrasian.
Timbul pertanyaan: Kenapa mereka yang sudah kaya, punya jabatan, dan hidup berkecukupan, masih juga gemar korupsi?
Khutbah Jumat di bulan Dzulhijah 1447 Hijriah ini mengangkat topik, “Bahaya Korupsi dalam Kehidupan Dunia dan Akhirat” oleh Ustadz H. Asep Ruslan MS, S.Hut atau yang akrab disapa Kang Asep, Pembina Pondok Pesantren Rahmat Lil Alamin Purwakarta di Masjid Al-Muhajir Komplek Bumi Panyileukan RW 02, Kel. Cipadung Kidul, Kec. Panyileukan, Kota Bandung, Jumat (5/06/2026).
Topik tentang korupsi penting dibahas secara terus-menerus, karena kejahatan ini merupakan ancaman luar biasa (extraordinary crime) yang menghancurkan perekonomian, memperburuk ketimpangan sosial, dan menggerus kepercayaan publik terhadap lembaga negara. Pemahaman yang mendalam tentang masalah ini dapat membangun kesadaran kritis untuk mencegah kerugian yang lebih besar.

Inilah isi khutbah Jumat yang disampaikan oleh Wakil Ketua Panata Darma Majelis Musyawarah Sunda (MMS). Semoga bermanfaat.
Khutbah Jumat: “Bahaya Korupsi dalam Kehidupan Dunia dan Akhirat.”
إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه.
اللهم صلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْن.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللهَ، وَخَيْرَ الهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ ِبِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّار
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,
Setiap lantunan pujian dan ekspresi syukur atas segala nikmat, sepantasnya-lah kita selalu panjatkan atas kehadirat Allah SWT. Karena berkat kemahabijaksanaan-Nya, kita tetap diberikan kewarasan, meskipun terkadang banyak rintangan hidup yang harus kita hadapi.
Begitu juga, shalawat dan salam, kita tidak boleh lupa haturkan untuk junjungan alam, Nabi Besar Muhammad SAW. Sebab berkat perjuangan beliau dalam berdakwah, manis Iman dan Islam dapat kita rasakan hingga kini. Kemudian untuk para sahabat, kerabat, dan ulama yang senantiasa mendampingi beliau, semoga Allah membalas kebaikan mereka.
Selanjutnya, khatib berwasiat kepada diri sendiri dan jamaah, mari tingkatkan ketakwaan kepada Allah dan tetap menjadi insan yang memberikan energi positif untuk sesama.
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَكُوْنُوْا مَعَ الصّٰدِقِيْنَ
“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tetaplah bersama orang-orang yang benar” (QS. At-Taubah: 119).
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,
Diantara fenomena yang sangat memilukan akhir-akhir ini, bahkan sudah menjadi penyakit kronis dan menular, dari skala kecil sampai besar-besaran, adalah Budaya Korupsi. Korupsi secara umum bermakna mengambil sesuatu yang bukan haknya, baik secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan, untuk keuntungan pribadi atau kelompok.
Dalam Islam, korupsi termasuk dalam kategori Ghulul (pengkhianatan, penggelapan atau penyalahgunaan terhadap amanah), yang merupakan dosa besar yang mendapatkan ancaman yang berat di dunia dan di akhirat.
وَمَا كَانَ لِنَبِيٍّ اَنْ يَّغُلَّۗ وَمَنْ يَّغْلُلْ يَأْتِ بِمَا غَلَّ يَوْمَ الْقِيٰمَةِۚ ثُمَّ تُوَفّٰى كُلُّ نَفْسٍ مَّا كَسَبَتْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُوْنَ
“Dan tidaklah pantas seorang nabi berkhianat (dalam urusan harta rampasan perang). Barang siapa yang berkhianat, niscaya pada hari kiamat dia akan datang membawa apa yang dia khianati, kemudian setiap jiwa akan diberi balasan sesuai dengan apa yang telah dikerjakannya, dan mereka tidak dizalimi.” (QS. Ali Imran: 161).
Ayat ini menunjukkan betapa beratnya dosa korupsi, karena seseorang akan dimintai pertanggung-jawaban di akhirat atas setiap harta yang dia Korupsi.
