MajmusSunda News, Kolom OPINI, Jawa Barat, Jum’at (15/05/2026) – Artikel dalam Kolom OPINI berjudul “Kebangkitan Petani” ini ditulis oleh: Ir. Entang Sastraatmadja, Ketua Dewan Pakar DPD HKTI Jawa Barat dan Anggota Forum Dewan Pakar Pertanian dan Pembangunan Pedesaan, Majelis Musyawarah Sunda (MMS).
Pembangunan petani adalah pembangunan multy-sektor, multy-kepentingan dan juga multy-pendekatan. Pembangunan petani, bukan saja terkait dengan pembangunan sumber daya manusia, namun di dalamnya akan berhubungan pula dengan pembangunan sektor-sektor lain, seperti urusan permodalan/pembiayaan (perbankan), sarana dan prasarana pengangkutan (transportasi), sarana dan prasarana pengairan (irigasi), sarana dan prasarana kelembagaan petani, sarana dan prasarana pendidikan, serta manajemen pembangunan secara umum. Inilah salah satu alasannya, mengapa pendalaman masalah terhadap PETANI MAJU, MANDIRI, ADIL DAN MAKMUR, sangatlah penting memahami terlebih dahulu apa dan bagaimana makna dari kata-kata MAJU, MANDIRI, ADIL dan MAKMUR itu sendiri.

Dari beragam literatur yang ada, istilah maju memang tergolong kompleks. Tingkat kemajuan suatu bangsa umumnya dinilai berdasarkan berbagai ukuran. Salah satunya adalah dari kacamata pembangunan sosial. Ditinjau dari indikator sosial, tingkat kemajuan suatu negara diukur dari kualitas sumber daya manusianya.
Suatu bangsa dikatakan makin maju, apabila sumber daya manusianya memiliki kepribadian bangsa, berakhlak mulia dan berkualitas pendidikan yang tinggi. Tingginya kualitas pendidikan penduduknya, ditandai oleh makin menurunnya tingkat pendidikan terendah serta meningkatnya partisipasi pendidikan dan jumlah tenaga akhli serta professional yang dihasilkan oleh system pendidikan.
Kemajuan suatu bangsa dapat pula diukur berdasarkan indikator kependudukan. Ada kaitan yang erat antara kemajuan suatu bangsa dengan laju pertumbuhan penduduk, termasuk derajat kesehatan.
Bangsa yang sudah maju ditandai dengan laju pertumbuhan penduduk yang kecil, angka harapan hidup yang lebih tinggi, dan kualitas pelayanan sosial yang lebih baik. Secara keseluruhan kualitas sumber daya manusia yang makin baik akan tercermin dalam produktivitas yang makin tinggi.
Ditinjau dari indikator ekonomi, kemajuan sutu bangsa diukur dari tingkat kemakmurannya yang tercermin pada tingkat pendapatan dan pembagiannya. Tingginya pendapatan rata-rata dan ratanya pembagian ekonomi suatu bangsa, menjadikan bangsa tersebut lebih makmur dan lebih maju.
Negara yang maju, pada umumnya adalah negara yang sektor industri dan sektor jasanya telah berkembang. Peran sektor industri maufaktur sebagai penggerak utama laju pertumbuhan makin meningkat, baik dalam aspek penghasilan, sumbangan dalam penciptaan pendapatan nasional, maupun dalam penyerapan tenaga kerja.
Kemandirian adalah hakekat dari kemerdekaan, yaitu hak setiap bangsa untuk menentukan nasibnya sendiri dan menentukan apa yang terbaik bagi diri bngsanya. Oleh karena itu pembangunan sebagai usaha untuk mengisi kemerdekaan, haruslah pula merupakan upaya membangun kemandirian.
Kamandirian, bukanlah kemandirian dalam keterisolasian. Kemandirian mengenal adanya kondisi saling ketergantungan yang tidak dapat dihindari dalam kehidupan bermasyarakat, baik dalam suatu negara maupun bangsa. Terlebih lagi dalam era globalisasi dan perdagangan bebas, ketergantungan antar bangsa semakin kuat.
Kemandirian yang demikian adalah faham yang proaktif dan bukan reaktif atau defensif. Kemandirian merupakan konsep yang dinamis, karena mengenali bahwa kehidupan dan kondisi saling ketergantungan senantiasa berubah, baik kontelasinya, perimbangannya, maupun nilai-nilai yang mendasari dan mempengaruhinya.
Pembangunan bangsa dan negara Indonesia, bukan hanya untuk menggapai bangsa yang mandiri dan maju, melainkan juga menjadi bangsa yang adil dan makmur. Sebagai pelaksana dan penggerak pembangunan, sekaligus obyek pembangunan, rakyat mempunyai hak, baik dalam merencanakan, melaksanakan mupun menikmati hasil pembangunan. Pembangunan haruslah dilaksanakan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Oleh karena itu, masalah keadilan merupakan cirri yang menonjol pula dalam pembangunan nasional.
Keadilan dan kemakmuran, harus tercermin pada seluruh aspek kehidupan. Semua rakyat memiliki kesempatan yang sama dalam meningkatkan taraf kehidupan, memperoleh lapangan pekerjaan, mendapatkan pelayanan social, pendidikan dan kesehatan, mengemukakan pendapat, melaksanakan hak politik, mengamankan dan mempertahankan negara serta mendapatkan perlindungan dan kesamaan di depan hukum.
Dengan demikian, bangsa yang adil tidak ada diskriminasi dalam bentuk apa pun, baik antar individu, gender maupun wilayah. Bangsa yang makimur adalah bangsa yang sudah terpenuhi seluruh kebutuhan hidupnya, sehingga dapat memberikan makna dan arti penting bagi bangsa-bangsa lain di dunia.
PETANI MAJU, MANDIRI, ADIL DAN MAKMUR, benar-benar kita nantikan keberadaan dan kehadirannya di tanah merdeka ini. Dalam koridor berpikir yang seperti inilah, pemahaman yang komprehensif dan utuh terhadap makna KEBANGKITAN PETANI di negara kita menjadi sangat penting dan strategis.
KEBANGKITAN PETANI, rupanya bukan hanya menggema menjadi sebuah jargon. KEBANGKITAN PETANI tidaklah mungkin akan datang dengan sendirinya. KEBANGKITAN PETANI tidak identik dengan hujan yang turun dari langit. Tapi, KEBANGKITAN PETANI adalah sesuatu yang harus diperjuangkan. KEBANGKITAN PETANI merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari REVITALISASI PETANI. Dan REVITALISASI PETANI pasti tidak akan terlepas kaitannya dengan REVITALISASI PERTANIAN sebagaimana yang telah diikralkan Pemerintah sekitar 15 tahun lalu.
Yang pasti adalah KEBANGKITAN PETANI identik dengan “darah baru” (“giving a new life”) dalam kamus pembangunan pertanian yang berbasis kepada pembangunan petani. Inilah salah satu pertimbangan pokoknya, mengapa KEBANGKITAN PETANI di Indonesia, penting untuk dibewarakan dan digelindingkan menjadi sebuah pilihan kebijakan Pemerintah yang “pro petani”. (PENULIS, ANGGOTA DEWAN PAKAR DPN HKTI).
***
Judul: Kebangkitan Petani
Penulis: Ir. Entang Sastraatmadja
Editor: Raka Alvaro Triputra












