Terkait Penanganan KM Virgo Pinisepuh MMS yang juga Mantan Deputi Basarnas Mayjen TNI Purn. Tatang Zaenudin: Kapal Harus Dibalikkan atau Diangkat

KM Virgo
Pinisepuh MMS yang juga mantan Deputi Basarnas Mayjen TNI (Purn.) Tatang Zaenudin di Posko SAR Nasional Virgo Transport.

MajmusSunda News – Jakarta, Minggu (20/09/2026) – Hingga Sabtu malam, pukul 21.00 Wita, Basarnas mengonfirmasi 117 korban ditemukan, terdiri atas 108 orang selamat dan sembilan orang meninggal dunia, sementara masih terdapat 126 orang yang belum ditemukan dari total 243 orang dalam manifes KMP Virgo Transport 8.

Seperti diketahui, KMP Virgo Transport 8 mengangkut 243 orang ketika berlayar dari Surabaya, Jawa Timur, menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan, sejak 12 September 2026. Kapal tersebut dilaporkan mengalami cuaca buruk dan hilang kontak pada 13 September 2026 sekitar pukul 02.00 Wita sebelum ditemukan pada hari yang sama dalam kondisi terbalik di perairan Masalembo, Laut Jawa.

KM Virgo
Pinisepuh MMS yang juga mantan Deputi Basarnas Mayjen TNI (Purn.) Tatang Zaenudin berbincang-bincang dengan Tim SAR Nasional di Posko SAR Nasional di Banjarmasin.

Perhatian besar dari seluruh pihak, Presiden Prabowo Subianto dalam sambutannya saat acara peresmian LRT Jakarta menyampaikan duka cita atas tragedi tersebut dan turut memanjatkan doa agar keluarga yang ditinggal dapat diberikan ketabahan dan keteguhan atas peristiwa tersebut.

Prabowo memastikan bahwa pemerintah pusat akan terus mengawal kecelakaan KM Virgo dan menyatakan bahwa investigasi secara menyeluruh akan terus didorong untuk mengetahui penyebabnya.

KM Virgo
Pinisepuh MMS yang juga mantan Deputi Basarnas Mayjen TNI (Purn.) Tatang Zaenudin bersama Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman, Kepala Staf Kepresidenan RI, saat menghadiri Silaturahmi Baraya Maung Parahyangan di Bandung.

Pinisepuh Majelis Musyawarah Sunda (MMS) yang juga mantan Deputi Basarnas Mayjen TNI (Purn.) Tatang Zaenudin mengatakan, “Hanya satu keputusan yang bisa menyelesaikan operasi SAR, kapal harus dibalikkan dan yang lebih baik diangkat, sehingga operasi bisa dilanjutkan, khususnya oleh para penyelam untuk menemukan penumpang yang terjebak di dalam ruang seperti ruang VIP, ruang ekonomi, maupun yang tertindih barang-barang, sehingga operasi akan jelas waktunya.

Bila semua telah ditemukan, maka operasi SAR bisa dinyatakan selesai, tapi bila belum maksimal karena jumlahnya belum sesuai, maka operasi SAR masih bisa diperpanjang sesuai SOP. Bila perpanjangan sudah maksimal dan tidak ada lagi tanda-tanda indikasi korban di dalam kapal dan radius pencarian, maka operasi bisa diputuskan selesai. Tapi bila kapal belum dapat diangkat seperti saat sekarang, maka operasi akan tidak jelas sampai kapan pun dan tidak mungkin dengan alasan apa pun operasi SAR ditutup,” ujar Tatang Zaenudin. Hal ini disampaikan saat berada di Banjarmasin untuk ikut memantau pertolongan yang dilaksanakan oleh Basarnas.

Sementara itu, Direktur Operasi Basarnas Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo Nur Sasongko, dalam konferensi pers perkembangan operasi SAR hari ketujuh kecelakaan KM Virgo Transport 8 di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, seperti dilansir Antara, Sabtu (19/9/2026), menyampaikan bahwa operasi akan diperpanjang menjadi tujuh hari ke depan. “Hari ini memasuki hari yang ketujuh. Kami menyatakan bahwa operasi ini akan kami perpanjang menjadi tujuh hari ke depan,” ujar Yudhi Bramantyo.

Hal ini dilakukan setelah berkoordinasi dengan pemangku kepentingan yang mendukung operasi SAR serta tim operasi salvage (pengangkatan bangkai kapal) yang dikoordinasikan pemilik kapal.

Judul: Terkait Penanganan KM Virgo Pinisepuh MMS yang juga Mantan Deputi Basarnas Mayjen TNI Purn. Tatang Zaenudin: Kapal Harus Dibalikkan atau Diangkat
Penulis: Asep Zaenal Mustofa
Editor: Parkah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *