MajmusSunda News, Rabu (22/04/2026) – Artikel berjudul “Memimpin Masa Depan” ini ditulis oleh: Prof. Yudi Latif, pria kelahiran Sukabumi, Jawa Barat dan Anggota Dewan Pinisepuh/Karamaan/Gunung Pananggeuhan Majelis Musyawarah Sunda (MMS).
Saudaraku, memimpin adalah menyalakan cahaya ke depan keberanian melihat yang belum tampak, menimbang yang belum terjadi. To govern is to foresee: memimpin berarti meraba masa depan, memanggilnya mendekat, lalu bersiap menyambutnya.

Tak seorang pun mampu merangkum seluruh kemungkinan. Masa depan berdenyut dengan kejutan. Meski begitu, lebih arif menakar yang mungkin daripada kosong dari persiapan; yang tak diperkirakan kerap lebih melumpuhkan daripada yang keliru dihitung.
Pelajaran masa lalu bisa jadi bekal. Tanpanya, langkah ke depan hanyalah perjalanan dalam lorong sunyi yang tak bertepi. Ingatan adalah cahaya; amnesia adalah kesunyian yang kehilangan arah.
Manusia sejati bukan hanya yang tahu, tetapi juga yang mengingat dan memimpikan. Kita menumbuhkan hidup seperti pohon: berakar pada asal-usul, bertunas dari pengalaman, dan menjulang dengan imajinasi—warisan budaya dan sejarah yang membentuk kita.
Namun hidup tak cukup hanya mengenang. Ia juga menuntut kita meraba yang akan datang: membaca perubahan, menyesuaikan diri, membuka cakrawala, belajar dari praktik terbaik, lalu merajut rencana sebagai arah.
Di tengah derasnya teknologi modern, ambisi kapital, dan politik serba singkat, kita kerap dilanda rabun jauh retak dalam kesinambungan waktu.
Maka kepemimpinan dituntut menemukan yang sederhana di dalam yang rumit. Dari riuh pengalaman, ia menyuling prinsip-prinsip utama: jangkar yang menahan, kompas yang menuntun, saat masa depan masih gelap.
Prinsip itu lahir dari hidup bersama, disaring dari pengalaman kolektif, menjadi sari kebudayaan. Di tanah Indonesia, ia mengkristal dalam Pancasila berakar pada semangat gotong royong.
Tantangannya kini bukan sekadar menghafal, melainkan menghidupkan: menerjemahkan gotong royong ke dalam berbagai dimensi kehidupan agar tetap relevan dan menuntun langkah ke hari esok.
***
Judul: Memimpin Masa Depan
Penulis: Prof. Yudi Latif
Editor: Raka Alvaro Triputra
Sekilas tentang penulis
Prof. Yudi Latif adalah seorang intelektual terkemuka dan ahli dalam bidang ilmu sosial dan politik di Indonesia. Pria yang lahir Sukabumi, Jawa Barat pada 26 Agustus 1964 ini tumbuh sebagai pemikir kritis dengan ketertarikan mendalam pada sejarah, kebudayaan, dan filsafat, khususnya yang terkait dengan Indonesia.
Pendidikan tinggi yang ditempuh Yudi Latif, baik di dalam maupun luar negeri, mengasah pemikirannya sehingga mampu memahami dinamika masyarakat dan politik Indonesia secara komprehensif. Tidak hanya itu, karya-karyanya telah banyak mengupas tentang pentingnya memahami identitas bangsa dan menguatkan nilai-nilai kebhinekaan.
Sebagai seorang akademisi, Yudi Latif aktif menulis berbagai buku dan artikel yang berfokus pada nilai-nilai kebangsaan dan Islam di Indonesia. Salah satu karya fenomenalnya adalah buku “Negara Paripurna” yang mengulas konsep dan gagasan mengenai Pancasila sebagai landasan ideologi dan panduan hidup bangsa Indonesia.
Melalui bukunya tersebut, Yudi Latif menekankan bahwa Pancasila adalah alat pemersatu yang dapat menjembatani perbedaan dan memperkokoh keberagaman bangsa. Gagasan-gagasan Yudi dikenal memperkaya wacana publik serta memperkuat diskusi mengenai kebangsaan dan pluralisme dalam konteks Indonesia modern.
Di luar akademisi, Yudi Latif juga aktif dalam berbagai organisasi, di antaranya pernah menjabat sebagai Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) di Indonesia. Melalui perannya ini, ia berusaha membangun kesadaran dan pemahaman masyarakat terhadap Pancasila sebagai ideologi negara. Komitmennya dalam mengedepankan nilai-nilai kebangsaan membuatnya dihormati sebagai salah satu tokoh pemikir yang berupaya menjaga warisan ideologi Indonesia.












