Kemendikdasmen Tekankan TKA Jadi Instrumen Pemetaan Akademik

Kemendikdasmen Tekankan TKA
Foto Humas: Kemendikdasmen

MajmusSunda News – Jakarta, Jumat (26/12/2025) – Kemendikdasmen Tekankan TKA Jadi Instrumen Pemetaan Akademik nasional dalam rangka menyediakan data capaian pendidikan yang akurat dan berkelanjutan. Hal tersebut disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, dalam taklimat media terkait hasil pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) tahun 2025 yang digelar di kantor Kemendikdasmen, Jakarta, Senin (22/12/2025).

Mendikdasmen menjelaskan bahwa pelaksanaan TKA tahun 2025 untuk jenjang SMA, SMK, MA, dan Paket C diselenggarakan pertama kali pada tahun ini dan bersifat tidak wajib. Meski demikian, tingkat partisipasi tercatat sangat tinggi, mencapai 3,56 juta dari total 4,1 juta murid SLTA yang terdaftar. Ia mengapresiasi dukungan pemerintah daerah, satuan pendidikan, serta peran media dalam menyukseskan pelaksanaan TKA secara nasional.

“Pelaksanaan TKA secara umum berjalan lancar. Seluruh proses dilaksanakan berbasis computer based testing (CBT), tanpa ujian manual. Adapun kendala yang muncul, seperti pemadaman listrik akibat cuaca ekstrem atau murid yang berhalangan karena sakit, dapat ditangani melalui mekanisme ujian susulan,” ujar Mendikdasmen.

Kemendikdasmen Tekankan TKA sebagai Alat Pemetaan Nasional

Mendikdasmen menegaskan bahwa TKA dirancang sebagai asesmen dengan tiga fungsi utama, yakni assessment of learning untuk memotret capaian belajar, assessment for learning sebagai dasar perbaikan pembelajaran, serta assessment as learning sebagai bagian dari sistem penilaian komprehensif pendidikan. Ia menambahkan bahwa hasil TKA tidak menentukan kelulusan, namun dapat dimanfaatkan sebagai salah satu pertimbangan dalam jalur seleksi masuk perguruan tinggi berbasis prestasi.

Lebih lanjut, hasil TKA akan disampaikan kepada pemerintah daerah, satuan pendidikan, dan peserta didik. Berbagai masukan selama pelaksanaan akan menjadi bahan evaluasi untuk penyempurnaan kebijakan ke depan. Pada tahun mendatang, pelaksanaan TKA untuk jenjang SD dan SMP direncanakan akan diintegrasikan dengan Asesmen Nasional (AN).

Kemendikdasmen Tekankan TKA
Foto: Humas Kemendikdasmen

Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP), Toni Toharudin, menjelaskan bahwa TKA dirancang sebagai alat diagnosis nasional untuk membaca kondisi capaian akademik murid secara objektif dan berkeadilan. Menurutnya, TKA tidak sekadar menyajikan angka, tetapi menjadi dasar pengambilan kebijakan berbasis data untuk meningkatkan mutu pembelajaran secara berkelanjutan.

Pelaksanaan TKA periode 3–6 November 2025 diikuti oleh lebih dari 82 persen satuan pendidikan sasaran, dengan tingkat kehadiran murid mencapai 98,56 persen dari total peserta terdaftar. Dari lebih 3,56 juta murid sasaran, sebanyak 97,94 persen mengikuti ujian pada jadwal utama, sementara sisanya mengikuti ujian susulan karena alasan tertentu.

Dalam pengolahan hasil, TKA menggunakan pendekatan Item Response Theory (IRT) dengan model dua parameter logistik, sehingga penilaian tidak hanya mempertimbangkan jumlah jawaban benar, tetapi juga tingkat kesulitan dan daya pembeda soal. Hasil TKA disajikan dalam empat kategori capaian, yaitu kurang, memadai, baik, dan istimewa.

Toni menegaskan bahwa hasil TKA tidak dimaksudkan untuk memberi label atau meranking sekolah. “Hasil TKA menjadi cermin bersama untuk memahami kebutuhan pembelajaran dan dasar perbaikan kebijakan pendidikan,” ujarnya.

Terkait distribusi hasil, sertifikat hasil TKA (SHTKA) akan disampaikan secara berjenjang melalui pemerintah daerah dan satuan pendidikan, dilengkapi kode pengaman serta tanda tangan elektronik.

Sementara itu, Inspektur Jenderal Kemendikdasmen, Faisal Syahrul, menyampaikan bahwa pihaknya telah menindaklanjuti berbagai temuan selama pelaksanaan TKA, termasuk dugaan pelanggaran dan kendala teknis. “Kami telah melakukan monitoring, klarifikasi, dan evaluasi. Sanksi diberikan sesuai kategori pelanggaran, mulai dari teguran hingga pemberian nilai nol, sebagai bentuk komitmen menjaga integritas dan kredibilitas TKA,” ujarnya.

Kemendikdasmen menegaskan komitmennya untuk terus menyempurnakan pelaksanaan TKA sebagai instrumen pemetaan akademik nasional yang adil, kredibel, dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan Indonesia.

Judul: Kemendikdasmen Tekankan TKA Jadi Instrumen Pemetaan Akademik
Jurnalis: Asep GP
Editor: Parkah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *