Wisata Garut Naik 9,3%, KIni Warganya Makin Jarang Bepergian Keluar Malah Alami Penurunan

Aktivitas wisata di Kabupaten Garut terus menggeliat menunjukkan pertumbuhan sepanjang Januari-Agustus 2026. Jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) yang menjadikan Garut sebagai daerah tujuan mencapai 5,82 juta perjalanan, naik 9,30%

Sabda Alam Water Park. Salah satu tempat wisata di Garut yang dapat dikunjungi.(https://sabdaalam-garut.com)

MajmusSunda News, Garut, (6/10/20260-Aktivitas wisata di Kabupaten Garut terus menggeliat menunjukkan pertumbuhan sepanjang Januari-Agustus 2026. Jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) yang menjadikan Garut sebagai daerah tujuan mencapai 5,82 juta perjalanan, naik 9,30% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pada saat yang sama, jumlah perjalanan wisatawan yang berasal dari Garut justru mengalami penurunan.

Sepanjang Januari-Agustus 2026, perjalanan warga Garut tercatat 3,58 juta, turun 9,50% dibandingkan periode yang sama 2025. Kepala BPS Garut Sidik Edi Sutopo mengatakan data tersebut menunjukkan perbedaan arah antara perjalanan wisatawan menuju Garut dan perjalanan wisatawan yang berasal dari Garut.

“Secara bulanan, jumlah perjalanan wisatawan yang menuju Garut pada Agustus 2026 mencapai 683.633 perjalanan. Angka itu turun 1,82% dibandingkan Juli 2026 yang mencapai 696.334 perjalanan,” kata Sidik, Selasa (6/10/2026).

Hanya saja, kata Sidik, jika dibandingkan dengan Agustus 2025, jumlah perjalanan menuju Garut meningkat 16,18% dari 588.438 perjalanan.

Sebaliknya, perjalanan wisatawan yang berasal dari Garut turun lebih dalam. Pada Agustus 2026 tercatat 434.082 perjalanan, berkurang 9,47% dibandingkan Juli yang mencapai 479.478 perjalanan.

“Secara tahunan, jumlah tersebut masih tumbuh 3,19% dibandingkan Agustus 2025 yang mencapai 420.662 perjalanan. Namun, secara kumulatif hingga Agustus, perjalanannya turun 9,50%,” imbuhnya. Sidik pun menyebutkan, mobilitas warga Garut masih terkonsentrasi di sejumlah daerah di Jawa Barat.

Kota Bandung menjadi tujuan terbesar pada Agustus 2026 dengan 88.918 perjalanan, disusul Kabupaten Bandung sebanyak 69.930 perjalanan dan Kabupaten Tasikmalaya sebanyak 44.633 perjalanan.

Dari 10 tujuan utama warga Garut, Kabupaten Pangandaran mencatat penurunan paling besar. Jumlah perjalanan ke daerah tersebut turun 43,06%, dari 27.755 perjalanan pada Juli menjadi 15.805 perjalanan pada Agustus.

“Penurunan juga terjadi pada perjalanan menuju Kota Depok dan Kota Bekasi. Dalam laporan BPS, kedua daerah tersebut masing-masing mencatat penurunan 21,32% dan 19,39%,” terangnya.

Di sisi lain, sejumlah tujuan justru mengalami peningkatan. Perjalanan warga Garut menuju Kota Tasikmalaya naik 7,08%, Kota Sukabumi 4,61%, dan Kabupaten Cirebon 4,40%.

Sementara itu, dari sisi arus wisatawan menuju Garut, tiga daerah asal terbesar pada Agustus adalah Kabupaten Bandung, Kota Bandung, dan Kabupaten Bandung Barat.

Ketiganya menyumbang sekitar 48,24% dari total perjalanan wisatawan nusantara menuju Garut. BPS pun mencatat perjalanan menuju Garut pada Agustus juga meningkat dari beberapa daerah. Perjalanan dari Kabupaten Bekasi naik 12,35%, Kota Bekasi 8,68%, dan Kota Bogor 5,21%.

Sebaliknya, perjalanan menuju Garut dari Kabupaten Kuningan turun 20,60%, Kabupaten Tasikmalaya 13,88%, dan Kabupaten Indramayu 12,80%.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *