MajmusSunda News, Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu, (19/9/2026)-Berkat pendekatan dan kepercayaan yang dilakukan Arya Wiraraja, Prabu Jayakatwang memberikan hadiah pengampunan berupa tanah Tarik (Carik) kepada senapati Raden Wijaya, yang terletak di delta Sungai Brantas.
Hutan tanah tari delta Sungai Brantas oleh Senapati Wijaya dan pengikutnya atas bantuan orang-orang Madura, berhasil dikembangkan manjadi sebuah desa kemudian dijadikan sebuah desa bernama Wilwatikta.
Pada akhirnya dengan bantuan pasukan Madura dan memanfaatkan pasukan Mongol yang diperintah Kubhilai Khan untuk menghukum Prabu Kertanegara, kekuasaan Jayakatwang berhasil direbut oleh oleh senapati Wijaya.
Empat hari setelah melakukan serangan balik terhadap pasukan Mongol yang tidak mengetahui siasat senapati Wijaya, berhasil membinasakan dan mengusirnya. Senapati Wijaya didaulat menjadi Raja Singasari-Kediri dengan nama nobat Kretarajasa Jayawardhana, nama kerajaan dirubah oleh Wijaya menjadi Majapahit.
Amanat Prabu Darmasiksa untuk Raden Wijaya
Dalam kebesarannya dan Kejayaan Kerajaan Majapahit Rakeyan Wijaya yang sudah menjadi Sang Kretarajasa Jayawardhana, masih sempat berbakti kepada kakeknya Prabu Darmasiksa di Galunggung (Sunda) mengunjungi kota Pakuan sambil mempersembahkan hadiah.
Pertemuan dengan cucunya yang sudah menjadi Maharaja Majapahit itu Prabu Darmasiksa melampiaskan kerinduannya dan memberikan nasihat sekaligus mendoakan cucunya itu agar menjadi raja besar yang bijaksana dan disegani.
Prabu Darmasiksa kepada cicitnya kepada Raden Wijaya, mewasiatkan jangan hendaknya, Anda mengganggu, menyerang dan merebut Bumi Sunda karena telah diwariskan kepada saudaramu, bila kelak aku telah tiada. Sekali pun negaramu telah menjadi besar dan jaya serta sentosa, aku maklum akan keutamaan, keluarbiasaan dan keperkasaanmu kelak sebagai raja besar.
Yuganing Raja Kawasa mengabadikan nasihat Prabu Darmasiksa kepada Prabu Kretarajasa Jayawardhana sebagai berikut:
Hawya ta sira kedo athawamerep ngalindih Bhumi Sunda mapan wus kinaliliran ring ki sanak ira dlha yan ngkuwus agheng jaya santosa wruh ngwang kottaman ri puyut katisayan mwang jayacatrumu, ngke pinaka mahaprabu. Ika hana ta daksina sakeng Hiyang Tunggal mwang dumadi sarataya Ikang sayogyanya rajya Jawa lawan rajya Sunda parosparo pasarpana atuntunan tangan silih asih pantara ning padudulur. Yatanyan tan pratibandeng nyakrawati rajya sowangsowang. Yatanyan siddha hita sukha, Yan rajya Sunda dukhantara. Wilwaltika sakopayana maweh carana; mangkana rajya Sunda ring Wilwatika
Yang artinya: Ini adalah anugrah dari Yang Maha Esa dan menjadi suratan-Nya. Sudah selayaknya Kerajaan Jawa dengan Kerajaan Sunda saling membantu, bekerjasama, dan saling mengasihi antara anggota keluarga. Karena itu janganlah berselisih dalam memerintah kerajaan masing-masing.
Bila demikian akan mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang sempurna. Bila Kerajaan Sunda mendapat kesusahan, Majapahit hendaknya berupaya sungguh-sungguh memberikan bantuan, demikian pula halnya Kerajaan Sunda dan Majapahit.












