6 Kuliner Khas Lanzhou Makanan Halal untuk Disantap di China Salah Satunya Shouzhua Yangrou

Lanzhou memiliki lanskap kuliner yang sangat khas dan unik. Tak heran jika Lanzhou kulinernya tak dikenal di seantero China tapi terkenal pula di manca nagara atau dunia.

Sup Daging Domba Rebus (Shouzhua Yangrou ) khas kuliner Lanzhou (savorychina.com)

MajmusSunda News Lanzhou, (6/10/2026)-Lanzhou, ibu kota Provinsi Gansu di barat laut China salah satu wilayah yang penduduknya banyak menganut Islam. Tak heran jika di Lanzhou banyak kuliner khas yang bernuasa Islam dan halal.

Lanzhou memiliki lanskap kuliner yang sangat khas dan unik. Tak heran jika Lanzhou kulinernya tak dikenal di seantero China tapi terkenal pula di manca nagara atau dunia. Karena dipengaruhi oleh rute perdagangan kuno Jalur Sutra dan dihuni oleh populasi Muslim (etnis Hui) yang signifikan, mayoritas kuliner di sini didominasi oleh olahan daging sapi dan domba, kaya rempah-rempah, serta halal. Simak berikut di bawah ini deretan kuliner khas Lanzhou yang wajib tahu:

1. Lanzhou Beef Noodles (Lanzhou Lamian)

Ini adalah ikon kuliner terbesar Lanzhou yang kelezatannya sudah mendunia, bahkan cabangnya menjamur di Indonesia. Mi ini ditarik langsung dengan tangan (hand-pulled) saat dipesan, sehingga teksturnya sangat kenyal dan segar.

Seporsi Lanzhou Lamian yang autentik wajib memiliki formula “Lima Warna”: -Clear (Bening): Kuah kaldu sapi bening hasil rebusan tulang dan daging berjam-jam. -White (Putih): Irisan lobak putih yang segar.

Red (Merah): Minyak cabai (chili oil) yang beraroma kuat tapi tidak terlalu pedas menyengat.

Green (Hijau): Taburan daun ketumbar (coriander) dan daun bawang. -Yellow (Kuning): Warna alami mi yang elastis. Baca Juga: Spot Healing Cocok Buat Kawula Muda ! Ini 10 Tempat Wisata di Jawa Barat, Asyik Dikunjungi Bareng Teman

2. Sate Domba Berrempah (Kao Yangrou Chuan)

Kuliner jalanan yang sangat populer di malam hari. Potongan daging domba dibumbui dengan kombinasi rempah khas barat laut Tiongkok, terutama jinten (cumin) dan bubuk cabai, kemudian dipanggang di atas arang. Aromanya sangat harum dan jejak rasa jintennya memberikan sentuhan khas Timur Tengah.

3. Niang Pi Zi

Jika Anda mencari sesuatu yang menyegarkan di siang hari, Niang Pi Zi adalah jawabannya.
Makanan ini terbuat dari pasta tepung terigu yang dikukus, lalu dipotong memanjang menyerupai mi lebar yang tebal. Hidangan dingin ini disajikan dengan saus gurih-asam-pedas yang pekat, terbuat dari campuran minyak cabai, pasta wijen (sesame butter), cuka, dan bawang putih.

4. Sup Daging Domba Rebus (Shouzhua Yangrou )

harfiah berarti “daging domba yang dimakan dengan tangan”. Daging domba berkualitas tinggi direbus perlahan dengan bumbu minimalis agar rasa asli dagingnya tetap terjaga dan teksturnya menjadi sangat empuk sampai mudah lepas dari tulangnya. Hidangan ini biasanya dimakan hangat-hangat dengan cocolan garam, bubuk jinten, atau bawang bombay mentah.

5. Huidouzi/Sup Kacang Abu

Untuk pencuci mulut, Lanzhou memiliki Huidouzi. Ini adalah sup manis tradisional bertekstur kental yang terbuat dari kacang polong merah (red peas) dan kurma merah (jujube). Warna gelap dan kekentalan uniknya berasal dari penggunaan air abu soda alami (peng hui) dalam proses memasaknya. Rasanya manis lembut dan sangat cocok untuk meredakan rasa pedas setelah makan mi.

6. Teh Delapan Harta (Babao Cha)

Minuman teh tradisional khas warga Muslim Hui di Lanzhou.
Disajikan dalam cangkir khusus bertutup, teh ini mencampurkan delapan bahan kaya manfaat: daun teh hijau, kurma merah, buah goji berry, kelengkeng kering (longan), krisan, kacang kenari, wijen, dan gula batu. Rasanya manis-segar dengan aroma floral yang menenangkan.

Apakah Anda sedang merencanakan perjalanan ke wilayah barat laut Tiongkok, atau sekadar ingin berburu restoran mi Lanzhou autentik yang ada di Indonesia?

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *