Walikota Bandung Resmikan Klinik Pratama Lamoria di Lapas Perempuan Kelas IIA Sukamiskin Bandung

Memberikan Pelayanan Kesehatan Bagi Warga Binaan dan Masyarakat Umum Sekitar Lapas

lamoria
Gunting pita oleh Walikota Bandung M. Farhan didampingi Gayatri Rachmi Rilowati, Kusnali dan dr. Sony Adam, Kamis (30/10/2025). Peresmian Klinik Pratama Lamoria Lapas Perempuan Kelas IIA Sukamiskin Bandung (Foto: Asep Ruslan)

MajmusSunda News, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (30/10/2025) – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bersama Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Sukamiskin Bandung meresmikan Klinik Pratama Lamoria (Lapas Mojang Priangan, sebagai upaya meningkatkan pelayanan kesehatan, khususnya bagi warga binaan.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, SE mengatakan, klinik ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemkot Bandung dan Lapas Perempuan Kelas IIA Sukamiskin Bandung yang telah dirintis sejak sekitar empat bulan lalu.

“Klinik Lamoria ini kami resmikan sebagai klinik utama yang memberikan pelayanan kesehatan bagi warga binaan. Namun karena sudah berizin sebagai klinik utama, ke depan juga bisa melayani masyarakat umum di sekitar wilayah Lapas,” kata Farhan di Lapas Perempuan Kelas llA Bandung, Jalan Pacuan Kuda No. 3, Arcamanik, Kota Bandung, Kamis (30/10/2025).

lamoria
Walikota Bandung M. Farhan menyerahkan Ijin Klinik Pratama Lamoria kepada Gayatri Rachmi Rilowati, disaksikan Kusnali dan dr. Sony Adam. (Foto: Asep Ruslan)

Menurut Farhan, hadirnya Klinik Lamoria merupakan bentuk nyata pelayanan publik yang terintegrasi dengan sistem administrasi kependudukan (adminduk) yang baik.

“Bagaimanapun, pelayanan publik harus tertata dan berbasis data adminduk. Ini juga menunjukkan bahwa Pemkot Bandung ikut terlibat dalam pembinaan dan pemberdayaan yang dilakukan oleh jajaran Lembaga pemasyarakatan,” ujarnya.

Acara peresmian Klinik Pratama Lamoria, dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Barat (Kusnali, AMd.IP., S.Sos., M.H), Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung (DR. dr. Sony Adam, SH, MM), Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Bandung (H. Tatang Muhtar, S.Sos., M.Si), Kepala Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Bandung (Mali Jumali), serta jajaran pejabat struktural dari Kanwil Kemenkumham Jawa Barat.

lamoria
dr. Sony Adam, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung dan Asep Ruslan, Badan Pekerja Majelis Musyawarah Sunda (Foto: Asep Ruslan)

Juga hadir perwakilan dari Polrestabes Kota Bandung, Kantor Kementerian Agama Kota Bandung dan Cimahi, serta berbagai pihak mitra yang ikut dalam kerja sama lintas sektor seperti Drs. H. Idad Suhada, M.Pd (Wakil Dekan III Fakultas Tarbiyah UIN Bandung), Dra. Hj. Ia Kurniati, M.Pd (Ketua PW Aisyiyah Jabar), Abdal Matin (Ketua PKBI Jabar & KADAMAS Kota Bandung), Susana Laorensia, SKM (BNN Kota Bandung), Tono (Graha Prima Karya Nusantara), Nova (Kait Nusantara), Boaz Mahargono (Pegiat Agama Kristen), Ustad Koko Rahmat (Pegiat Agama Islam), dan Ir. H. Asep Ruslan (Majelis Musyawarah Sunda & Paguyuban Asep Dunia).

lamoria
Abdal Matin, Susana Laorensia, Hj. Ia Kurniati, H. Asep Ruslan dan Boaz Mahargono (Foto: Asep Ruslan)

Setelah peresmian, rombongan melakukan peninjauan langsung ke fasilitas dan layanan di Klinik Pratama Lamoria Bandung. Fasilitas ini diharapkan dapat memberikan pelayanan kesehatan dasar yang komprehensif bagi para warga binaan perempuan, dengan dukungan tenaga medis profesional serta kerja sama lintas instansi.

Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Bandung, Gayatri Rachmi Rilowati, A.Md., IP., SH., M.Hum, kepada media menjelaskan, klinik ini difokuskan untuk melayani kebutuhan kesehatan para warga binaan.

