MajmusSunda News – Garut, Sabtu (24/10/2026) – Kolaborasi Komite Seni Rupa Garut (KSRG) dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Garut dalam penyelenggaraan pameran lukisan guru, pelukis profesional, dan murid menjadi langkah strategis untuk mengembangkan ekosistem seni rupa sekaligus membuka ruang apresiasi bagi generasi muda berbakat di Kabupaten Garut.
Pameran tersebut akan digelar pada 24–28 Oktober 2026 di Gedung Serbaguna PGRI Garut Kota, Jalan Panatayuda, Garut. Pameran diikuti oleh pelukis profesional Garut serta pelajar dari jenjang TK hingga SMA.
Sejumlah pelukis profesional yang turut berpartisipasi di antaranya H. Asep Chaeruloh dari Wanaraja, Kang Enceng dari Banyuresmi, Kang Jajang Hidayat dari Pasirwangi, Gus Bachtiar dari Wanaraja, Iwan Hermawan dari Kadungora, Deden Hamdani dari Selaawi, Ibu Heppi dari Garut Kota, dan Wawan Setiawan dari Tarogong.
Ketua Komite Seni Rupa Garut, Asep Chaeruloh, menyoroti pentingnya peran KSRG dalam membangun proses kaderisasi, pembinaan, dan pengembangan potensi pelukis muda. Menurutnya, keberlanjutan seni rupa tidak hanya ditentukan oleh karya para seniman yang telah mapan, tetapi juga oleh keseriusan dalam menyiapkan generasi penerus.
“Pameran lukisan guru, pelukis profesional, dan murid bukan sekadar ajang memamerkan karya seni. Kegiatan ini merupakan ruang pembelajaran, apresiasi, regenerasi, sekaligus kesempatan bagi para pelukis muda untuk menunjukkan potensi dan membangun kepercayaan diri,” ujar Asep Chaeruloh.
Ia menegaskan bahwa KSRG memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa generasi muda yang memiliki bakat dan minat di bidang seni rupa memperoleh kesempatan yang memadai untuk berkembang. Salah satu langkah yang perlu diperkuat adalah memberikan akses pameran kepada siswa melalui kerja sama dengan sekolah-sekolah di Kabupaten Garut.

Pameran sebagai Ruang Kaderisasi Pelukis Muda
Menurut Asep, bakat seni perlu didukung oleh pembinaan yang berkelanjutan, ruang berekspresi, pengalaman berkarya, serta kesempatan untuk memperoleh pengakuan atas hasil kreativitasnya.
Melalui kolaborasi dengan PGRI dan satuan pendidikan, KSRG berupaya mendorong agar kegiatan pameran tidak hanya dinikmati oleh kalangan seniman, tetapi juga menjadi bagian dari proses pendidikan dan pengembangan karakter peserta didik.
Pameran bersama pelukis profesional dan murid juga memberikan kesempatan terjadinya transfer pengetahuan, pengalaman, teknik, dan nilai-nilai kesenian dari para pelukis kepada siswa. Dengan demikian, hubungan antara pendidikan formal dan ekosistem seni rupa dapat berkembang secara lebih produktif.
“Generasi penerus yang berbakat harus diberi panggung. Mereka perlu mendapatkan pengalaman berpameran, belajar menghargai karya sendiri dan karya orang lain, serta berinteraksi dengan masyarakat dan lingkungan seni. Dari proses inilah kepercayaan diri dan kualitas mereka dapat tumbuh,” tambahnya.

Sertifikat Pameran Menjadi Nilai Tambah bagi Siswa
Salah satu program yang didorong KSRG adalah membangun kerja sama dengan sekolah-sekolah untuk memberikan kesempatan kepada siswa memamerkan karya mereka pada tingkat Kabupaten Garut.
Dalam program tersebut, siswa yang berpartisipasi dapat memperoleh sertifikat keikutsertaan pameran sebagai bentuk apresiasi dan dokumentasi atas pengalaman serta capaian mereka di bidang seni rupa.
Sertifikat tersebut diharapkan dapat menjadi nilai tambah dalam portofolio prestasi dan kreativitas siswa, termasuk sebagai bahan pendukung ketika melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya, sesuai dengan persyaratan dan kebijakan seleksi sekolah atau perguruan tinggi yang dituju.
Menurut Asep, kesempatan semacam ini penting karena tidak semua siswa memiliki akses untuk menampilkan karyanya di ruang pameran yang lebih luas. Melalui fasilitasi KSRG, potensi seni yang selama ini berkembang di lingkungan sekolah diharapkan dapat dikenal oleh masyarakat Kabupaten Garut.
Membangun Ekosistem Seni Rupa yang Berkelanjutan
Kolaborasi KSRG dan PGRI Garut diharapkan menjadi pintu masuk bagi pengembangan program pembinaan seni rupa yang lebih terstruktur, melibatkan guru, siswa, sekolah, komunitas seni, serta para pelukis di Kabupaten Garut.
Ke depan, program ini dapat dikembangkan melalui pameran berkala, pendampingan pelukis muda, lokakarya seni rupa, kurasi karya siswa, serta dokumentasi portofolio peserta sebagai bagian dari proses pembinaan jangka panjang.
Asep Chaeruloh menilai bahwa investasi dalam pembinaan generasi muda merupakan bagian penting dari upaya menjaga keberlanjutan seni rupa daerah. Semakin luas kesempatan yang diberikan kepada siswa untuk belajar dan berpameran, semakin besar pula peluang lahirnya seniman-seniman muda yang mampu membawa nama Garut ke tingkat regional maupun nasional.
“Tujuan kita bukan hanya menyelenggarakan pameran, tetapi membangun jalur kaderisasi yang berkesinambungan. Guru membimbing, sekolah memfasilitasi, organisasi seni membuka ruang, dan siswa memperoleh kesempatan untuk tumbuh. Dengan sinergi tersebut, Garut dapat menyiapkan generasi pelukis yang kreatif, percaya diri, dan memiliki daya saing,” pungkasnya.
Melalui kerja sama KSRG dan PGRI Garut, pameran lukisan yang digelar pada 24–28 Oktober 2026 di Gedung Serbaguna PGRI Garut Kota, Jalan Panatayuda, Garut, diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan berkembang menjadi gerakan bersama untuk memperkuat pendidikan seni, memperluas apresiasi masyarakat, dan melahirkan generasi penerus seni rupa yang berbakat di Kabupaten Garut.
Judul: KSRG dan PGRI Garut Kolaborasi Gelar Pameran Lukisan Guru, Pelukis Profesional, dan Murid, Dorong Kaderisasi serta Lahirnya Pelukis Muda Berbakat
Penulis: Asep Zaenal Mustofa
Editor: Parkah