Nabi Muhammad SAW menegaskan, bahwa tidaklah beranjak kaki seorang hamba di hadapan Allah kelak, melainkan ia akan ditanya tentang hartanya; dimana ia peroleh dan dibelanjakan kemana?
لَا تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ أَرْبَعٍ: عَنْ عُمُرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ، وَعَنْ عِلْمِهِ مَاذَا عَمِلَ فِيهِ، وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَا أَنْفَقَهُ، وَعَنْ جِسْمِهِ فِيمَا أَبْلَاهُ
“Kedua kaki seorang hamba tidak akan bergeser pada hari kiamat hingga ia ditanya tentang empat hal: tentang umurnya, untuk apa ia habiskan; tentang ilmunya, bagaimana ia amalkan; tentang hartanya, dari mana ia peroleh dan untuk apa ia belanjakan; serta tentang tubuhnya, bagaimana ia gunakan”. (HR. Tirmidzi no. 2417).
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,
Korupsi memiliki dampak yang sangat buruk, baik bagi individu, masyarakat, maupun negara, dan kerusakan itu bukan cuma sebatas di dunia, namun akan berlanjut dengan penyesalan di hari kiamat kelak. Karena sebagian mereka yang korupsi saat mampu membeli pengadilan dunia dan dibebaskan atau diringankan hukuman dari yang sepantasnya ia terima, mengira semuanya telah beres dan selesai. Tidak, semuanya akan dihisab di hari kiamat, di pengadilan Allah. Dimana setiap manusia akan mempertanggung jawabkan perbuatannya sekecil apapun. Bahkan seluruh anggota tubuh pun akan bersaksi di hadapan Allah.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,
Dampak buruk korupsi sangatlah banyak, diantaranya adalah:
- Merusak amanah dan tanggung jawab.
Allah memerintahkan kita untuk menunaikan amanah dengan sebaik-baiknya.
إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَىٰ أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ ۚ إِنَّ اللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًا
“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkannya dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS. An-Nisa: 58).
- Menghalangi Doa dan Rezeki yang Berkah
Rasulullah saw bersabda: Ayyuhan naasu, innalloha thoyyibun laa yaqbalu illaa thoyyiban.
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ اللَّهَ طَيِّبٌ لَا يَقْبَلُ إِلَّا طَيِّبًا
“Wahai manusia, sesungguhnya Allah itu baik dan tidak menerima kecuali yang baik.” (HR. Muslim, no. 1015).
Harta hasil korupsi termasuk harta yang haram. Ia tidak hanya menghilangkan keberkahan, tetapi juga menjadi penghalang terkabulnya doa. Bahkan Nabi memberi ancaman bahwa setiap daging yang tumbuh dari yang haram, maka nerakalah yang pantas untuknya.
كُلُّ لَحْمٍ نَبَتَ مِنْ سُحْتٍ فَالنَّارُ أَوْلَى بِهِ
“Setiap daging yang tumbuh dari hasil yang haram, maka neraka lebih layak baginya”. (HR. Ahmad).
3.Menghancurkan Kehidupan Bermasyarakat
Korupsi memperlebar kesenjangan sosial, merusak sistem keadilan, dan membuat kemiskinan semakin meluas. Rasulullah SAW bersabda:
إِنَّمَا أَهْلَكَ الَّذِينَ قَبْلَكُمْ أَنَّهُمْ كَانُوا إِذَا سَرَقَ فِيهِمُ الشَّرِيفُ تَرَكُوهُ وَإِذَا سَرَقَ فِيهِمُ الضَّعِيفُ أَقَامُوا عَلَيْهِ الْحَدَّ
“Binasanya umat-umat sebelum kalian adalah karena apabila orang-orang terpandang di antara mereka mencuri, mereka membiarkannya. Namun apabila orang-orang lemah mencuri, mereka menegakkan hukuman atasnya.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Hadis ini mengingatkan kita bahwa korupsi yang dibiarkan akan menghancurkan tatanan hidup masyarakat. Menimbulkan kesenjangan, perasaan iri, dengki, benci, yang semuanya itu bisa menggiring ke dalam jurang kehancuran.
