MAJMUSSUNDA NEWS, Kota Cimahi, Jawa Barat, Selasa (28/04/2026) – Rumah Kreatif Bunda Mei (RKBM) menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Terapi dan Konsultasi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK)” yang digelar di halaman depan Masjid Agung Kota Cimahi pada Rabu, 28 April 2026. Kegiatan ini berlangsung sejak pukul 08.30 hingga 10.30 WIB dan diikuti oleh puluhan ABK dengan penuh antusias.
Program “Terapi dan Konsultasi Anak Berkebutuhan Khusus” ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan RKBM yang didukung oleh Dana Indonesiana melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) di bawah naungan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Sebelumnya, RKBM juga telah mengadakan workshop bertema Harmoni Tubuh dan Jiwa Disabilitas pada 15 April 2026 di Aula Fakultas Psikologi Universitas Jenderal Ahmad Yani (Unjani) Cimahi.


RKBM sendiri didirikan oleh Mei Suprihartini, S.T., yang akrab disapa Bunda Mei. Perempuan kelahiran Cimahi, 20 Mei 1974 ini memulai langkahnya pada Maret 2010 di Kabupaten Bandung Barat sebelum akhirnya memindahkan lokasi sanggar ke Cimahi pada tahun berikutnya.

Pendirian RKBM tersebut berawal dari kepedulian Bunda Mei terhadap perkembangan anak-anak di lingkungan sekitarnya. Kemudian ia mengembangkan berbagai kegiatan untuk menggali potensi, serta kreativitas anak, seperti kelas menggambar, mewarnai, hingga pelatihan tari kreasi bagi balita.
Menurut Bunda Mei, RKBM hadir sebagai ruang untuk mempererat hubungan antara orang tua dan anak sekaligus mengarahkan pola pikir, serta kreativitas anak sesuai dengan cita-cita mereka. Selain itu, kegiatan di sanggar ini juga bertujuan membangun rasa percaya diri anak serta mendorong lahirnya ide-ide kreatif sebagai nilai tambah dalam perkembangan mereka.
Tidak hanya fokus pada pengembangan individu, RKBM juga aktif menggelar kegiatan sosial kreatif yang melibatkan masyarakat luas, baik di lingkungan umum maupun sekolah. Kehadiran RKBM turut mendukung program pemerintah dalam meningkatkan kualitas edukasi anak Indonesia.
Sejak pagi hari, panitia telah mempersiapkan lokasi kegiatan. Para peserta yang terdiri dari anak-anak disabilitas datang bersama pendamping masing-masing dan melakukan registrasi sebelum acara dimulai. Menariknya, seluruh layanan dalam kegiatan ini diberikan secara cuma-cuma.

Sebanyak 50 anak berkebutuhan khusus mengikuti sesi terapi dengan didampingi 48 pendamping. Mereka dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk memudahkan proses penanganan. Sebanyak 10 terapis profesional secara bergantian memberikan layanan, didukung pula oleh empat psikolog dan seorang konselor yang siap membantu kebutuhan peserta.
Di sela kegiatan, Bunda Mei menjelaskan bahwa program ini tidak hanya ditujukan bagi anak-anak, tetapi juga sebagai sarana edukasi bagi para terapis dan petugas Rehabilitasi Berbasis Masyarakat (RBM) di Kota Cimahi. Ia menekankan pentingnya kesamaan pemahaman dalam menangani anak disabilitas melalui pendekatan Art Therapy Bahasa Cinta.

Bunda Mei juga menambahkan bahwa anak-anak disabilitas kerap menghadapi hambatan dalam berkomunikasi. Namun, melalui terapi yang dilakukan secara rutin dan berkelanjutan, mereka dapat berkembang hingga mencapai keseimbangan dalam interaksi dan ekspresi diri.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, Bunda Mei menyampaikan bahwa hasil dari workshop, terapi, dan latihan yang dilakukan nantinya akan diwujudkan dalam sebuah pertunjukan sebagai bentuk apresiasi atas proses yang telah dilalui oleh anak-anak tersebut.
***
Judul: Sentuhan Kasih untuk Anak Istimewa: RKBM Hadirkan Terapi Gratis di Cimahi
Penulis: Jumari Haryadi
Editor: ERF












