MajmusSunda, Kabupaten Tasikmalaya, Senin, (14/9/2026)-Warga Sukamulya, Desa Cintabodas, Kecamatan Cualmega, Kabupaten Tasikmalaya (Tasikmlaya selatan/Tasela) yang juga tokoh setempat Saehudin, menjelaskan sudah sekitar 20 tahun warganya mengajukan kepada Pemdes Cintabodas jembatan gantung Sangiang dibangun permanen.
Jembatan gantung Sangiang kini kondisinya kata Saehudin, sudah tidak layak pakai dan sudah lama tidak bisa digunakan spedamotor, sehingga warga yang memanfaatkan hasil bumi terpaksa harus dipikul.
“Warga Sukamulya banyak yang membawa hasil bumi dari Cibulak (nama asal mula Sukamulya) seperti kayu gelondongan terpaksa dipanggul lewat jembatan. Sedangkan kondisi jembatan gantung yang melewati Sungai Cijalu itu sudah tidak layak pakai, karena dasarnya atau badan jalannya menggunakan pilah bambu,” kata Saehudin saat ngobrol di sekitar lokasi jembatan, Senin,(14/9/2026).
Oleh karena itu warga Sukamulya (Cibulak), Dusun/Desa Cintabodas, kata Saehudin meminta Pemkab Tasikmalaya agar jembatan gantung Sangiang dibangun permanen. Sekitar 50 KK kini warga Sukamulya hidup dalam keterisoliran.
“Tidak hanya itu jika jembatan Sangiang dibangun secara permanen akan membuka isolasi warga Sukamulya dan mempercepat atau memotong jalur transportasi warga Kecamatan Culamega menuju Desa Simpang ibukota Kecamatan Bantarkalong lebih cepat dari pada harus memutar ke Desa Darawati, Kecamatan Cipatujah,” kata Sahudin.

Ia menambahkan menambahkan kondisi jembatan gantung Sangiang yang tidak layak pakai, juga sering mengundang kecelakaan atau rawan kecelakaan, apalagi menghadapi musim hujan warga Sukamulya tidak berani menyebrang jembatan Sangiang karena licin dan air Sungai Cijalunya meluap sangat menakutkan.
“Sempat ada warga Sukamulya dulu namanya Cibulak ada yang jatuh terpelset dan jatuh ke Sungai Cijalu. Namun beruntung selamat karena nyakut di pohon. Yang paling mengkhawirkan jika digunakan anak-anak dan pengangkut kayu yang besar,” imbuh Saehudin.
Jangankan musim hujan, sekarang saja saat kemarau kata Saehudin, jembatan Sangiang rawan kecelakaan kerap ada warga yang jatuh karena kondisi jembatan sudah tidak layak pakai.
Saehudin yakin jika jembatan gantung Sangiang dibangun permanen manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh warga Sukamulya, Desa Cintabodas. Namun akan dirasakan warga Ledar, Desa Mekarlasana dan kampung lainnya.
Hal serupa dilontarkan Ketua RT setempat Gugum Gumilar. Ia membenarkan warga Sukamulya sudah lama mengajukan agar jembatan gantung Sangiang dibangun permanen. Jika saja saja jembatan gantung dibangun akan meningkatkan ekonomi dan pendidikan akan akses transportasi lebih cepat menuju Desa Simpang dibanding harus memutar menuju Desa Darawati.

“Jika saja jembatan gantung Sangiang dibangun secara permanen, tidak saja membuka akses transportasi cepat warga Sukamulya tapi seluruh desa yang ada di Kecamatan Culamega akan bepergian menuju Desa Simpang lebih mudah dan cepat,” harap Gugum diamini Dudung salah anggota pertahanan sipil yang tinggal di Kampung Sukamulya
Kepala Desa Cintabodas Cecep Gunawan menjelaskan pihak pemdes memang sedang fokus atau jembatan Sangiang menjadi skala prioritas bisa dibangun permanen paling tidak tahu 2027.
Ia berharap tidak hanya warga Sukamulya atau warga Desa Cintabodas yang hanya meminta jembatan Sangiang dibangun permanen. Namun warga Desa Mekarlaksana khususna Dusun Ledar juga harus bersama-sama memikir akses jalur jalan menuju Gunung Jugul lalu ke Nangreu Desa Sirnaglin lalu langsung ke Desa Simpang ibukota Kecamatan Bantarkalong..
Sejatinya Pemkab Tasikmalaya atau Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga ikut memikirkan bagaimana agar jembatan gantung Sangiang bisa dibangun dan akses jalan menuju Simpang lewat Ledar bisa dibangun secara bertahap.
“Jika jembatan Sangiang dibangun permanen tidak hanya membuka isolasi, meningkatkan ekonomi dan akses pendidikan bagi warga Desa Cintabodas dan Desa Mekarlasana. Namun juga akan mempercepat jalur transportasi menuju Desa Sirnagalih dan Desa Simpang. Sehingga arus transportasi Kecamatan Culamega dan Kecamatan Bantarkalong akan semakin hidup dan lancar,” kata Cecep saat ditemui di Kantor Desa Cintabodas, Senin, (14/9/2026)












