MajmusSunda News – Bandung, Minggu (25/10/2026) – Kegiatan Pasanggiri Jaipongan diselenggarakan oleh Paguyuban Sabilulungan Pasundan (PSP) dan RKDM Bergerak, didukung oleh Yayasan Sunda Tigabelas Buhun, Cinta Budaya Nusantara (CBN), Agrenesia, Metro Indah Mall, dan Jaswita. Kegiatan ini bertempat di Metro Indah Mall, Jalan Soekarno-Hatta, pada Sabtu, 24 Oktober 2026.

Ketua Paguyuban Sabilulungan Pasundan, Syafrial, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan lomba Pasanggiri Jaipongan dilakukan dengan tujuan untuk mendukung Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan Nomor 5 Tahun 2017 di bidang seni tari tradisional yang diprogramkan oleh pemerintah dan untuk memberi wahana bagi anak-anak agar tampil dengan semangat yang dapat melatih dan mendorong anak-anak di Kota Bandung untuk menyukai seni budaya Sunda dan melestarikannya. Seni tari jaipongan dengan gerakan yang atraktif dapat menyehatkan tubuh dan menjadi metode olah tubuh.

Dalam perlombaan tari jaipongan, peserta dibagi menjadi tiga kelompok usia, yaitu kelompok anak-anak TK, SD, dan SMP. Tujuannya untuk memudahkan penilaian juri dan mengetahui kelompok usia anak-anak yang paling banyak berminat pada kesenian tari jaipongan Sunda.
Pendiri Paguyuban Sabilulungan Pasundan, Apih Jalil, menerangkan bahwa baru kali ini Paguyuban Sabilulungan Pasundan mengadakan kegiatan seni budaya Sunda berupa Pasanggiri Jaipongan dengan menampilkan 60 peserta lomba. Beliau mengatakan bahwa usaha keras untuk melestarikan seni budaya Sunda akhirnya dapat tercapai, walaupun masih banyak kekurangannya.

Dalam kegiatan Pasanggiri Jaipongan, hadir budayawati Sunda Ambu Rita Laraswati dari Yayasan Sunda Tigabelas Buhun yang sekaligus sebagai pembina di Paguyuban Sabilulungan Pasundan. Ia menghadirkan dan menyosialisasikan ajaran etika Sunda, yaitu “Patikrama dan Dasa Daya Waluya”. Di sela-sela lomba, Ambu Laras memberikan nasihat kepada anak-anak peserta lomba untuk mengikuti ajaran Patikrama, etika Sunda dengan sikap hormat kepada orang tua, berbicara yang baik-baik, rendah hati, akur dengan teman, dan menumbuhkan sikap sopan santun dalam kehidupan sehari-hari. Ambu Laras memberikan motivasi dan semangat untuk terus berlatih tari jaipongan serta belajar budaya tradisional Sunda agar tidak kehilangan jati diri.

Dalam kesempatan perlombaan, sambil menunggu hasil penilaian dari para juri, Ambu Laras mengajak anak-anak peserta lomba untuk merayakan hari jadi Kota Bandung yang ke-216, jatuh pada tanggal 24 Oktober 2026, dengan berdoa bersama untuk Kota Bandung. Ambu juga memperdengarkan Kidung Kota Bandung dengan khidmat untuk melatih anak-anak memahami sejarah Kota Bandung dan mengasah batin agar tetap berdoa kepada Tuhan untuk memohon keselamatan bagi masyarakat Kota Bandung. Pentingnya pelajaran etika moral kesopanan pada zaman modern ini adalah untuk tetap membentuk karakter anak agar berbudi luhur dan berakhlak baik.
Paguyuban Sabilulungan Pasundan dalam kegiatan Pasanggiri menyediakan piala, dana pembinaan, dan sertifikat. Hasil penilaian juri diumumkan. Setiap kategori usia, yaitu TK, SD, dan SMP, diambil tiga pemenang, yaitu juara satu, dua, dan tiga.
Orang tua peserta pun menyampaikan kegembiraannya atas acara lomba Pasanggiri Jaipongan karena anak-anak mereka bisa menjadi kebanggaan, serta melalui kegiatan menari, anak-anak dapat terlatih disiplin waktu dan daya ingatnya. Harapan orang tua, kegiatan Pasanggiri Jaipongan dapat rutin terselenggara dan menjadi ajang pentas bagi anak-anak mereka.

Judul: Pasanggiri Jaipongan Sebandung Raya
Penulis: Ambu Rita Laraswati (Ketua Yayasan Sunda13 Buhun, Budayawati, Seniman, Spiritualis, Redaktur Majalah Jakarta, Dewan Redaksi MajmusSunda, Dewan Redaksi Mahkota News)
Editor: Parkah