Sanksi Berat bagi Pelaku Korupsi
Dalam Islam, korupsi adalah bentuk kezaliman, dan Allah tidak akan membiarkan kezaliman itu terjadi tanpa balasan. Rasulullah saw bersabda:
مَا مِنْ عَبْدٍ يَسْتَرْعِيهِ اللَّهُ رَعِيَّةً يَمُوتُ يَوْمَ يَمُوتُ وَهُوَ غَاشٌّ لِرَعِيَّتِهِ إِلَّا حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ
“Tidaklah seorang hamba yang Allah berikan kekuasaan atas rakyatnya, kemudian ia mati dalam keadaan menipu rakyatnya, melainkan Allah haramkan baginya surga.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Hadist ini menegaskan bahwa penguasa atau pejabat yang Korupsi akan mendapatkan sanksi berat, baik di dunia maupun di akhirat.
بَارَكَ اللَّهُ لِيْ وَلَكُمْ فَي القُرْآنَ العَظِيْمِ, وَنَفَعْنِيْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الحَكِيْمِ, قُلْتُ مَا سَمِعْتُمْ وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ المُؤْمِنِيْنَ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

KHUTBAH KEDUA
الْحَمْدُ للهِ عَلَىْ إِحْسَاْنِهِ ، وَالْشُّكْرُ لَهُ عَلَىْ تَوْفِيْقِهِ وَامْتِنَاْنِهِ ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَاْ إِلَهَ إِلَّاْ اللهُ تَعْظِيْمَاً لِشَأْنِهِ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدَاً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْدَّاْعِيْ إِلَىْ رِضْوَاْنِهِ صَلَّى اللهُ عَلِيْهِ وَعَلَىْ آلِه
وَأَصْحَاْبِهِ وَإِخوَانِهِ.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,
Kejaksaan Agung (Kejagung) Rabu (3/6/2026) menahan mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, dan dua mantan wakil kepala BGN, Irjen Pol (Purn) Sony Sanjaya dan Mayjen TNI (Purn) Lodewyk Pusung. Ketiganya dibawa ke Rutan Salemba setelah ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi tata kelola MBG tahun 2025-2026.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Kamis (4/6/2026) juga menahan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Wamen Imipas) Silmy Karim dan tujuh pejabat Direktorat Jenderal Imigrasi usai ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus dugaan pemerasan dan gratifikasi pengurusan dokumen keimigrasian.
Timbul pertanyaan: Kenapa mereka yang sudah kaya, punya jabatan, dan hidup berkecukupan, masih juga gemar korupsi?
Kebanyakan orang menjawab karena serakah. Itu tidak salah, tapi tidak sepenuhnya juga benar. Pertanyaan yang benar, Apa yang terjadi di dalam kepala seseorang yang sudah kaya tapi masih tetap korupsi? Jawabannya bukan karena serakah, tapi karena otak mereka.
Penelitian dari Universitas California Berkeley membuktikan. Orang yang berkuasa mengalami lonjakan Dopamin. Hormon yang sama yang aktif saat kecanduan narkoba.
Yang dicari bukan lagi uangnya, yang dicari adalah sensasi berkuasa, sensasi tidak bisa disentuh hukum. Prof Dacher Keltner dari UC Berkeley, menyebutnya “The Power Paradox”.
Orang naik ke posisi tinggi, karena mereka dipercaya, rendah hati dan peduli. Tapi begitu di atas, Otak mereka berubah. Empati menurun, rasa benar dan salah melemah. Mereka mulai merasa di atas aturan.
Kekuasaan tidak mengubah orang baik menjadi jahat. Kekuasaan mengungkap siapa mereka sebenarnya.
Seorang Koruptor tidak merasa dirinya Koruptor. Hampir semua punya pembenaran. Ini untuk keluarga, semua orang juga melakukannya, saya sudah berjasa banyak. Sistem ini yang salah bukan saya?
Otak manusia sangat pandai meyakinkan dirinya sendiri, bahwa yang ia lakukan itu benar.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,
Penelitian neurosains membuktikan bahwa otak manusia memiliki sifat plastis (neuroplastisitas), yang berarti sirkuit saraf terus berubah dan beradaptasi melalui pengalaman, pembelajaran, dan memori. Disiplin ilmu ini juga mengungkapkan dasar biologis yang kuat di balik emosi, perilaku sosial, dan proses pembelajaran.
Neurosains adalah studi ilmiah yang mempelajari sistem saraf, khususnya struktur, fungsi, perkembangan, dan kelainan pada otak dan sumsum tulang belakang. Ilmu ini menjelaskan bagaimana miliaran sel saraf (neuron), bekerja sama untuk mengatur pikiran, ingatan, emosi, dan perilaku manusia.
Hasilnya, Semakin banyak uang yang dimiliki seseorang, semakin sedikit Dopamin yang dilepas untuk setiap tambahan kekayaan.
Artinya, uang berhenti terasa memuaskan. Yang tetap memberikan sensasi adalah: Kontrol, Status, dan Rasa tidak tersentuh hukum. Jadi Korupsi bukan lagi soal ketamakan. Korupsi menjadi permainan, dan mereka main dengan uang rakyat.
Jadi kenapa pejabat Korupsi walaupun sudah kaya? Karena bukan kekayaan itu yang mereka kejar. Yang mereka kejar adalah Kekuasaan Tanpa Batas.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,
Marilah kita meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah dengan menjauhi segala bentuk perbuatan korupsi. Jadilah umat yang jujur dan amanah, karena Rasulullah ﷺ bersabda:
التَّاجِرُ الصَّدُوقُ الْأَمِينُ مَعَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ
“Pedagang yang jujur dan terpercaya akan bersama para nabi, orang-orang yang jujur, dan para syuhada di akhirat nanti.” (HR. Tirmidzi, no. 1209).
Hendaknya kita mendidik diri kita, keluarga kita, dan masyarakat sekitar untuk menanamkan nilai-nilai kejujuran dan integritas, agar korupsi dapat diberantas dari akarnya. Milikilah sikap Qanaah, melatih untuk mencukupkan diri dengan pemberian Allah, jangan mudah terpengaruh dengan gaya hidup yang berlebih, carilah nafkah yang halal, yang mengundang keberkahan, karena harta korupsi sebanyak apapun, akan berakhir pada kehancuran! Cepat atau lambat, di dunia atau di akhirat.
Semoga Allah memberikan kita kekuatan untuk menjaga amanah dan menjauhi perbuatan tercela.
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ عَفْوَكَ وَعَافِيَتَكَ وَأَنْ تُبَارِكَ لَنَا فِي أَعْمَالِنَا وَأَرْزَاقِنَا. اللَّهُمَّ طَهِّرْ أَيْدِيَنَا مِنَ الْحَرَامِ وَاجْعَلْنَا مِنَ الْعِبَادِ الْأَمِينِينَ.
“Ya Allah, bersihkan tangan kami dari harta yang haram, dan jadikanlah kami termasuk hamba-hamba-Mu yang jujur, amanah dan punya integritas”.
إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَـٰۤىِٕكَتَهُۥ یُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِیِّۚ یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَیۡهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسۡلِیمًا
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ . وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ،فِي العَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ،يَا سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ
اَللَّهُمَّ انْصُرْ إِخْوَانَنَا الْمُسْلِمِيْنَ فِيْ غَزَّةَ، اَللَّهُمَّ احْفَظْهُمْ بِحِفْظِكَ، وَثَبِّتْ أَقْدَامَهُمْ، وَارْزُقْهِمْ مِنْ حَلاَلِكَ، وَانْصُرْهُمْ عَلَى الْيَهُوْدِ الْغَاصِبِيْنَ وَمَنْ عَاوَنَهُمْ فِيْ عُدْوَانِهِمْ.
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِي أَمْرِنَا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أ نْتَ الْوَهَّابُ
رَبَّنَا تَقَبَّل مِنَّا وَقِيَامَنَا وَسَائِرَ أَعمَالِنَا وَتُبْ عَلَيْنَا إنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا
رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ اللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَ لْمُسلِمِين وأَهْلِكِ الْكَفَرَةَ وَ المُشْرِكِينَ وَأَعدَاءَكَ يَا عَزِيزٌ يَا قَهَّارٌ يَا رَبَّ العَالَمِينَ
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
***
Judul: Sudah Kaya, Punya Jabatan, Kenapa Masih Gemar Korupsi
Jurnalis: Asep Ruslan
Editor: Asep Ruslan












