MajmusSunda News, Rabu (01/04/2026) – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh generasi muda Indonesia dalam ajang internasional. Dalam Olimpiade STEMCO SAINS 2026 yang berlangsung di Singapura pada 28 hingga 30 Maret 2026, kontingen Indonesia berhasil menorehkan sejarah dengan meraih gelar Juara Umum, mengungguli peserta dari berbagai negara.
Kompetisi ini menjadi salah satu ajang bergengsi di bidang sains yang diikuti oleh puluhan negara. Pada tahap awal, tercatat sekitar 46 negara ambil bagian dalam babak Preliminary Round. Dari jumlah tersebut, hanya 300 peserta terbaik dari 11 negara yang berhasil melaju ke tahap Global Round. Indonesia sendiri mengirimkan 71 pelajar terbaik yang telah melalui seleksi ketat di tingkat nasional.

Keberhasilan Indonesia semakin lengkap dengan diraihnya 6 gelar Absolute Champion dari total 14 kategori yang dipertandingkan. Capaian ini menjadi bukti konkret bahwa pelajar Indonesia memiliki kualitas yang mampu bersaing di tingkat global, khususnya dalam bidang sains dan teknologi.
Partisipasi Indonesia dalam kompetisi ini difasilitasi oleh STEMCO Indonesia yang berada di bawah koordinasi Abak Academy sebagai mitra resmi STEMCO Global. Ajang STEMCO sendiri merupakan kompetisi berbasis pendekatan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM), dengan cakupan materi yang disesuaikan berdasarkan jenjang pendidikan peserta, mulai dari tingkat sekolah dasar hingga menengah atas.
Sejumlah nama pelajar Indonesia berhasil mencatatkan prestasi gemilang dengan meraih medali emas sekaligus predikat Absolute Champion. Mereka berasal dari berbagai daerah, di antaranya Bali, Yogyakarta, Jakarta, Sidoarjo, hingga Surabaya. Keberagaman latar belakang ini menunjukkan bahwa potensi unggul tidak hanya terpusat di kota besar, tetapi tersebar luas di seluruh penjuru negeri.
Di antara deretan prestasi tersebut, muncul satu nama yang mencuri perhatian: Yahuda Andronnikus Gihon Siregar, siswa kelas 5 SD Pangudi Luhur Yogyakarta. Sosok muda ini menjadi simbol semangat juang dan ketekunan pelajar Indonesia dalam menembus batas kompetisi internasional.
Putra dari Rikardo Parlindungan Siregar dan Jariyani ini menunjukkan performa yang terus meningkat sepanjang kompetisi. Pada babak awal, Gihon berhasil meraih medali perunggu. Namun, perjalanan tidak berhenti di situ. Dengan kerja keras dan fokus yang tinggi, ia mampu meningkatkan pencapaiannya di babak final dengan meraih Honorable Mention atau Juara Harapan 1.
Pencapaian ini menjadi bukti bahwa proses belajar dan ketekunan dapat membawa hasil yang signifikan, bahkan dalam waktu yang relatif singkat. Gihon tidak hanya bersaing, tetapi juga menunjukkan kemampuan adaptasi dan mental juara yang patut diapresiasi.
Menariknya, perjalanan prestasi Gihon sudah dimulai sejak tahun sebelumnya. Pada tahun 2025, ia telah lebih dahulu mengharumkan nama Indonesia dalam ajang International Equilibrium Science Olympiad (IESO) yang diselenggarakan di Cebu, Filipina. Kompetisi tersebut diikuti oleh ribuan peserta dari berbagai negara di Asia hingga Australia, baik secara langsung maupun daring.
Dalam ajang tersebut, Gihon berhasil membawa pulang dua penghargaan sekaligus, yakni medali emas dan Top Star Award sebagai peserta dengan nilai tertinggi di level Primary 4. Prestasi ini memperkuat posisinya sebagai salah satu pelajar muda Indonesia yang memiliki potensi besar di bidang sains.

Berbagai sumber pendidikan internasional menyebutkan bahwa kompetisi seperti STEMCO dan IESO memiliki peran penting dalam membentuk pola pikir kritis, kemampuan analisis, serta kreativitas siswa. Selain itu, pengalaman berkompetisi di tingkat global juga memberikan wawasan yang lebih luas serta meningkatkan kepercayaan diri pelajar dalam menghadapi tantangan masa depan.
Kesuksesan yang diraih Gihon tentu tidak terlepas dari peran keluarga dan lingkungan pendidikan yang mendukung. Kombinasi antara bakat, bimbingan, dan kesempatan menjadi faktor penting dalam mencetak generasi berprestasi.
Kisah Gihon adalah cerminan bahwa potensi besar dapat tumbuh dari mana saja, selama dirawat dengan kesungguhan. Dari Yogyakarta, ia melangkah ke panggung dunia, membawa nama Indonesia dengan penuh kebanggaan.
Prestasi ini bukan hanya milik Gihon semata, melainkan juga menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya. Bahwa dengan tekad, kerja keras, dan dukungan yang tepat, anak bangsa mampu berdiri sejajar dengan pelajar dunia—bahkan melampauinya.
***
Judul: Dari Yogyakarta ke Dunia: Gihon Siregar, Tunas Bangsa yang Bersinar di Olimpiade Sains Internasional
Jurnalis: Arie
Editor: Jumari Haryadi












