MajmusSundaNew-Jakatat, (17/12/2024)-Kemendikdasmen rencananya akan menerapkan deep learning yang memiliki tiga elemen utama, yaitu Mindfull Learning, Meaningfull Learning, dan Joyfull Learning
Mindfull Learning artinya menyadari keadaan murid berbeda-beda. Meaningfull Learning, mendorong murid berpikir dan terlibat dalam proses belajar. Sedangkan Joyfull Learning mengedepankan kepuasan dan pemahaman mendalam.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Prof. Atip Latipulhayat, menyoroti pentingnya pendekatan belajar dengan joyfull learning.
Prof. Atip mengatakan Joyfull Learning perlu dilakukan karena pelajaran itu harus dirasakan siswa dengan mengedepankan kepuasan dan pemahaman yang mendalam, utamanya matematika dan sains yang masih dianggap momok menakutkan dan diperlukan metode pembelajaran yang menyenangkan.
“Matematika sering kali dianggap menakutkan oleh siswa. Oleh karena itu, kita harus menghadirkan metode pembelajaran yang lebih menarik dan mudah dipahami,” kata Prof. Atip dikutip dari keterangan tertulis, Sabtu (14/12/2024).
Ia menegaskan sinergi antara pemerintah, keluarga, dan masyarakat dalam membangun sistem pendidikan nasional yang inklusif sangat penting.
“Ini bukan hanya cita-cita, tetapi sebuah keharusan dalam upaya kita membangun bangsa yang berdaya saing,” harap Atip.
Prof . Atip menambahkan, ini bukan hanya tugas guru, tetapi juga peran keluarga untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendukung.
Prof. Atip juga menegaskan komitmen Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk menciptakan pendidikan bermutu dan dapat diakses semua kalangan.
Judul: Wamendikdasmen: Joyfull Learning Pendekatan Belajar Kedepankan Kepuasan dan Pemahaman Mendalam
Jurnalis: Agung Ilham Setiadi
Editor: AIS













