MajmusSunda News, Jakarta, 16/02/2026 — Pendekatan War on Drugs Humanity yang kini menjadi arah kebijakan Badan Narkotika Nasional (BNN) memberikan ruang baru bagi kolaborasi yang lebih humanis dan efektif dalam pencegahan narkoba. Melalui pendekatan ini, BNN menekankan bahwa penanganan masalah narkotika harus mengutamakan kemanusiaan, edukasi, dan penyelamatan generasi muda.
Dalam konteks tersebut, BNN menilai peran Penggiat Anti Narkoba Indonesia (PANI) semakin nyata dan berdampak langsung kepada masyarakat. PANI dinilai mampu menerjemahkan konsep War on Drugs Humanity melalui pendekatan sosial, edukatif, dan pemberdayaan komunitas.
Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat BNN, Drs. Yuki Ruchimat, M.Si., menegaskan bahwa PANI telah membuktikan diri sebagai mitra yang mampu menjangkau masyarakat secara lebih dekat.
“Dengan pendekatan War on Drugs Humanity, kami yakin bahwa langkah PANI semakin nyata. PANI bergerak dengan sentuhan sosial, pendekatan edukatif, dan keberpihakan pada penyelamatan generasi muda. Ini sejalan dengan arah humanis yang sedang kami kuatkan,” ujar Yuki Ruchimat.
Sementara itu, Ketua DPP PANI Dedi Ginanjar kembali menegaskan bahwa sinergi dengan BNN merupakan wujud tanggung jawab organisasi untuk hadir di tengah masyarakat.
“Pendekatan humanis ini sejalan dengan karakter PANI. Kerja sama dengan BNN adalah komitmen penuh kami untuk menjaga masyarakat, mengedukasi keluarga, dan memastikan generasi muda tetap terbebas dari ancaman narkoba,” tegasnya.
Sinergi BNN–PANI ini diharapkan mampu memperkuat pencegahan berbasis kemanusiaan, memperluas edukasi publik, dan menghadirkan langkah-langkah yang lebih menyentuh kebutuhan masyarakat di lapangan.
*****
Judul: BNN dan PANI Mantapkan Sinergi Humanis Melalui War on Drugs Humanity
Sumber: Dephumasdpppani