“Fungsi utama Klinik Pratama Lamoria adalah melayani warga binaan. Jika ada kasus yang tidak bisa ditangani di klinik pratama, maka akan dirujuk ke rumah sakit di luar lapas sesuai rekomendasi dokter,” ujar Gayatri.

lamoria
Kepala Lapas Gayatri Rachmi Rilowati dalam penandatanganan perjanjian kerja sama antara Lapas Perempuan Bandung dengan mitra strategis (Foto: Asep Ruslan)

Gayatri menyebutkan, izin operasional sebagai klinik utama baru terbit sekitar dua bulan lalu, meskipun pelayanan kesehatan di lapas sudah berjalan sejak lama.

“Sekarang kami punya dasar hukum yang jelas, jadi pelayanan bisa lebih optimal,” tuturnya.

Menurut Gayatri, saat ini Lapas Perempuan Kelas IIA Bandung memiliki 417 warga binaan dan 2 anak bawaan.

Selanjutnya, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Barat, Kusnali, AMd.IP., S.Sos., M.H, yang juga hadir  dalam peresmian Klinik Lamoria, mengapresiasi dukungan Pemkot Bandung dalam membantu penyelesaian perizinan dan peningkatan fasilitas kesehatan di lingkungan lapas.

“Pelayanan medis sebenarnya sudah berjalan lama, hanya saja legalitasnya baru terbit dua bulan lalu. Terima kasih kepada Pak Wali Kota atas dukungannya, sehingga kini kami memiliki payung hukum yang kuat untuk memberikan layanan kesehatan kepada warga binaan,” ungkap Kusnali.

lamoria
Walikota Bandung M. Farhan bersama 42 anak peserta khitanan masal yang terdiri dari anak warga binaan dan anak warga sekitar lapas (Foto: Asep Ruslan)

Dalam momentum peresmian Klinik Pratama Lamoria ini, juga digelar kegiatan sosial berupa khitanan massal untuk 50 anak, yang terdiri dari anak warga binaan dan anak warga sekitar lapas. Sebanyak 42 anak dinyatakan lolos seleksi dan mengikuti kegiatan tersebut.

Sementara itu di tempat yang sama, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bandung, H. Tatang Muhtar, S.Sos., M.Si, turut mendukung penuh kegiatan ini.

lamoria
Kadis Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Bandung, H. Tatang Muhtar dan Asep Ruslan, Presiden Paguyuban Asep Dunia 2020-2025 & Dewan Pembina Paguyuban Asep Dunia 2025-2030 (Foto: Asep Ruslan)

Ia menjelaskan, kerja sama antara Disdukcapil dan Lapas di Kota Bandung telah terjalin dengan baik.

“Kami punya layanan jemput bola melalui mobil keliling. Jadi kalau ada kebutuhan layanan administrasi kependudukan bagi warga binaan, kami langsung datang ke lapas,” ungkap Tatang.

lamoria
Kepala Lapas Gayatri Rachmi Rilowati dalam penandatanganan perjanjian kerja sama antara Lapas Perempuan Bandung dengan mitra strategis (Foto: Asep Ruslan)

Kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Lapas Perempuan Bandung dengan 21 mitra strategis, baik dari instansi pemerintah, sektor swasta, maupun individu. Kerja sama ini mencakup bidang pembinaan, pelayanan kesehatan, pengamanan, serta layanan administrasi pembinaan warga binaan.

lamoria
Kepala Lapas Gayatri Rachmi Rilowati dalam penandatanganan perjanjian kerja sama antara Lapas Perempuan Bandung dengan mitra strategis (Foto: Asep Ruslan)

Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Bandung dalam keterangannya menyampaikan bahwa sinergi dengan berbagai pihak sangat penting untuk mewujudkan pembinaan yang menyeluruh bagi warga binaan.

“Kami berterima kasih atas dukungan dari semua mitra. Dengan kerja sama ini, kami berharap Lapas Perempuan Bandung dapat menjadi lembaga pembinaan yang produktif dan berdaya,” ungkapnya.

lamoria
Para mitra kerja strategis Lapas Perempuan Kelas IIA Sukamiskin Bandung (Foto: Asep Ruslan)
lamoria
Para mitra kerja strategis Lapas Perempuan Kelas IIA Sukamiskin Bandung (Foto: Asep Ruslan)

Dengan hadirnya Klinik Pratama Lamoria diharapkan pelayanan kesehatan bagi warga binaan dan masyarakat sekitar semakin mudah diakses, bermutu, dan manusiawi.

***

Judul: Walikota Bandung Resmikan Klinik Pratama Lamoria di Lapas Perempuan Kelas IIA Sukamiskin Bandung
Jurnalis: Asep Ruslan
Editor: Asep Ruslan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *