MajmusSunda News-Kabupaten Sukabumi, Rabu, (23/9/2026) Wakil Menteri Tenaga Kerja (Wamenaker) Afriansyah Noor menekankan bahwa kampus harus menjadi ekosistem pembelajaran sepanjang hayat.
Hal itu dilontarkan Wamenaker dalam kuliah umum bertema Strategi Pengembangan Kompetensi di Era Disrupsi Menghadapi Transformasi Dunia Kerja, di depan mahasiswa Universitas Muhamamadiyah Sukabumi (UMMI)
Dalam paparannya, Afriansyah Noor menyampaikan data BPS Februari 2026 yang mencatat angkatan kerja Indonesia mencapai 154,91 juta orang, dengan tingkat pengangguran terbuka 4,68 persen.
Afriansyah mengatakan kampus tidak dapat berjalan sendiri, sehingga kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah, dan industri perlu diperkuat agar kompetensi mahasiswa semakin sesuai dengan perubahan dunia kerja.
“Dunia berubah, maka kita harus cepat belajar jangan pulang hanya membawa catatan, tetapi membawa komitmen untuk terus mengejar kompetensi,” kata Afriansyah
Mahasiswa harus berani mencoba tegasnya, belajar dari kegagalan, dan terus beradaptasi, kompetensi bukan hanya dari buku, tetapi dari pengalaman. Teori harus bertemu dengan praktik karena pemagangan dan sertifikasi menjadi penting.
Kuliah umum diakhiri dengan tanya jawab seputar pengangguran, proses rekrutmen, hingga kesiapan menghadapi kecerdasan artifisial (AI). Menjawab pertanyaan mahasiswa, Afriansyah menekankan pentingnya terus belajar, beradaptasi, dan memperkuat soft skills.












